
Sasha POV
Mataku terbuka secara perlahan. Rasa sakit ini darimana asalnya. Kuperhatikan semuanya, Aku ternyata serang terbaring dikamar. Kulihat tanganku telah ditusuk jarum yang pernah menusukku juga sewaktu kelas 3 SMP dulu karena penyakit DBD. Aku benci harus menunggu air dalam botol itu habis. Kulihat pintu terbuka, Aku segera memejamkan mataku dan berpura-pura masih tidur. Lambat laun kudengar langkah kaki yang semakin banyak.
"Jadi bagaimana kondisinya Dok?". Kata Inara. Ah itu suara Bunda, Dok? pasti dokter yang masuk bersamanya kesini.
"Alhamdulillah dia baik-baik saja. Setelah botol infus ini habis dia pasti sudah sadar. Ah ya jangan lupa obatnya dilakas laci itu". Jawab Dokter yang suaranya terdengar seperti suara wanita.
"Terimakasih Diana". Ucap Bunda
"Tentu saja inikan sudah tugasku. Ah ya siapa gadis cantik ini. Aku belum pernah melihatnya sejak mengabdi di keluarga Syailendra ini?". Tanyanya.
__ADS_1
"Dia hmm dia Sasha. Anak sahabatku dahulu yang kuasuh selama ini. Ah ceritanya terlalu panjang nanti saja kalau kita punya waktu hang out berdua Aku akan menjelaskan semuanya. Bagaimana kalau kita makan dulu dibawah, Aku sudah menyuruh Bik Inah memasak Sup Iga kesukaanmu". Jawab Bunda.
"Ah merepotkan saja. Akukan harus kembali ke Rumah Sakit Inaraaa". Kata Dokter memelas.
"Ayolah, sebentar saja yuk". Ucap Bunda.
Klekk.. Suara pintu tertutup membuatku langsung terduduk. Anak sahabatku. Siapa sebenarnya orangtuaku. Mengapa Aku harus diasuh. Kemana orangtuaku. Bunda tidak mau membahasnya. Ah, pasti ada sesuatu yang Bunda tutupi dariku. Suatu saat nanti Aku akan bertanya langsung padanya. Ah tunggu itu tidak begitu penting sekarang. Davin dimana dia. Aku masih ingat ini semua karena ulahnya. Dia menceburkan diriku ke kolam renang. Jelas saja Aku tenggelam. Aku tak tau entah mengapa dari dulu Aku tak bisa berenang. Bahkan kepalaku sakit bila memaksa untuk masuk kedalam air. Mandi saja selama ini Aku selalu buru-buru. Aku seperti hampir phobia dengan air. Aku tak tau penyebabnya, pernah sekali sewaktu ada sosialisasi kesehatan jiwa dari psikolog dikota tempatku tinggal sebelumnya. Kepala Asrama membawaku saat itu. Tentu saja kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku bertanya tentang diriku. Jawaban psikolog hanya mengatakan bahwa dimasa lalu kemungkinan ada sesuatu hal yang membuatku sampai takut dengan air dalam jumlah banyak bisa jadi tenggelam ataupun hal lainnya. Aku yang saat itu baru masuk SMp tak begitu mengerti maksud dari psikolog itu. Alhasil ya, Aku begitu jago disemua olahraga kecuali satu yaitu berenang. Tapi mengapa Davin setega itu padaku, ya Aku tentu saja ingat dia mengatakan sesuatu sebelum mendorongmu. Tapi tentu saja Aku tak percaya dia menunggu diparkiran sekolah, padahal tadi pagi dia sanggup meninggalkanku berjalan kaki demi pacarnya.
Krekk.. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka kembali, tapi kali ini yang masuk adalah Monster yang ku sumpah serapahi tadi.
"Dav". Namanya begitu saja keluar dari mulutku. Ia pun berjalan semakin mendekati diriku.
__ADS_1
"Heh gadis sialan, kenapa lo gak mati aja sih. Masih juga betah hidup setelah gue cemplungin. Kurang ya, oke besok-besok gue ceburin lagi lo!!!". Davin mengeluarkan kata-kata yang membuatku sedih. Aku hanya bisa tertunduk.
"Gua ngomong lo lihat dong". Bentak Davin. Kali ini dia menyambar daguku. Ia menekannya sangat kuat hingga membuatku merintih. Badanku benar-benar lemas sehingga tak berdaya untuk melawan. Dia mengangkat daguku keatas dan dia mendekatkan wajahnya padaku.
"Anak haram!!!". Ucapnya sarkas. Aku pun tanpa sadar sudah berlinang airmata. Ucapan Davin benar-benar menusukku. Siapa anak haram, Aku punya orangtua kan, tadi bukannya Bunda bilang begitu. Ahhhh hatiku berkecamuk. Davin membuang wajahnya dan melepaskanku. Aku masih menangis tersedu-sedu. Dia pun segera berlalu tanpa menutup pintu kamarku.
"Davvv, lihat saja suatu saat nanti Kamu akan menyesali perbuatanmu ini. Tunggu dan lihat saja Dav". Ucapku lirih menangisi hidupku.
***Sasha POV End
Hai Readers berjumpa kembali. Maafkan Author ya. Kini Author uda gak galau lagi kok. Hatinya uda sembuh. Hehe jangan lupa Like ya!!!😘***
__ADS_1