
Sasha POV
Sepulang sekolah Aku dan Bunda menghabiskan makan siang Kami. Setelahnya Bunda menyuruhku untuk tidur siang. Ahh ada saja Bunda pikirku. Kami anak Asrama mana mengenal kata tidur siang. Di asrama setelah pulang sekolah maka semua anak akan sibuk dengan ekstrakurikulernya masing-masing. Jangan tanya apa saja yang kuiikuti. Hampir semua ekstrakurikuler terdaftar namaku, bahkan tak jarang Aku kewalahan sendiri dibuatnya. Aku bahkan tak mengerti betapa tersiksanya tubuh ini, namun bila tidak seperti itu Aku akan kesepian. Ya hidup puluhan tahun di Asrama kadang membuatku terasa hampa. Alhasil Aku menghabiskan seluruh waktuku untuk belajar. Tapi berkah AC ruang kamar baruku ini Aku yang tadinya tertawa mendengar kata tidur siang. Akhirnya pulas sampai suara nyaring itu membangunkan diriku.
Brughh.. Seperti suara pintu dibanting. Aku pun terbangun dan segera berlari keluar.
"Ah tidak ada orang". Seruku dalam hati.
Aku bertanya-tanya apakah ada orang didalam kamar ini. Ingin rasanya tangan ini jahil membuka pintu itu. Kulangkahkan kakiku perlahan sampai aku sendiri tak mendengar dengusan nafasku. Kubuka pintu itu perlahan. Mataku membulat melihat seorang lelaki membuka pakaiannya. Aku pun segera menutup kembali pintu itu. Untung saja tidak menimbulkan bunyi. Ahhh Aku sudah mengintip orang berganti pakaian. Siapa dia, Aku tak sempat melihat wajahnya. Aku takut ketahuan, segera ku berlari masuk ke kamarku. Ya seperti terbang kini Aku telah diatas tempat tidurku. Sebab kamar Kami berhadap-hadapan. Ahh apakah dia melihatku. Mau di letak dimana wajahku ini. Siapa lelaki itu. Memikirkannya membuatku pusing. Aku beranjak kemeja belajarku untuk mengerjakan tugas-tugas atau hal lain yang membuatku lebih tenang, tapi pikiranku terus membayangkan tubuh lelaki tadi. Bahkan tanpa sadar pena ini mala mencoret-coret bayangan yang kulihat tadi.
__ADS_1
"Ahhhhh Aku benar-banar sudah gila". Jeritku dalam hati setelah melihat hasil coretan penaku sempurna menggambar lekuk tubuh lelaki tadi. Aku menutup buku itu dan berjalan menuju balkon kamar. Ku nikmati sensasi semilir angin yang berlalu. Aku menarik nafas dan menghilangkan penat. Pemandangan dari balkon memperlihatkan halaman belakang rumah ini yang dipenuhi dengan taman dan kebun anggur Bunda. Kulihat dari atas Bunda sedang duduk dengan design-designnya. Ahh Bunda memang wanita sempurna. Punya Ayah yang begitu mencintainya, punya anak lelaki yang selalu dibanggakan, dan sekarang pastinya punya Aku dong hehe. Bunda melihat kearahku dan tersenyum. Aku pun membalas senyumnya. HPku berdering ternyata ada pesan masuk dari Bunda yang menyuruhku untuk mandi. Haha Aku lupa menjadi bagian dari keluarga orang kaya tentu saja Aku harus membuat diriku layak di keluarga ini. Aku pun bergegas masuk kembali.
Kulihat jam dinding masih menunjukkan pukul 3 siang. Daripada pusing-pusing Aku memilih untuk mandi. Dikamar mandi aku terus terbayang-bayang tubuh lelaki tadi. Begitu putih dan membentuk kotak-kotak. Nyaris seperti tubuh seorang Atletis. Ahhhh Setan apa yang merasukiku. Mengapa Aku jadi seporno ini. Aku mempercepat mandiku dan berganti pakaian. Adzan Ashar berkumandang Aku pun segera menunaikan solat. Aku berdoa kepada Allah untuk selalu memberikan kebahagiaan pada keluarga Ini.
Sehabis Ashar Aku bergegas keluar kamar untuk turun.
Sebelum keluar Aku teringat untuk meletakkan mainan pintu yang telah kubuat sewaktu di asrama kemarin. Ditengahnya kuselipkan Fotoku bersama Ayah dan Bunda yang telah kucucikan dan diberi bingkai dari bahan plastik. Aku pun membuka knop pintu dan membalik badan untuk bisa menempelkannya. Aku mencari sudut dari angle yang pas agar posisinya sempurna. Aku pun memakai gaya ala-ala fotografer membentuk segiempat tanganku. Ya sempurna. Aku pun mundur untuk melihat lebih jelas mainan pintu ini. Hingga Aku tak sadar membentur pintu kamar dibelakangku. Tapi tiba-tiba pintu ini mala terbuka badanku pun oleng.
Dia segera membantuku berdiri, ah wajah ini. Mengapa Aku sampai lupa Ingatan. Wajah ini begitu familiar. Tapi Aku lupa dimana Aku pernah melihatnya.
__ADS_1
"Siapa Kamu?". Tanyaku. Dia bukannya menjawab pertanyaanku mala menarik tanganku dan setengah menyeretku. Dia mencengkram tanganku.
"Aww sakit. Lepaskan Aku!". Jeritku sambil mendorongnya namun tenagaku kalah jauh darinya. Dia terus menyeretku.
"Hei lepaskan! Siapa Kamu?". Bentakku sambil memukul dirinya namun tetap saja dia menyeretku bahkan sekarang lebih parah sebab Kami berada di tangga. Tetap saja Ia semakin menyeretku.
Aku tak tau entah kemana dia mau membawaku. Ini benar-benar sakit. Setelah melihat wajahnya semakin lama Aku baru ingat. Dia adalah lelaki yang selalu menatap sinis diriku dari tadi pagi. Siapa dia. Mengapa dia bisa disini. Apakah dia? Ahh apakah dia putra Bunda.
***Sasha POV End
__ADS_1
Hai Guys selamat membaca. Semoga kalian suka🙏🏼😇***