Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Opname


__ADS_3

Keringat dingin mengucur peluh di kening gadis malang itu. Inara tanpa henti mengilapnya dengan handuk kecil yang sedikit dibasahi. Sudah 3 hari anak gadis yang dirawatnya tak kunjung sadarkan diri. Belum lagi putranya Davin yang sampai sekarang masih berada diruangan ICU, juga belum sadarkan diri. Operasi pencangkokan sumsum tulang belakang yang dilakukan telah berjalan dengan lancar. Namun di sayangkan karena usia yang masih sangat muda. Kedua pasien akhirnya belum sadarkan diri. Mengingat sangat banyak darah yang harus dikorbankan. Inara hanya bisa berharap pada Yang Maha Kuasa.


Syailendra tak kalah khawatirnya dari Inara. Sebab nasib cucu kesayangannya belum jelas sekalipun operasi berjalan dengan lancar. Setiap hari dia terus memantau datang ke Rumah Sakit hanya untuk memastikan cucunya baik-baik saja. Ia berjanji pada dirinya akan menerima Sasha sebagai bagian dari keluarga besar Syailendra bila cucunya dinyatakan sembuh setelah operasi ini. Setidaknya setelah 8 Tahun. Davin memilik pendonor yang cocok dan kini telah berhasil melakukan operasi pula. Baginya Davin adalah penerusnya. Penerus dari semua aset kekayaannya. Ya Indra adalah anak lelaki pertamanya tentu saja cucunya akan menjadi The Heirs satu-satunya. Dia akan melakukan apapun demi cucunya. Namun disayangkan karena sibuknya Indra dan Inara ia harus melihat sang cucu tumbuh dari kurangnya perhatian orangtuanya. Dengan begitu Syailendra menumpahkan segala bentuk kasih sayangnya yang berlebihan pada cucunya itu.


"Pak Syailendra". Sapa Dokter Hartono.


"Dokter bagaimana perkembangan cucu Saya?". Tanya Syailendra khawatir sebab sejak sejam yang lalu ia datang lampu ruangan ICU tempat cucunya berada berwarna merah menyala.


"Kami sudah berusaha....". Jawab Dokter tertahan dan ragu.

__ADS_1


"Jangan sampai membuatku tidak senang Hartono!!!, atau aku akan mengambil semua sahamku di Rumah Sakit ini". Ancam Syailendra dengan lototan yang mengerikan hingga membuat Dokter Hartono begidik ngeri dengan ancaman itu. Ya 60% saham Rumah Sakit ini atas nama Syailendra. Pasto dia tidak main-main untuk cucu pertamanya.


"Maafkan kami, Davin. Cucu anda Koma". Tegas Dokter Hartono menjelaskan.


Syailendra mengangkat tongkatnya dan hampir memukul Dokter Hartono bila saja para suster tidak berteriak dan membuat Indra lari menghentikan tongkat itu.


"Papa!!! Apa yang Papa lakukan?!!". Teriak Indra. Namun Syailendra tidak berdaya menyahutnya. Ia hanya mencoba berdiri menampung bobot tubuhnya agar tidak tumbang. Lalu mencoba berjalan memasuki ruang ICU.


"Dokter! Davin?". Tanya Indra yang belum mengetahui apa yang menjadi penyebab Papanya sampai hendak memukulnya. Ia sadar pasti ada yang tidak beres dengan kondisi anaknya.

__ADS_1


"Maaf Davin Koma Pak". Jawab Dokter lesu.


"Apaaaa??? Anakku Koma". Brughhh... Inara pun jatuh pingsan tepat dibelakang suaminya yang tak menyadari keberadaannya sejak ia melerai Papanya tadi.


"Maafkan Kami Pak, Suster ayo bantu Pak Indra!". Tegas Dokter Hartono panik.


Indra hanya bisa menahan tangisnya. Dia bingung sebab Istrinya yang tiba-tiba pingsan padahal kaget nya akan berita Koma anaknya belum habis tecerna oleh tubuhnya. Ia benar-benar lelah, namun bila bukan dia yang kuat untuk keluarganya. Siapa lagiii ;(


Ihhh Readerss :(

__ADS_1


Davin Koma Nihhhh. Gimana juga ya Nasib Sasha :(


__ADS_2