
Hari telah berlalu. Indra telah pulang kerumahnya dan tentu saja Inara menceritakan apa yang terjadi. Indra sudah pasti emosi dan segera memarahi Davin. Namun Davin saat itu juga segera pergi dari rumah bersama mobilnya. Hal ini membuat keadaan rumah menjadi semakin kacau. Sasha yang infusnya telah dicabut masih harus beristirahat total dan membuatnya tidak masuk sekolah selama 2 hari. WargaNet sekolah tentu saja heboh dibuatnya. Yang paling heboh tentu saja teman baru Sasha siapa lagi kalau bukan Vino. Ya Vino dari hari pertama sudah sangat kecarian. Sampai Vino mendatangi kelas Sasha tidak juga Ia jumpai. Ia merasa bodoh karena lupa meminta nomor Handphone Sasha. Dan sialnya semua anak sekolah tidak ada yang memilikinya. Hanya sosmed yang ada tapi Sasha yang sedang beristirahat total tentu saja tak memperdulikan apapun kecuali kesehatannya. Ia tak ingin berlama-lama sakit dan menyusahkan Bunda dan Ayahnya. Vino yang tentu tau dimana rumah Sasha siang itu nekat mendatangi rumahnya. Ia penasaran pada wanita yang menghilang selama berhari-hari itu.
"Assalamualaikum". Vini mengucap salam. Kini Ia telah sampai dirumah Sasha tinggal. Ia menekan Bel rumah.
"Walaikumsalam, Kamu siapa ya?". Jawab Bik Inah membuka pintu.
"Ah saya Vino, temennya Sasha sekolah m Sashanya ada?". Tanya Vino gugup.
"Oh non Sasha sedang sakit. Sepertinya belum bisa untuk ditemui karena sedang istirahat". Jawab Bik Inah.
"Ah sakit. Sakit apa ya kalau boleh tau?" Tanya Vino kembali gugup dan panik. Dia memang belum lama mengenal gadis itu namun melihat perangai Sasha entah mengapa membuat hatinya tertarik. Tertarik dalam arti ingin mengenal lebih jauh Sasha sebagai seorang teman mengingat disekolah dia adalah anak baru yang bahkan belum mempunyai banyak teman.
"Non Sasha ya sakit kemarin di infus". Jawab Bik Inah yang tidak mau jujur menceritakan penyebab Sasha sakit.
__ADS_1
"Maaf ya den, sudah dulu. Nanti saya dimarahin nyonya. Pokoknya non Sasha tidak boleh diganggu dulu". Ucap Bik Inah tanpa basa-basi menawarkan Vino masuk.
"Ah iya Bik. Hehe saya titip salam ke Sasha ya". Ucap Vino dengan senyum pahitnya. seraya berkata didalam hati "Pembantu saja sok belagu". Ya sebenarnya Bik Inah tidak mendapatkan pesan larangan dari Inara tapi membiarkan istirahat Sasha terganggu membuatnya tidak tega. Sebab saat Sasha disiksa Davin dia tidak bisa membantu jadi Ia pikir inilah caranya menebus kesalahannya. Ia pun segera masuk kembali dan membuat bubur untuk Sasha. Dan membawanya ke kamar Sasha sebagai makan siangnya.
"Non ini buburnya, ayo dimakan selagi masih hangat". Kata Bik Inah sembari meletakkan nampan diatas nakas kecil disebelah tempat tidur.
"Ah Bibik. Aku ketiduran jam berpaa sekarang. Waduh Sasha belum solat ini Bi uda jam hampir jam 2 lewat". Sasha pun bangkit dan segera menuju kamar mandi untuk berwudhu dan solat. Bik Inah takjub dalam hatinya melihat gadis cantik yang begitu panik meninggalkan solat walau dalam keadaan sakit. Ia memutuskan untuk menunggu Sasha selesai solat.
"Ah sudah lumayan Bik. Makasih ya uda ngerawat Sasha". Ucap Sasha tersenyum manis. Ia pun menuju tempat tidur dan mengambil bubur itu untuk memakannya.
"Oh iya Non tadi ada yang datang katanya teman sekolah non Sasha namanya... namanya siapa tadi ya. Lupa bibik Non". Kata Bik Inah gugup karena melupakan nama teman sekolah Sasha.
"Ah benarkah. Bibi tidak ingat namanya". Kata Sasha penasaran. Namun Bik Inah mala menunjukkan wajah bersalahnya.
__ADS_1
"Yasudah Bi tidak apa-apa loh nanti Sasha cari tau sendiri". Sasha pun mencoba membuat Bik Inah lega.
"Maaf ya non". Kata Bik Inah, lalu berjalan keluar. Sasha pun heran siapa yang dimaksudkan oleh Bik Inah sebab sampai sekarang pun Ia masih belum memiliki teman dekat. Ia mencoba mencari HPnya dan membuka sosial medianya.
Tring
Tring.
Tringgggg....
Begitu banyak pesan yang masuk dan notifikasi dari masing-masing sosmednya. Hal ini membuat Sasha jadi malas membukanya dan memilih untuk tidur kembali supaya besok dia diperbolehkan Bundanya untuk kembali bersekolah. Tapi dia cukup heran karena semenjak kemarin tidak melihat bahkan mendengar suara Davin. Apa mungkin Davin minggat lagi dari rumahnya. Pikiran Sasha semakin berkecamuk mengingat Monster itu dan akhirnya terlelap dalam mimpinnya.
Like yaππΌπ
__ADS_1