
Davin POV
Pagi ini menjadi hari tersial dalam hidupku. Papa memotong uang saku bulananku. Mami mengeluh sibuk membayar denda dari sekolah karena perbuatanku. Kakek apalagi setiap hari semenjak Aku masuk SMA mulai berani memarahiku. Hah lebih baik Aku tinggal di jalanan. Aku benci pada mereka semua. Katanya Aku ini The Heirs tapi semua tentangku selalu dibatasi. Semua yang menjadi milikku dikurangi termasuk kasih sayang mereka semua. Ya sedari kecil kurasa hanya Kakek yang sangat peduli padaku, tapi semenjak Aku beranjak SMP kasih sayangnya mulai terbagi dengan lahirnya cucu-cucu yang lain. Papa jangan ditanya semenjak dipromosikan menjadi asisten manager, semua perhatiannya hanya terfokus pada loncatan karir, karir, dan hanya karir. Sementara Mami, entah hal apa yang membuatnya tak pernah 100% tulus memperhatikanku.
__ADS_1
Aku merasa hatinya selalu terbagi. Batinku amat sakit bila mengingat masa kecilku. Dimana teman-teman sebayaku tumbuh dengan kasih sayang kedua orangtuanya, sementara Aku? bahkan salah satunya pun tak kudapatkan sepenuhnya. Bukan tidak beribu kali dan berjuta cara kulakukan demi membuat 2 orang manusia ini memperhatikan diriku. Sampai pada akhirnya Aku menyerah menjadi anak baik-baik. Saat SMP Aku merubah semua pola hidupku. Bahkan Aku harus ikut Paket C Ujian Nasional sebab kelakuan nakalku. Ya Aku masih di tempat rehabilitasi saat semua teman sekelasku melaksanakan Ujian Nasional. Haha sekarang Aku malahan masuk ke SMA Favorit di kota ini. Aku tau semua itu berkat uang Kakek. Ya lelaki tua yang sibuk kehormatan itu tak akan membiarkan cucu pertamanya gagal dalam hidup. Tapi maaf Kek, bukan kehormatan yang kucari. Aku hanya ingin kasih sayang setulusnya dari orangtuaku, terutama Mami. Sakin rindunya kasih dari orangtua. Aku sampai menguji kesamaan darahku pada Papa dan Mami. Sialnya Aku benar anak Kandung mereka. Hah semua itu amat menyakitkan.
Puncak dari kemarahanku selama ini muncul pagi tadi. Dimana Aku yang sedari kecil selalu bermimpi bisa diantarkan Papa berangkat ke sekolah. Namun pemandangan yang kulihat amat menyakitkan. 3 hari lalu Aku memang sengaja tidak pulang kerumah sebab Mami baru saja membayar denda 10 juta untuk membiayai pengobatan anak kelas 1 yang sengaja kutabrak sebab mengambil wanita yang sedang ku sukai. Tentu saja Aku tidak mau pulang dan mendengarkan naskah panjang dari wanita cerewet itu. Hari ini ku beranikan untuk pergi sekolah bukan dengan niat belajar hanya saja rindu teman-teman 1 Gengku. Kulajukan mobil yang sebulan lalu dibelikan Kakek tua itu sebagai hadiah ulangtahunku. Jelas saja ini amat nyaman sebab harganya pasti memiliki banyak angka 0. Aku yang baru sampai diparkiran sekolah melihat mobil yg ku kenal sebagai plat BK Papa terparkir tepat di hadapanku. Aku yakin itu mobilnya. Aku pun segera keluar dan mencari Papa disemua koridor sekolah. Tak perlu waktu yang lama, pasti tujuan Papa ke kantor administrasi untuk biaya sekolah. Ya selama 1 semester ini Aku memakan uang sekolahku. Ahh kakiku luntai saat melihat Papa merangkul seorang gadis berseragam sekolah yang sama denganku. Hatiku panas sekali. Kuikuti mereka diam-diam sampai Aku lupa bel sudah berbunyi.
__ADS_1
"Haii. Whatsapp Bro. Lo kemana aja cuy. 3 hari Absen". Tepuk Danil dibahuku diikuti teman-temanku yang lain. Mereka sukses mengagetkanku.
"Apaan sih kalian. Suka-suka gue dong mau masuk atau gak". Aku berteriak pada mereka. Segera Aku kembali melihat Papa tapi dia sudah menghilang bersama gadis itu. Dalam hati Aku berteriak bahwa Aku akan menggebukinya dirumah nanti. Tunggu saja kamu Indra.
__ADS_1
Alhamdulilah ya. Uda sampai belasan episode nih Readers