Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Siasat


__ADS_3

"Bantuan!!!?" Teriak Shandy heran. Pasalnya ia tak menyangka murid sombong seperti Vino akan meminta bantuan padanya.


"Iya". Jawab Vino dengan senyuman penuh tujuan bagi siapapun yang melihatnya.


"Apa?". Sahut Shandy setengah kesal.


"Lo tau kan Davin. Dia Koma uda 3 bulan. Jadi gue mau minta elu sebagai ketua OSIS buat ngadain.." Kata Vino menjelaskan namun Shandy mendengar nama Davin langsung berpikir tajam.


"Galang dana maksud lo. Gak ah lo tau kali dia dari keluarga yang kaya banget. Gue gak setuju ah. Masih banyak siswa lain yang membutuhkan bantuan". Balas Shandy lugas. Tamara yang mendengar nama kekasihnya disebut pun segera mendekat.

__ADS_1


"Bukan brotherrr. Gue mau ngadain doa bersama dengan seluruh mahkluk di sekolah ini". Sahut Vino yang tak menyangka pemikiran Shandy akan seperti itu. Sebab bagi Vino terlepas dari kaya atau miskin bukankah setiap orang wajib saling membantu. Memang kalau saat ini keluarga Davin pasti tidak membutuhkan uang. Tapi tentu saja uang dalam besuk membesuk orang sakit juga diperlukan sebagai tanda turut berbelasungkawa. Ya paling tidak ada yang diberi.


"Mahkluk kepala lo. Biasa aja kali. Loh kira ada hewan disekolah ini sok segala pakai-pakai bahasa mahkluk". Sahur Shandy sambil memikirkan permintaan Vino.


"Yaelah gak usah dibahas. Sekarang gimana pendapatmu?". Kata Vino mulai bosan menghadapi Ketua yang baginya terlalu bertele-tele ini.


"Gue setuju. Sangat setuju, iyakan Shan". Teriak Tamara yang sedari tadi sudah tertarik pada pembahasan 2 orang di hadapannya ini. Tamara sangat antusias pada ide Vino. Sudah 3 bulan juga dia tak berjumpa dengan pacarnya itu. Jadi momen ini nanti akan dijadikannya alasan untuk dapat bertemu dengan Davin. Pasalnya selama ini selain keluarga tidak ada satupun yang di izinkan berkunjung membesuk Davin. Berulangkali dia juga telah memaksa Sasha yang telah diketahuinya sebagai saudara angkat Davin. Akan tetapi semua sia-sia sebab gadis itu sama kerasnya dengan dirinya.


"Oke lah. Gue setuju kita lakukan besok ini kegiatan sepulang sekolah. Gue akan ngabari pihak sekolah sekarang juga dan by the way gak papa deh besok kita buat juga penggalangan dana buat dia. Karena gue rasa 3 bulan dirawat koma di Rumah Sakit pasti juga butuh biaya yang amat besar. Nanti gue minta Tim Kreatif OSIS untuk buat Spanduk tentang kegiatan ini". Ucap Shandy tanpa mengikutkan rasa kesal dalam hatinya

__ADS_1


"Shandy lo baik banget sih". Puji Tamara.


"Oke deh Shan. Makasih ya". Kata Vino dengan senyum penuh maknanya lagi. Dia sempat heran melihat Shandy yang langsung menyetujui keinginannya begitu Tamara nimbrung. Tapi dia mencoba tak mengotori hatinya dengan pikiran irasionalnya. Sebab dia tahu bahwa teman masa kecilnya ini adalah Pacar Davin dan yang terpenting bagi dirinya adalah Sasha. Ya, dia berharap penuh bahwa Sasha akan semakin respek padanya apalagi kalau kegiatan ini nanti berhasil.


"Makasih juga ya Amara". Ucap Vino lagi.


"Isss apaan sih lo Amara lagi". Ketus Tamara sambil menepuk punggung Vino.


"Udah-udah cabut gih kalian. Selengkapnya urusan kegiatan ini gue kabarin secepatnya". Ucap Shandy yang sedikit cemburu melihat Tamara menyentuh lelaki lain didepan matanya. Dia pun segera berlalu untuk menyiapkan segala urusan kegiatan OSIS lainnya. Vino pun segera berlalu juga. Tapi lain dengan Tamara. Ia segera menghubungi teman-temannya untuk melaksanakan sesuatu yang tiba-tiba muncul dibenaknya. Entah siasat apa yang sedang direncanakannya kali ini.

__ADS_1


Like ya guys biar Saya Semangat Updatenya ya teman-teman๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰


__ADS_2