Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Leukemia


__ADS_3

Kuketuk pintu lalu membukanya. Kulihat wajah Ayah dan Bunda yang sangat gusar penuh dengan kesedihan. Aku mencoba untuk tersenyum walau kutau hasil senyuman itu pasti kecut.


"Maaf Bunda Ayah. Sasha gak sengaja dengar pembicaraan kalian. Sasha mau kok bantu Davin sekiranya hasilnya nanti cocok. Sasha mau Bunnn". Ucapku parau sambil menahan air mata. Aku tidak tahan dan langsung berlari memeluk Bunda yang duduk diatas tempat tidur. Tangis kami berdua pun pecah. Ayah menghampiri kami dan memeluk kami berdua.


"Sha, Ayah tidak ingin membebani kamu nak". Kata Ayah.


"Ayah tolong ini demi kebaikan Davin. Sasha punya riwayat hidup yang sehat kok. Apa salahnya mencoba siapa tau cocok kan Bun". Ucapku menyakinkan mereka berdua.


"Pa, tolong ya izinkan Sasha untuk diperiksa siapa tau hasilnya cocok ya Pa". Ucap Bunda memohon.


"Sha, selama ini Ayah sudah jahat padamu Nak. Ayah membuatmu terpisah lama dari Bunda. Ayah tidak ingin menambah derita lainnya Nak". Kata Ayah tidak juga menyetujui keinginanku dan Bunda.

__ADS_1


"Ayah Bunda, yang sudah lalu tidak perlu dibahas bukankah yang paling penting keutuhan keluarga kita saat ini. Davin sakit dia membutuhkan kita kan Yah. Tolong yahh". Aku terus memohon.


"Pa kita tidak mungkin membiarkan Kakek yang sudah tua harus menjadi pendonor untuk Davin kan Pa. Papa tau bahwa Kakek juga sudah penyakitan, membiarkannya menjadi pendonor hanya membuatnya semakin sakit bahkan dampak buruknya bisa saja kematian yang lebih cepat. Lagian semua keluargamu juga tidak setujukan. Siapa lagi yang akan peduli dengan Davin kita". Ucap Bunda penuh penekanan dan berdiri lalu menyentuh foto Davin yang terpajang besar di dinding kamarnya.


"Bunda sebenarnya penyakit apa yang diderita Davin?". Tanyaku pada Bunda namun Bunda seolah enggan menjawab dan memilih duduk di kursi pojok kamar.


"Sha, Davin menderita sakit leukemia nak. Dia sudah 8 tahun mengidap penyakit itu. Awalnya kami sudah mengusahakan segala cara untuk menyembuhkannya. Tapi kelalaian kami yang sibuk mencari uang demi biaya kesehatan Davin yang cukup mahal, membuat kami kurang memperhatikan perkembangannya sehingga Davin terus mengonsumsi minuman keras nak. Bahkan di saat SMP dulu dia sempat direhabilitasi karena memakai narkoba. Tentu saja obat-obat terlarang itu terus membuat penyakitnya semakin parah. Sekarang kesehatannya semakin memburuk. Dan setelah kejadian dia menceburkan Sasha ke kolam. Davin pergi dari rumah ternyata dia tidak sekolah nak. Dia hidup bebas tanpa aturan diluar, tiba-tiba kemarin kami mendapatkan telpon dari pihak rumah sakit". Kata Ayah menjawab peetanyaanku, Aku bisa ikut merasakan bagaimana sakitnya hati Ayah saat ini.


"Ayah". Aku memeluk Ayah mencoba menenangkannya, tak kusangka seberat ini cobaan yang mereka hadapi. Padahal diawal Aku mengira ini adalah keluarga kecil yang sangat bahagia. Ayah tak menahan lagi airmatanya yang sedari tadi menumpuk di bola matanya. Kini semua tangis pecah. Bunda yang duduk dipojok kamar pun masih menangis memeluk foto Davin.


"Tentu Ayah tentu. Sasha pasti akan menolongnya. Kita berdoa ya semoga saja cocok". Ucapku tersenyum berharap Ayah dan Bunda bisa sedikit lega.

__ADS_1


"Ayah sebenarnya juga cocok nak. Tapi riwayat penyakit jantung Ayah membuat keberhasilan resiko pendonoran ini kecil. Kami tidak tau lagi siapa yang bisa menolong kami nak". Ucap Ayah serak.


"Ayah tenang saja. Selagi kita tetap ikhtiar berusaha mencari dan memberikan yang terbaik buat Davin. Pasti semua akan baik-baik saja". Balasku


"Terimakasih anakku sayang". Ucap Ayah.


"Sha, kamu masih memakai seragam sekolah. Kamu baru pulang ya nak, ayo ganti pakaianmu, setelah itu kita makan siang lalu kita akan pergi kerumah sakit melihat Davin ya". Kata Bunda menyentuh pundakku.


"Iya Bunda. Tunggu Sasha ya". Ucapku lalu bergegas keluar dari kamar mereka dan menuju kamarku. Aku begitu lega bisa mengurangi beban pikiran orangtuaku.


Sore itu setelah makan siang dan bersiap-siap, kami pun berangkat menuju Rumah Sakit Kasih Ibu dikota ini. Dalam perjalanan Aku terus berdoa semoga nanti hasil tesku bisa cocok untuk Davin. Walaupun dia nakal padaku, tetap saja Aku sangat menginginkan kesembuhannya demi kebahagiaan keluarga ini.

__ADS_1


***Sasha PoV End


Hai Guys Like dong yaaa.. Sembari Doain Author cepat sembuh😥 😊***


__ADS_2