
Davin POV
Hari Sabtu ini seperti biasa jam kerja hanya sampai setengah hari. Hari ini aku berniat untuk memberikan suprise kepada Alesha. Bonus bulan ini begitu banyak berkat semangat yang Ia berikan selalu untukku sehingga kerjaan ku sangat baik dimata Bos Perusahaan Property ini. Hingga uang berlipat ganda tak menjadi masalah Ia berikan sebagai bonus kerjaku. Padahal Aku ini masih tergolong pekerja amatir. Tapi itulah perkataan orang di luaran sana. Dibalik lelaki Sukses pasti ada wanita Hebat dibelakangnya. Eeittss salah. Bukan dibelakang tapi tepatnya disampingku yaitu Istriku tercinta. Alesha Anastasia.
Mengingat jumlah uang yang masuk ke rekeningku bukan main banyaknya. Tentu saja aku harus memberi hadiah untuk wanitaku yang sangat banyak membantu hidupku agar lebih baik. Sempat Aku bingung hadiah apa yang pantas untuknya. Karena selama pernikahan sesungguhnya ini Aku bahkan belum sempat mengajaknya untuk Honeymoon ataupun makan di restoran mewah layaknya pasangan lain sebab pekerjaan yang selalu hampir lembur dan tak memberi Cuti lebih dari 2 hari ini. Ahh daripada pusing lebih baik diperjalanan pulang nanti aku pikirkan. Akupun bergegas keluar Kantor menuju parkiran. Sampai diparkiran kulihat 80% Lapangan Parkir semua terisi mobil-mobil yang kilauannya bukan main. Teringat malam kemarin Istriku berandai-andai ingin memiliki mobil seperti dulu. Yapp, ide cemerlang. Akhirnya aku bergegas mengendarai sepeda motorku menuju rumah. Tak lupa kukirimkan pesan kepada Sasha untuk bersiap-siap. Setelah sampai kerumah aku mengetuk pintu. Namun ternyata sepertinya istriku belum sampai atau jangan-jangan dia berjalan kaki pulang. Ahh ada baiknya ku jemput saja sekalian pergi. Tapi untuk memastikan Aku pun masuk terlebih dahulu kerumah memakai kunci cadangan. Kutelusuri isi rumah namun keberadaannya tak juga kudapati. Segera kuambil helm di dapur agar untuk istriku pakai nanti. Karena kami akan ke Kota pasti banyak Razia dijalan. Aku pun keluar rumah segera dan mengunci pintu. Ketika berbalik badan menuju sepeda motorku. Entah pemandangan macam apa yang kuliat. Ya, Dia istriku di sebrang jalan berlari untuk menyebrang sementara dari dekat Truk Sampah itu begitu kencang. Istriku Dia melayang di udara.
Cittttt.. Tinnnn.. Bunyi rem dan klakson Truk sangat nyaring memekakkan telinga.
__ADS_1
"Sayanggggggg!!!" Teriakku sembari berlari kencang. Oh Tuhan Cobaan apalagi ini. Mengapa harus tepat didepan mataku. Segera ku berlari menghampiri tubuhnya yang sudah terjatuh di aspal berlumuran darah. Orang-orang sekitar komplek pun ikut berlarian. Untung saja ada yang segera memarkirkan Mobilnya untuk membawa kami segera ke Rumah Sakit terdekat. Hati dan pikiranku begitu kacau. Darah ini mengapa begitu banyak mengalir. Aku benar-benar tak dapat membendung air mataku. Mobil pun melaju kencang. Kulihat kebelakang beberapa warga sibuk memukuli Supir Truk. Aku tak mau ambil pusing , bagiku itu hal yang setimpal untuknya. Yang terpenting saat ini adalah Keselamatan Istriku.
"Sashaaa, Bangun sayang, Bertahanlah.. Kita akan segera sampai." Aku menangis tak mampu melihat wajah istriku yang semakin pucat bercampur darah dimana-mana. Bahkan pakaian kerjaku yang sebelumnya berwarna putih bersih kini berubah menjadi merah.
Setiba dirumah Sakit aku terus berteriak memanggil Suster dan meletakkan Sasha Ditempat Tidur Pasien. Para Suster yang kaget mendengar teriakkanku segera berlari dan membawa Istriku ke Ruang Unit Gawat Darurat. Aku semakin panik dan tidak karuan.
"Nak, Seng sabar. Baiknya kita berdoa untuk keselamatan Sasha dan kamu sebaiknya menghubungi keluargamu serta mengganti pakaian. Ini ada pakaian kerja Bapak, Kamu pakai saja semoga muat ya". Ucap Bapak tersebut yang ternyata Pak RT di komplek Perumahanku. Sakin khawatirnya bahkan Aku tak melihat siapa yang membawa Kami ke Rumah Sakit. Aku pun segera berdiri dan mengucapkan ribuan terimakasih untuknya.
__ADS_1
"Pak RT. Maafin Saya Pak. Saya terlalu panik hingga lupa berterimakasih. Istri Saya Pak. Sasha ditabrak lari Pak". Ucapku menangis tak peduli marwahku dimana karena saat ini Aku benar-benar hancur.
" Tidak apa-apa Nak. Ayo segera ganti pakaianmu. Agar tidak amis. Biar bapak yang disini dahulu." Kata Pak RT sembari memberiku baju kemeja putihnya. Mungkin ini pakaian Dinas dikelurahannya.
" Terimakasih Pak. Tolong bantu saya ya Pak". Ucapku segera dan mengambil baju yang Ia beri. Segera ku menuju kamar mandi terdekat dan berganti pakaian. Pakaianku ini benar-benar bau amis karna semuanya penuh darah Sasha. Aku kembali menangis mengingat Istriku. Aku bahkan lupa menelpon Mami Papi tentang ini. Segera aku keluar dan menelpon mereka. Sumpah serapah Mami segera memenuhi rongga Otakku sebab sangat menyakitkan. Tapi tak masalah untukku. Kumatikan telpon setelah kuberi tau Mami alamat Rumah Sakit ini dan bergegas kembali untuk melihat Sasha.
Hai Jangan lupa DiLike😊
__ADS_1