
Sasha POV
Aku Sasha, menuju kelas 3 SMA. Dulunya sebatang kara sekarang telah punya orangtua. pastinya aku sangat bahagia. Kamar yang telah disiapkan oleh Bunda sangat besar. 3 x lipat dari kamar Asrama. Dilengkapi Ac dan kamar mandi yang ada Bath Up serta meja belajar yang dilengkapi Laptop. Wahh apa ini yang namanya Upik Abu jadi Cinderella. Kalau begini Aku tinggal menunggu sang Pangeran. Hihi Aku tertawa dalam hati. Aku melompat ketempat tidur. Sumpah ini lembut banget sih kataku dalam hati. Aku benar-benar sangat senang. Walau kehidupan di Asrama dulu sangat nyaman. Tapi hidup berdampingan dengan keluarga pasti jauh lebih enak. Ya itu prasangkaku.
"Non Sasha, Monggo turun kebawah ditunggu Tuan dan Nyonya buat makan malam". Suara pintu dibuka dan suara wanita itu mengagetkan diriku yang sedang bermimpi jadi Cinderella.
"Hehe iya Bu". Jawabku tersenyum cengir padanya.
"Panggil Bik Inah aja Non". Kata Ibu itu yang meminta dipanggil Bik Inah. Mungkin dia pekerja rumah tangga disini.
"Siyap Bik. Perkenalkan Aku Sasha, anak Asuh Bunda dan Ayah". Kataku berdiri dan memperkenalkan diri.
"Ihh geuliss pisan Kamu Non, sudah ayo turun". Ucap Bik Inah memujiku. Aku pun mengikutinya turun ke lantai satu menuju arah dapur. Rumah ini besar dan nyaman. Aku pasti bisa beradaptasi dengan cepat. Aku sampai diruang makan. Ayah dan Bunda telah menungguku. Kami pun makan dengan segera. Bunda menaruh semua jenis laukpauk kedalam piringku. Aku sangat heran padanya. Apakah dikiranya Aku sanggup menghabiskan semua makanan ini.
__ADS_1
"Ayo makan Nak. Makan semua dengan lahap. Kamu harus banyak makan biar cepat besar". Ucap Bunda dengan penuh semangat.
"Iya Nak. Kamu harus makan semua makanan 4 sehat 5 sempurna. Apapun yang Kamu ingin makan bilang saja ke Bik Inah, nanti pasti dibuatkannya". Kata Ayah menambahi. Aku pun tersenyum. Kami pun makan bersama-sama. Disela makan Aku pun kepikiran sesuatu.
"Ehh ehh hunda Agah. Bendar daeh". Ucapku dengan mulut yang penuh.
"Ada apa Nak. Ada lauk yang kurang atau kurang Kamu suka?". Tanya Bunda heran. Aku pun segera minum dan menelan makananku.
"Bukan Bun. Makanannya enak. Tapi Aku teringat bukannya Bunda bilang Bunda punya anak lelaki yang seumuran dengan Sasha. Kemana dia kok tidak ada?". Tanyaku pada Bunda.
"Sasha ada saja, Bunda kira apaan tau, sudah ayo lanjut makan, Kamu tambah ya ini ayam goreng a nya". Kata Bunda sembari menambahkan lauk pauk lagi dipiringku. Oh Tuhan beginikah cara hidup orang kaya. Makan sebanyak-banyaknya. Aku di Asrama bahkan hanya makan 1 jenis lauk pauk disertai sayur mayur. Itu pun dijatah untuk setiap orang. Aku benar-benar bersyukur.
Sehabis makan Kami semua berkumpul diruang keluarga. Kalau menurutku ini mah bioskop kecil. TV-nya besar sekali. Seperti seperempat dari layar bioskop yang baru sekali kutonton pada perpisahan SMP 3 Tahun silam. Bundk sedang memotong-motong Buah dan Ayah menonton TV sembari meminum Kopi yang sangat hitam menurutku.
__ADS_1
"Ah ya Pa, Sasha mulai besok sudah bisa masuk sekolah kan?". Ucap Bunda. Ya betapa bodohnya Aku. Hampir saja sebab semua kemewahan ini membuatku lupa akan Sekolah.
"Iya Mi, Papa uda daftarin Sasha dari jauh hari, cuma ya kalau Sasha masih letih atau mau istirahat dan cuti sekolah dulu ya gak papa. Gimana sha?" Tanya Ayah padaku.
"Sekolah aja deh Yah. Sasha gak mau ketinggalan dan ngulang banyak mata pelajaran. Sekalian Sasha juga ingin beradaptasi dengan lingkungan Kota ini". Jawabku tersenyum pada mereka yang kini telah sah kupanggil Ayah dan Bunda.
"Oke kalau itu mau Sasha Besok Ayah anterin Kamu sekolah Perdana di sekolahan barumu". Kata Ayah dengan tawaran menggiurkan itu bagiku.
"Kalau besok sekolah ya Kamu naik gih ke atas Nak, biar besok Bunda bangunin Kamu ya". Tambah Bunda dengan ramah.
"Siap Komandan". Jawabku pada Ayah dan Bunda. Aku pun segera berlalu meninggalkan mereka diruang keluarga itu. Hahh lelah juga naik tangga disini. Padahal di Asrama aku selalu naik turun tangga. Dasar Aku orang kaya kemaruk hehe. Batinku tertawa geli melihat ulahku sendiri.
Aku jelas saja tak bisa tidur. Membayangkan jadi Anak baru membuatku gugup tak karuan. Padahal ini masih malam dan Aku belum melihat sekolah baruku. Lambat laun kuingat lagi semua kenangan hidupku yang dulu di kota sana. Aku menangis dalam haru mensyukuri semuanya. Dalam tangisku, Aku pun tertidur lelap.
__ADS_1
Hai Guys Jom Bobok. Author uda ngantuk nih lembur buat nyiapin Episode baru. Jangan lupa Dilike😉