
Malam ini Aku pulang sangat larut. Aku masuk ke dalam rumah. Rumah telah sepi. Mungkin Mami Papa sudah tidur. Aku menaiki tangga menuju kamar. Kulihat pintu kamar Sasha sudah tertutup tapi suara apa dipojok ruangan. Bukankah ini sudah sangat larut. Apa wanita itu masih menonton TV. Gila saja kalau iya. Gadis lemah begitu apa mengenal kata begadang. Aku pun mendatanginya. Ruang TV itu terletak di lorong kamar Kami. Ya benar saja TV ini masih hidup. Kulihat Sasha malahan tertidur di Sofa.
"Dasar gadis sialan ini". Ucapku pelan. Apa dia mau membuat tagihan listrik rumah ini bengkak. Sudah diasuh tidak tau diri. Aku mencari remote, ternyata remot itu ada ditangan Sasha. Ahh menyusahkan saja. Aku pun menunduk untuk mengambil remote itu. Tanpa kusangka tangan Sasha mala menarikku. Aku pun jatuh dan **** tubuhnya. Ah tepatnya kepalaku kini berada diatas wajahnya. Dan sialnya bibirku mala menempel padanya. Kurang ajar. Tapi apa ini. Bibir ini mengapa begitu kenyal. Aku ingin segera bangkit tapi bibir Sasha benar-benar membuat hatiku berdesir nyaman. Ahh sialan, Aku tak boleh begini. Saat Aku akan bangkit, Aku begitu kaget karna Sasha membuka matanya. Tapi bukannya marah dia mala menatapku dan berbalik badan mencari posisi nyaman kemudian tidur lagi.
Haahhh.. Syukurlah. Jantungku berdetak tak karuan. Aku kembali ke kamar dan membiarkan Sasha tidur di sofa itu. Aku terbaring dan merasa kesal. Mengapa Aku begitu ceroboh. Aku mala berciuman dengan wanita yang sangat kubenci. Aku telah mengkhianati diriku sendiri dan Tamara. Ahhhhh Aku menarik rambutku sebab kegelisahan hati ini. Aku sangat menyesali kejadian tadi. Tapi mengapa hatiku tak berhenti berdetak. Aku benar-benar tak menyangka hal ini akan terjadi. Aku sangat jenuh memikirkannya hingga akhirnya Aku tertidur.
***Davin POV End
***~
__ADS_1
Pagi itu hujan mengguyur Bumi. Semua pepohonan telah basah. Bahkan burung terbang pun terjatuh tak sanggup melawan air yang jatuh dengan kecepatan tak kasat mata itu. Tentu saja hal itu membuat Sasha bingung untuk pergi kesekolah. Indra pergi keluar kota amat Fajar sekali. Sementara Inara telah pergi kekantornya sekaligus dengan suaminya tadi karena akan ada rapat dadakan pukul 7 pagi. Jadi untuk menghindari macet Inara memutuskan untuk sekalian ikut mobil Indra. Kini harapannya hanya pada Davin. Namun sejak subuh hingga pukul 7 ini batang hidungnya tak kunjung kelihatan. Sasha terlalu takut untuk mengetuk pintu kamarnya. Tapi demi berangkat sekolah Ia pun memberanikan dirinya. Kini Sasha telah berdiri tepat didepan pintu Kamar Davin. Ia pun mulai hendak mengetuk. Namun baru saja tangannya sampai di pintu. Tiba-tiba pintu terbuka. Sasha terkejut hingga mundur beberapa langkah.
"Woy apaan sih lu! Udah ayo buruan". Davin membentak Sasha. Dia pun tak berdaya dan mengikuti langkah Davin ke bagasi.
"Eh lu duduk dibelakang deh". Seru Davin.
"Uda buruan dibelakang gak. Gue mau jemput pacar gue. Lu tau diri dong posisi lo". Davin kembali membentak Sasha. Tentu saja kata-kata Davin sangat membuat hati Sasha mendenyut. Sasha pun duduk dibelakang dan hanya diam sampai saat Tamara masuk kedalam mobil.
"Eh anak pembantu, bau banget sih loh, bau bumbu dapur". Sapa Tamara pada Sasha dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Eg pacarnya Davin. Lo kira lo wangi banget ya? Gito lo masuk gue mala ke cium bau kemenyan tuh". Balas Sasha mengejek. Ia benar-benar tidak takut bila dirinya diusik duluan.
"Apa? Kurang ajar loh. Sayang gue mau dia turun atau gak kita putussss". Ancam Tamara pada Davin. Davin pun bingung seketika. Tapi dia tak berani mengambil resiko kehilangan Sasha.
"Ah hujan juga sudah berhenti kok, sesekali dia berjuang masuk sendiri kan gak papa ya". Batin Davin masuk mode jahat.
Davin pun memberhentikan mobilnya dan membuka automatis pintu mobilnya. Sasha cukup tau diri dengan pilihan yang diajukan Tamara pada Davin. Akhirnya dia turun dan menepi ke pinggir jalan. Mobil Davin pun berlalu dengan cepat. Kini Sasha kebingungan. Ia belum begitu Familiar dengan kota ini. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan ke arah mobil Davin tadi berlalu.
Kasihan ya Si Sasha guys 😥
__ADS_1