Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Salah Paham


__ADS_3

Plakk..Ahh tamparan ini membuat telingaku berdengung. Rasa sakitnya lebih dalam dari sakitnya hati ini. Aku membalasnya tersenyum. Kulihat Mami membantu gadis itu berdiri. Haa apa-apaan Mami. Bodoh sekali mau membantu. Tunggu saja Mi saat dirimu mengetahui siapa gadis sialan itu.


"Davin!! Mengapa Kamu sekejam ini Nak". Mami memelukku dengan uraian airmatanya. Ah apa ini lebay sekali. Kau akan berterimakasih padaku nanti Mami. Mami terus memeluk dan membelai pipiku yang sangat kebas. Aku benci sentuhannya ini. Segera kudorong dia.


"Mam, Kamu mau tau mengapa Aku seperti ini ha!!!?". Bentakku membuat tubuh Mami berguncang menahan tangis.


"Davinnn!! Sopan sedikit Kamu!!". Bentak Papa hendak menamparku lagi namun ditahan oleh Mami.


"Heh Pria sok suci. Kamu tidak merasa berdosakah pada Mami ha?!!". Bentakku juga.


"Apa maksudmu ha?". Tanya Papa. Segera saja kutunjuk gadis yang diantarkannya kesekolah tadi dengan daguku.


"Ada apa dengan Sasha Nak?". Ucap Mami parau dengan linangan air matanya yang semakin menjadi. Tapi mengapa Mami mengenalnya.


"Ada apa dengannya ha?". Bentak Papa.


"Ahahaha. Papa Kamu bertanya ada apa? Hei dengar baik-baik. Aku melihat semuanya!!!, Aku melihat bagaimana kamu merangkul anak ini". Aku berjalan menuju gadis itu dan menunjuknya. Dia terlihat ketakutan dan semakin melangkah mundur.

__ADS_1


"Pa!! Aku anak kandungmu sudah berumur 18 tahun tapi pernahkah Kamu mau mengantarku sekali saja kesekolah ha!!! Pernahkah??". Tunjukku pada Papa yang sukses membuat wajahnya merah menahan amarah.


"Kamu dengan mudahnya mala membawa anak ini masuk kesekolah bahkan menempatkannya dikelas yang sama denganku". Ucapku parau. Ya kali ini Aku tak bisa menahan emosiku. Bola mataku berlinang, namun harus kutahan. Tak ada satupun buliran airmata yang akan tumpah sebab mereka.


"Kamu tega Pa. Kamu bahkan sekarang membawa gadis ini kerumah. Hahahaha Kamu selingkuh diluar sana dan membawa anak haram ini masuk kerumah Mami".


Plakkk.. Kali ini tamparan itu berasal dari Mami.


"Hei Wanita tua. Kau menamparku padahal Aku telah sudi memberitahumu bahwa Suami tercintamu ini selingkuh diluaran sana dan sekarang membawa anak selingkuhannya pulang". Ucapku dengan intonasi yang sangat cepat. Hal itu membuat Mami menangis.


"Heiii cukup. Kamu Davin. Kamu Anaknya Bunda dan Ayah. Tapi mengapa kamu berlaku tidak sopan pada mereka". Ucap gadis sialan ini mendorong tubuhku kebelakang. Apaa dia mendorongmu. Apa dia memanggil Ayah dan Bunda. Apaa..


"Hai gadis sialan. Hai orangtua resek. Bahkan sekarang anak ini memanggil kalian Ayah Bunda!! Wahahahhahah". Tawaku semakin nyaring.


"Dav, dengar Nak. Kamu salahpaham. Dia Sasha Nak. Dia Anak Asuh Mami dan Papa". Ucap Mami sesegukan.


"Apa?? Ahahaha Anak Asuh. Pliss Mommy Don't be Idiot". Aku tertawa menjadi-jadi. Papa menarikku keruang kerjanya tak jauh dari teras belakang. Aku pasrah. Pasti dia hanya ingin memukuli diriku lagi seperti sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Kulihat Mami menyuruh gadis itu naik keatas dan Ia segera menyusul Kami. Papa melemparku di sofa ruangan ini. Aku pasrah saja tak melawan. Kulihat Mami berlari memelukku.


"Ah pelukan ini. Mengapa tak kau berikan sedari dulu Mi". Batinku berteriak. Ini benar sangat memilukan dadaku.


"Dav, Papa minta maaf telah menamparmu Nak. Papa tau itu salah. Tapi sungguh Kamu salah paham. Papa mencintai Mamimu, tak akan mungkin Papa berkhianat. Sasha bukan anak Selingkuhan atau apapun yang Kamu pikirkan. Dia benar adalah anak asuh Kami. Dia adikmu Dav". Ucap Papa yang kuketahui inilah versi bersalahnya. Tapi aku benci kata adikmu dalam kalimatnya.


"Sayang. Maafkan Kami telah membuatmu salah paham". Ucap Mami parau. Ia terus membelaiku.


"Maafkan Kami Nak". Kata Papa sekali lagi.


"Jelaskan semuanya tanpa kebohongan". Ucapku datar. Mami pun mulai duduk dan menghapus airmatanya.


"Baik Nak, Mi ayo ceritakanlah semuanya. Dav berhak untuk tau". Kata Papa memerintah Mami.


Akhirnya semua rentetan cerita panjang itu dimulai dan selesai begitu lama. Aku bahkan tersentuh mendengat cerita awalnya. Walau begini Aku masih manusia. Tapi tiba diakhir cerita Aku mulai sangat emosi. Berarti selama ini gadis itulah yang membuat Mami tampak depresi dan membuatnya membagi cinta seorang Ibu yang seharusnya jadi milikku seutuhnya. Baiklah Aku simpan cerita ini, tapi jangan salahkan Aku kalau semakin membenci gadis itu. Baiklah Sandiwara dimulai.


Davin POV End

__ADS_1


Wahh jangan dicontoh ya si Davin. Jahat pisan sama orangtuanya. Ojo ditiru🤔


__ADS_2