
Indra POV
Aku percaya dibalik setiap musibah yang melanda, selalu aja hikmah setelahnya. Itu keyakinanku dari dulu. Namun kini aku gentar. Kurasa baru sebulan lalu Aku bahagia akan Rumah tangga anakku Davin yang sudah membaik bersama putri asuhku Sasha. Kini dirinya ada dihadapanku. Terkulai lemas tak berdaya. Kulihat Davin kelelahan menangis sejak siang tadi. Hah anakku ini dulunya seorang jagoan. Babak belur hampir koma juga tiada buliran air mata dikeluarkannya. Namun kini menjadi cengeng sebab seorang wanita. Entah mengapa aku bahagia. Sempat Aku menyesal karena telah memukul habis dirinya tadi. Sebab selalu semua masalah yang menimpa Sasha selalu disebabkan oleh dirinya. Kuamati diri kedua anakku ini pekat-pekat. Andai sedari kecil mereka telah hidup bersama pasti semuanya akan lebih mudah.
Ahh ya gadis malang ini, mengapa selalu ada musibah yang menerpamu nak. Ayah takut kamu pergi secepat ini. Ayah begitu kaget mendengar perkataan Bunda bahwa Davin menelpon Kamu kecelakaan dan masuk rumah serba putih ini. Ayah takut kamu meninggalkan Kami semua nak. Ayah begitu menyayangimu Sha. Puluhan tahun lalu Ayah sudah sangat berdosa sebab menjauhkanmu dari sisi Bunda nak. Ayah tidak berpikir jernih telah menelantarkanmu di luar kota. Ayah pikir Bundamu telah mengkhianati Ayah nak. Bahkan Ayah sempat meragukan Davin darah daging Ayah. Ahh semua sangat menyakitkan. Semua hanya tinggal andai-andai saja nak. Ayah telah berdosa padamu. Tapi ketahuilah nak. Ayah sudah berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki semuanya. Ayah bawa Kamu kembali kesisi Bunda berharap hidupmu dapat lebih baik. Tetapi mala anak Ayah sendiri yang membuat penderitaan di hidupmu. Maafkan Ayah nak.
"Pa, Papa". Ucap Inara mengagetkan diriku. Lamunan masa laluku buyar. Aku pun melihat wajah Istriku.
"Pa, Mami akan pulang dulu kerumah mereka ya untuk mengambil barang-barang yang diperlukan, ini kuncinya ada dikantong jaket Davin". Ucap Mami sambil merogoh kantong Davin. Ah ya sampai lupa Sasha walaupun masih koma sudah pindah ruangan.
"Ah Pak. Saya juga izin pamit ya. Ibu sama Saya saja kebetulan rumah Saya melewati rumah Davin. Nanti Saya carikan taksi untuk beliau kembali kesini". Kata Pak RT pamit. Ya tentu saja dia pamit sudah hampir setengah hari beliau disini. Sungguh lelaki yang sangat baik hati dan bertanggungjawab pada warganya.
__ADS_1
"Oh iya Pak. Saya sangat berterimakasih atas nama keluarga Pak. Saya mohon doakan menantu Saya ya. Mami sama Pak RT saja ya Mi. Dav tertidur tidak ada yang menjaga Sasha atau Papa saja yang kerumahnya". Jawabku pada keduanya.
"Mami saja Pa. Papa mana paham apa saja yang dibutuhkan." Jawab Mami dengan angkuhnya sebab merasa tahu segalanya.
"Ya sudah. Pak RT Saya titip Istri Saya ya Pak. Mami kalau ada kendala cepat telpon Papa". Ucapku lagi.
"Iya Pa. Monggo Pak RT, Pa Mami pamit ya. Assalamualaikum". Balas Istriku sembari mencium tanganku.
"Ayo Pak. Pamit dulu ya. Assalamualaikum". Kata Pak RT menyusul Istriku.
"Pa, Mana Mami dan Pak RT?". Kata Davin duduk di sebelahku. Tentu saja membuatku kagetm Aku sedang makan sambil bernostalgia mengingat menantuku.
__ADS_1
"Sudah bangun Kamu. Mami pulang kerumahmu mengambil barang-barang untuk disini". Belum siap aku berkata Davin sibuk merogohi semua sakunya.
"Pa, Kunci rumah Davin hilang!". Serunya
"Makanya didengar dulu Papa ngomong. Mami yang ambil dari sakumu terus uda pulang sama Pak RT. Sudah ayo makan ini sama-sama. Keburu dingin makanan yang dibelikan Pak RTmu". Ucapku pada anak semata wayangku ini. Dia pun kembali duduk dan ikut makan tanpa mencuci tangannya lebih dahulu.
"Yah Papa. Ini mah uda dingin namanya." Keluh Davin
" Yang penting masih bisa dimakan toh". Jawabku sembari menahan tawa. Aku memang sering menjahili putraku ini. Walau kadang dia memang handal dan susah diatur. Tapi dia tetap putraku. Bahkan Sasha bisa memaafkannya mengapa aku sebagai Ayah tidak. Aku tersenyum menatapnya. Kulihat lagi Sasha sembari berdoa lagi didalam hati.
"Nak semoga Kamu segera bangun dan makan Nasi Padang bersama Papa".
__ADS_1
***Indra POV End
Hai Guys. Plisss dukung Author ya. I love you😘***