Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Sialan


__ADS_3

Davin POV


Pagi ini Papa dan Mami berangkat kerja pagi sekali. Aku tentu saja sudah terbiasa, sedari ku kecil mereka memang begitu. Kerja, kerja, dan kerja. Tidak pernah memperhatikanku. Aku sebenarnya sangat malas pergi sekolah hari ini. Tapi Tamara memintaku untuk menjemputnya. Lagian cewek sialan itu siapa juga yang akan mengantarnya. Mang Diman sudah kembali kerumah Kakek tentu saja dirumah ini hanya ada mobil Papa yang sudah dibawanya pergi kerja. Naik Bus sekolah dia belum ngurus kartu. Hah yasudalah kali ini Aku akan berbaik hati untuk sekolah. Ya tiba keluar pintu dia sudah ada didepanku. Dasar wanita aneh. Kami pun melaju bersama sebelumnya Aku menjemput Tamara. Tapi benar-benar memuakkan. Wanita-wanita ini mala berantem dengan egonya masing-masing. Hingga akhirnya Tamara memintaku untuk menurunkannya dijalan. Aku bila disuruh memilih ya pasti akan membela Tamaraku. Setelah menurunkannya Aku pun melaju kembali menuju sekolah. Sebenarnya kasihan juga anak itu tapi demi tujuanku membuat hidupnya merana apapun akan kulakukan.


"Hei jangan bilang Kamu lagi mikirin dia ya beb". Ucap Tamara mengintimidasi ku.


"Apaan sih yang. Ya enggaklah Aku hanya sedang fokus menyetir". Jawabku mencari alasan. Kulihat Tamara kembali fokus dengan HPnya.


Kini Aku telah sampai di ruang kelas. Aku kembali memikirkan Sasha. Bagaimana bila dia mengadu pada Papa. Bisa-bisa Aku miskin seperti bulan lalu. Mana Kakek sedang dalam Fase melawan Pailit di perusahaannya. Pasti dia tidak mau menambahi uang sakuku untuk saat-saat ini. Tak butuh waktu lama begitu bel berbunyi dan pak Selamat masuk ke kelas. Sasha pun muncul dengan nafas ngos-ngosan. Mungkin dia berlari dari jalanan tadi, karena kalau jalan mana mungkin dia bisa masuk tepat waktu begini. Ahh Aku menyesal, tapi buat apa menyesal. Salahnya sendiri mencari ribut dengan kekasihku.


Mata pelajaran hari ini begitu menggiurkan bagiku. Ya mapel Kimia, Aku begitu semangat saat hanya pelajaran ini. Sedari kecil sering bermain di mansion Kakek, Aku dirawat oleh Adik Papa. Tante Kirana, dia seorang pelajar jurusan kedokteran. Tentu saja Aku banyak belajar darinya. Tak jarang dia membawaku untuk melihatnya praktek. Tentu saja ini dirahasiakan dari orangtuaku dan Kakek. Bila ketahuan, bisa habis tante Kirana. Namun saat ini dia telah bekerja dan berkeluarga di Ausie. 3 Tahun sekali dia pulang kesini untuk melihat keadaan Kakek. Ahh Aku merindukannya.

__ADS_1


Bel istirahat berbunyi. Sejenak kulihat Sasha. Ternyata walau begitu banyak yang memperhatikan dirinya. Tetap saja dia masih kesulitan memiliki teman. Dasar wanita bodoh, lama sekali dia berdaptasi. Aku pun berlalu menuju kantin untuk mencari Tamara. Hari ini Kami telah janjian. Bahkan Aku sengaja tak mengopenkan teman-temanku yang lainnya. Dikantin Tamara bahkan sudah menungguku dan makanan telah tersedia. Ah wanita ini semakin membuatku mencintainya. Kami makan dan bercengkerama seolah dunia hanya milik kami berdua.


"Dav, pulang sekolah nanti gue ada jadwal shopping tapi bareng teman-teman gua. Sayang gak papa kan pulang sendiri. Ya mau bawa si udik itu pun gak papa dehh". Ucap Tamara meminta izin padaku. Aku hanya mengangguk karena masih mengunyah makanan.


"Tadi pagi gue liat dia lari-lari yang, kasian juga ya. Kamu sih jahat banget. Entar dia nyuruh Ibunya masak terus ngeracunin Kamu gimana". Tamara mulai mengarang dan tertawa sendiri Aku hanya bisa cengir membayangkan imajinasinya.


Saat jam pulang sekolah tiba seperti yang Tamara mau. Dia sudah pergi dengan teman-temannya. Aku pun kini sudah diparkiran. D'Big ngajakin Aku buat nongkrong, taoi kutolak dan menjanjikan mereka untuk nongkrong nanti malam saja di Basecamp Kami, yaitu Cafetaria milik Derry. Bukannya tidak mau pergi hanya saja Aku kurang enak badan dan terlebih lagi siapa yang akan menjemput si cewek sialan itu. Kini sudah hampir 10 menit Aku menunggunya. Sialan bahkan dimenit ke 20 dia juga tidak muncul. Aku mencoba menelponnya tapi Kau lupa bahwa Aku tidak menyimpan nomornya. Sebenarnya bisa saja Aku meminta pada Papa ataupun Mami, tapi setelahnya rentetan radio rusak akan kudengar. Jadi Aku memutuskan untuk menunggunya 5 menit lagi. Aku pun memutar musik klasik di mobilku dan menutup separuh kaca mobil. Baru saja selesai 1 buah lagu. Tiba-tiba saja pemandangan menjijikkan harus terlihat oleh mataku. Dia si cewek sialan yang sudah Aku tunggu selama hampir setengah jam kini mala duduk bertengger di goncengan pria lain.


"Awas saja Kamu Sha. Lihat aja gue sebeng-sebeng moge kalian". Geramku seolah telah dikhianati.


Ya kini motor gede itu telah berada di hadapanku. Aku mencari moment yang pas untuk memberi mereka balasan. Aku tentu saja sudah menghapal jalan pulang tapi kini Moge yang membawa Sasha tidak berjalan menuju rumah tapi mala ke arah Kota. Ya benar sekali, mereka berhentj di perpustakaan umum kota ini.

__ADS_1


"Lebay sekali tuh cowok. Apa masih zaman bawa cewek ke perpus. Dasar bajingan!". Geramku mengintai mereka. Setelah mereka masuk, entah setan apa yang menghinggapi benakku. Aku mala menunggu mereka sekitar 20 menitan. Sambil menunggu Aku memesan makanan via Grab.


"Ah gegara cewek sialan itu Aku harus seperti ini. Awass saja Kamu". Ucapku sambil terus mengunyah makanan Junk Food ini. Selesai Aku makan mereka pun keluar. Aku kembali mengikuti mereka. Kini mereka berhenti di sebuah Cafe. Namun sepertinya cewek sialan itu menolak. Mereka pun kembali naik Moge dan kali ini berjalan menuju rumah.


Didepan sana Aku tau ada tikungan yang jalannya cukup rusak. Banyak kubangan Air. Aku pun bersiap-siap mengambil moment.


Flessssh.. Yap Aku berhasil membuat mereka kotor. Haha air lumpur itu menjadi makan siang mereka.


"Rasakan itu Sasha!! dirumah nanti akan kuhajar dirimu". Geramku semakin menjadi-jadi.


Likeyo😊

__ADS_1


__ADS_2