Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
S A S H A


__ADS_3

Kurang ajar!! Seruku dalam hati.


Sebegitu jahatnya kah Papa sekarang. Dia begitu tega meletakkan anaknya dari wanita lain satu kelas denganku. Kupandangi wajah gadis itu. Sekali Ia melihatku namun seperti ketakutan Ia segera melihat kearah lain. Ketakutan? hah, apakah Papa sudah memberitahunya bahwa Ia memiliki anak juga dikelas ini. Awas saja Kamu Indra, Kuhajar Kamu nanti. Batinku semakin kacau saat Bu Darna mala menyuruhnya duduk tepat didepanku menggantikan tempat duduk Cristhie yang telah pindah keluar negri.


"Bos, Bos, itu itu dia". Seru Danil semangat. Yang lain pun tak kalah semangat menunjuk dia. Itu dia. Apa maksud mereka. Ah ya Aku paham ternyata wanita inilah yang dibicarakan semua orang. Ya ya ya. Lihat saja. Aku akan membuat seluruh penghuni sekolah ini membencimu 'Anak Selingkuhan Papa'. Hati tertawa sambil memikirkan ide apa yang akan kulibaskan kedirinya.


Bel Istirahat berbunyi. Kali ini pemandangan menjijikkan terjadi didepan mataku. Semua anak heboh mendekatinya. Bahkan mungkin predikat Idola Sekolah yang hampir 3 Tahun melekat di diriku kini juga akan direnggut oleh gadis sok polos ini.


"Hah wajah begitu saja jadi incaran". Cemohku. Yang langsung mendapat tatapan sinis dari kaum pria. Aku tak ambil pusing dan menuju ke kantin bersama D'Big.

__ADS_1


"Argghhh Sial!!". Jeritku ditengah koridor sekolah menuju kantin tentu saja ini menjadi perhatian semua orang yang sedang ada disitu.


"Dav, Plis lo jangan menggila dong. Malu diliatin". Seru Dani yang langsung mendapatkan lototan mataku. Danil yang takut saudara kembarnya ini kupukul langsung menenangkan.


"Dav lo kenapa? Kita-kita kaget tau". Ucap Danil. Aku tentu tak ingin memukul teman-temanku. Aku pun mengacuhkan mereka dan berlalu ke kantin. Lagian bukan tidak ingin menjawab pertanyaan Danil, hanya saja tak mungkin Aku menjawab karena telingaku risih mendengar semua orang membahas wanita yang paling kubenci saat ini. Ya, sepanjang koridor semua murid baik laki-laki dan perempuan sibuk membahasnya. Bahkan sampai Aku pulang menuju parkiran semua orang juga masih membahasnya. Bahkan beberapa guru. Aku sangat muak. Tunggu saja saat Aku membuat malu dirinya.


Kini pemandangan aneh lagi lebih kulihat. Mang Diman, supir Papa kini mala menjemput gadis sialan itu. Ahh tidak bisa di biarkan. Aku harus segera pulang kerumah. Kupacu mobilku sekencang mungkin. Tapi kota macet ini benar-benar membuat emosiku semakin membuncah. Tiba dirumah kuparkir asal mobilku dan segera masuk. Ku banting pintu sekuat mungkin. Papa belum pulanh jadi Aku bisanya hanya mencari gara-gara dengan Mami. Setelahnya Aku berlalu ke kamarku. Saat Aku hendak berganti baju. Aku merasa ada seseorang yang mengintipku. Ah mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku pun mengambil alkohol dari kulkas dikamarku lalu meneguknya. Emosi ini entah kenapa kali ini membuatku tertidur. Aku bangun pada pukul 4. Badanku risih sekali lalu Aku mandi dan merasa lapar. Ada baiknya Aku turun untuk makan. Lagipula pasti Pria Bajingan itu sudah pulang. Aku harus memberinya pelajaran.


Dengan tergesa-gesa Aku membuka knop pintu dan tiba-tiba saja..

__ADS_1


"Arhhh". Suara lengkingan ini membuatku refleks menangkap tubuh seseorang yang hampir terjatuh ini. Ah, wanita ini. Dia kan gadis tadi. Wahh ternyata ini wajahnya. Pantas saja semua penghuni sekolah sibuk membicarakan dirinya. Ternyata benar, wajahnya sangat Cantik. Aku seperti menangkap bidadari yang turun dari khayangan. Tunggu ini salah. Segera ku berdirikan dia. Ah mengapa tidak ku jatuhkan saja tadi. Kurang ajar sekali Papa. Mengapa dia bisa ada dirumahku. Apa Papa sudah berani membawanya pulang. Oke Indra tunggu saja putrimu ini akan kusiksa didepan matamu. Tanpa ampun aku menarik dan menyeretnya kelantai 1 untuk menjumpai Mami dan Papa. Dia terus menahan dirinya tapi dengan tenagaku yang kuat ini dia sama sekali tak berdaya.


Kudengat suara Papa dan Mami dari teras belakang. Kuseret dia sampai teras itu dan kuhempaskan ke lantai.


"Awww". Serunya kesakitan.


"Davinnnnn!!!". Jerit Mami. Seketika Papa menamparku.


Like and Comment Plis ya Readers Tercinta😋

__ADS_1


__ADS_2