ISTRI KU

ISTRI KU
10


__ADS_3

Nadia melangkahkan kaki nya dengan tergesa, karna dia terlambat dari jam yang di janjikan bersama doni, sampai di tempat dimana mereka membuat janji nadia mencari keberadaan doni, dia berlari di saat dia melihat seorang lelaki yng dia rasa itu adalah kekasihnya.


''maaf aku telat ''sambil mendudukkan dirinya


''nggak papa, ''ucapnya dingin


''kamu kenapa sih semakin hari semakin berubah ''ucap nadia


''kamu yang kenapa semakin kesini kamu jarang ada waktu buat aku ''


''aku minta maaf, ''ucap nadia mengingat belakangan ini dia selalu bersama andra dan kedua orang tuanya, hal itu menyulitkannya untuk bertemu doni, apalagi jika ada kedua orang tuanya.


doni diam sesaat'' terus kamu udah cari bocoran tentang perusaan ayah kamu ucapnya


nadia menundukkan kepala nya '' maaf, aku baru memikirkan gimana caranya, karna itu nggak mudah don, ayah pasti bakal curiga kalo tiba-tiba aku ke kantor, ''


''alasan kamu aja '' ucapnya lalu berdiri

__ADS_1


''don aku bakal berusaha bantu kamu'' sambil memegang lengan doni


doni tidak menjawab, dia menepis tangan nadia yang memegang lengannya.


''mending sekarang kamu pulang, dan cari gimana caranya buat bantu perusahaan papan ku, karena semua ini akibat ayah kamu, '' ucapnya lalu meninggalkan nadia sendiri


nadia membayangkan hari ini akan menjadi hari bahagia seperti hari libur sebelum nya namun dugaan nya salah, ternyata doni masih marah padanya akibat sang ayah '' pasti ayah di pengaruhi oleh si sialan itu, '' ucapnya menyalahkan andra


nadia pulang ke apartemennya, dia bisa masuk setelah andra mengirim kata sandi yang ternyata tanggal pernikahannya , saat dia masuk dia tidak melihat keberadaan andra ,''mungkin di kamarnya, ''ucapnya'' his ngapain juga mikirin dia dimana''


perutnya yang terasa lapar karena memang dia belum makan dari tadi pagi, dia pergi ke dapur , dia melihat ada sebuah memo di tempel di kulkas yang bertuliskan'' aku udah masak dimakan yah, aku pergi sebentar''


dia membuka tudung saji di meja. dia teringat perkataannya tadi pagi bahwa dia tidak akan memakan masakan andra, tapi perutnya ini sangat lapar, " nggak masa iya aku mau jilat ludah sendiri, mending aku pesen masakan online aja "


setelah menunggu beberapa saat dia pesanannya pun tiba, dia sebenarnya sangat penasaran dengan rasa masakan yang andra buat apalagi baunya sangat lezat, tapi gengsi yang memaksanya untuk menahan keinginannya itu.


Beberapa saat kemudian andra baru saja pulang, dia melangkahkan kakinya menuju dapur dia melihat masakan yang dia masak utuh, dan melihat bungkus makanan di tong sampah, andra bisa menebak bahwa nadia memilih memesan makanan di luar di banding memakan masakannya nya.

__ADS_1


andra menghembuskan napasnya,''betapa bodohnya aku, dia juga sudah bilang bahwa jangan peduli, kenapa aku masih perduli'' ujarnya


andra melangkahkan kaki nya menuju kamarnya, dan segera membersihkan dirinya, dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya, saat dia hendak mengambil baju pintu kamarnya di ketuk, andra pun memilih untuk membuka pintu terlebih dahul,'' kenapa '' ujar andra sembari membuka pintu


nadia yang melihat andra bertelanjang dada langsung membalikan tubuhnya,'' bisa nggak kamu pake baju dulu'' ujarnya


''oke. tunggu bentar''


andra pun sudah memakai kaos rumah dan celana jeans pendeknya, mereka bicara di ruang tamu, '' kamu mau bicara apa'' ujarnya


''aku cuma mau minta, kalo aku pingin tau perkembangan kantor'' ujarnya


''maksud kamu? '' ujarnya


''ya aku pengin tau, kantor lagi kerjasama dengan perusaan mana aja, '' ujarnya


andra tersenyum kecut,'' untuk apa ? '' tnyanya

__ADS_1


''terserah aku dong, perusahaan ini juga punya ayah aku, emang salah kalo aku pengin tau'' ujarnya


''kamu nggak salah kalo kamu ingin tau, tapi kamu salah kalo kamu tanya gini hanya ingin membuat perusaan ayah kamu hancur'' ujarnya,'' sebenarnya andra tau bahwa nadia sudah di pengaruhui oleh kekasihnya itu


__ADS_2