ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 1 season 2


__ADS_3

"Hei, apa aku boleh duduk di sini? " tanya seorang gadis cantik. Jeri menoleh kemudian mengangguk.


Gadis itu menoleh setelah duduk di samping Jeri yang menatap danau.


"Jangan menatap ku" serga Jeri membuat sang gadis cepat cepat mengalihkan pandangan nya.


"Aku sering melihat mu duduk sendirian di sini, apa kau sedang putus asa? " tanya Jihan, gadis yang akhir akhir ini sering berkunjung di danau ini.


"Kau tak perlu tahu! " balas Jeri datar kemudian berlalu pergi.


"Aku akan mencari tahu" gumam Jihan menatap punggung Jeri yang semakin jauh.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini? " tanya Adam.


Jeri berjalan lurus menuju kamarnya mengacuhkan ucapan sang papa yang entah sudah berapa kali.


"Jeri!! Jeri!! Jeri! " panggil Adam mengejar putra nya hingga memasuki kamar.


"Ada apa sih pa? Jeri capek mau istirahat"


"Kamu harus sadar Jeri, dan berusaha melupakan Clara! " ujar Adam memegang bahu Jeri.


"Jeri gak bisa"


"Kamu pasti bisa! papa akan cari kan kamu calon Istri" ujar Adam meyakinkan.


"Jeri gak mau, gak ada yang bisa gantikan Clara pah! " sanggah Jeri dingin.


"Papa tahu-"


"Sudah lah pa, Jeri mau istirahat" potong Jeri mendorong Adam keluar kemudian menutup pintu dan mengunci nya.


Berjalan menuju meja yang biasa di gunakan Clara untuk belajar, jeri duduk di bangku itu menari laci dan mengambil bingkai foto kecil.


"Tak akan ada yang mampu menggantikan kamu sayang" lirih Jeri mencium foto Clara kemudian membawanya kedalam pelukannya.


"Bagaimana? " tanya Rani menatap suaminya yang baru saja memasuki kamar.


Adam menggeleng "Ia masih keke dengan hatinya"


"Kasian sekali putraku" lirih Rani mulai terisak.


"Apa kau sudah mendapatkan pekerjaan? " tanya laras pada Jihan, gadis itu menggeleng lemah, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah.

__ADS_1


"Di kantor tempat gue bekerja, ada lowongan"


Jihan yang tadinya berbaring kembali duduk menatap Laras penuh harap.


"Lo serius? " tanya Jihan memastikan.


"Iyap, besok coba aja antar lamarannya, gue yakin lo bakal di terima" ujar Laras memberikan semangat.


"Aaakkk terimaksih aras kuuuu, muahhhh"


"Ihhh jijik gue! " pekik Laras menghapus jejak cium Jihan di pipinya


"Maaf" ujar Jihan nyengir.


Keesokan harinya Jihan bangun pagi sekali, menyiapkan semua berkas yang di sampaikan Laras.


"Lo dah siap? "


"Iyap" balas Jihan antusias.


"Lets go!!! " pekik keduanya. Gadis gadis ini merupakan gadis ambyar yang tak punya rasa malu.


"Selamat pagi pak" sapa Laras pada Roni.


"Eh Laras, cepat sekali kamu tiba. " balas Roni ramah.


"Dia Jihan pak, ingin melamar pekerjaan di perusahaan kita"


"Oh bagus dong, kita kan lagi cari karyawan baru. " Balas Roni.


"Kalau begitu berikan berkas lamaran kamu, dan mulai lah bekerja hari ini" lanjut Roni lagi.


"Hu? " Jihan bengong. Semudah inikah mencari pekerjaan? .


"Kebetulan kita lagi butuh karyawan banget" jelas Roni.


"Wah bagus dong Ji, lu langsung bisa bekerja" sahut Laras girang.


"Yaudah saya kedalam dulu"


"Yap, terimakasih pak" ucap Laras dan Jihan serempak sembari menunduk hormat.


"Yey!! " pekik Jihan dan Laras bertos riah.

__ADS_1


Jihan menyelusuri kantor yang menjadi lapak tempatnya mencari nafkah.


"Hei, kita bertemu lagi" sapa Jihan pada Jeri yang tengah berdiri menunggu lift terbuka.


Jeri tak menggubris gadis yang menurutnya sok akrab.


"Hei, setahuku kemarin kau tidak bisu" sungut Jihan kesal.


"Hei!! " teriak Jihan lagi pada Jeri yang berjalan cepat memasuki Lift dan menutupnya cepat. Gadis itu semakin penasaran dan juga kesal, menghadapi pria yang sangat dingin terhadapnya.


"Rupanya kita satu tempat kerja" gumam Jihan mengulum senyum.


"Dasar Cewe aneh! " gerutu Jeri.


"Siapa? " tanya Roni yang mendengar ucapan Jeri, baru kali ini pria itu mengeluarkan ekspresi yang berbeda sejak Clara tiada. Biasanya ia hanya menampilkan wajah datar.


"Tumben wajah lo agak berubah"


"kenapa? "tanya Jeri sinis, tuh kan mulai lagi wajahnya kembali menyebalkan.


" Gue lanjut kerja ajah deh" sahut Roni meninggalkan ruangan Jeri.


"Kamu dari mana aja? " tanya Laras.


"Aku abis berkeliling, pekerjaan ku telah selesai semua, menghilang kan rasa bosan aku memutuskan untuk berkeliling" jelas Jihan panjang lebar.


"Yaudah yuk, kita makan"ajak Laras. Kedua gadis itu melenggang menuju kantin yang telah di sediakan oleh perusahaan.


" Eh lo kena marah lagi? " tanya Laras pada siti teman satu perusahaan.


"Iya, seperti biasanya CEO dalam mood kurang baik, berkas berkas gue di lempar"


Jihan yang fokus dengan makanan nya memilih hanya menjadi pendengar setia.


"Memang nya kesalahan lo apa? "


"Gue gak tahu, ada kesalahan atau nggk tetap ajah CEO mudah terpancing" balas Siti.


"Seperti apa sih CEO kita, sudah tua kah? " tanya Jihan penasaran. Kedua gadis itu menggeleng.


"Dia CEO muda, tampan, tinggi yang sebenarnya baik sih tapi pemarah" jelas Laras.


"Parah sejak ditinggal mati oleh Istri nya" sambung Siti. Jihan mengangguk paham, ia fikir CEO nya sudah tua.

__ADS_1


"Yuk sudah waktunya bekerja" ajak Laras, kedua gadis itu pun mengangguk dan bergegas beranjak dari kantin.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...


__ADS_2