ISTRI KU

ISTRI KU
25


__ADS_3

1 Tahun berlalu.


"Hei, kerja lah yang bener" teriak seseorang pada pelayanan nya.


Sontak Clara mengangguk cepat, kemudian membawa piring piring bekas pelanggan ke dapur.


Ya, pelayan yang diteriaki Tomo adalah Clara. Sejak setahun lalu Clara memilih untuk pergi jauh tanpa satu orang pun mengetahuinya.


Clara bekerja di sebuah Cafe yang tak jauh dari rumahnya. Keseharian Clara hanya bekerja dan bekerja.


"Lo kena omel lagi yah? " tanya Tina menatap Clara iba. tanpa sengaja Tina mendengar Clara yang tengah membersihkan meja di bentak oleh Tomo.


Clara hanya tersenyum pada teman barunya, ia mengenal gadis cantik nan baik hati ini, sejak bekerja disini.


"Lo tahu lah gimana pak tua itu. "


Kemudian Clara melanjutkan pekerjaannya, mencuci piring dan perlengkapan lain nya.


Pukul 16.30


"Akhirnya selesai juga" gumam Clara pelan menghembuskan nafas lega.


Clara membuka celemek nya, menggantung pada tempat gantungan yang telah disediakan di dapur.


Kemudian Clara masuk ke ruang ganti yang sudah ada Tina didalam nya.


"Lo udah selesai?. "


"Hmm." Balas Clara sembari mengganti pakaian nya.


Tina meraih tas selempang nya, bersiap untuk pulang.


"Gue duluan yah"


"Oke, hati hati yah. " Balas Clara melambaikan tangannya.


Arah rumah Clara dan Tina saling berlawanan, karena itulah Tina sering pulang lebih dulu. Terlebih lagi rumah Tina lebih jauh.


"Clara!. " Panggil seseorang ketika melihat Clara keluar dari pintu kafe.


Clara tersenyum pada Diego, Lelaki yang selama 1 tahun ini menemani nya.


Bukan menemani, lebih tepatnya mengikuti Clara kemana pun ia pergi. Sejak bertemu dengan Clara di sebuah terminal, Diego selalu mendejati Clara.


"Lo gak kerja?. " Tanya Clara basa basi, ia tahu jika Diego merupakan CEO di perusahaan nya. Jadi dia bisa kapan aja keluar dari perusahaan nya.


"Hei Nona, apakah anda tidak ingat siapa saya?. " Ucap Diego dengan nada sombong.


"Dasar pria sombong"


Clara melangkah cepat, kemudian memasuki mobil Diego tanpa permisi. Seperti kebiasan Diego, jika Clara menolak ajakannya maka Diego akan tetap kekeh hingga Clara ikut dengannya.


Diego tersenyum senang, tanpa di minta Clara sudah masuk kedalam mobilnya. Kemudian Diego pun menyusul Clara ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kemana kita hari ini?."


"Kemana ajah. " Balas Clara datar sembari memejamkan matanya.


"Sudah makan?. "


"Hmm belum. "


"Kalau begitu kita makan dulu saja. " Putus Diego kemudian melajukan mobilnya.


Menempuh perjalanan sekitar 30 menit, tibalah mereka di sebuah Restoran mewah.


Diego melirik kesamping kirinya, dimana Clara tengah terlelap di jok mobil nya.


Tanpa membangunkan Clara ia terus menatap wajah polos Clara, Entah mengapa membuat hati Diego terasa begitu nyaman.


Clara menggeliat, Diego cepat cepat memalingkan wajahnya takut ketahuan tengah memperhatikan Clara.


"Eh, udah sampai?. " Tanya Clara melihat ke luar kaca mobil.


"Lo kok gak bilang si Die. "


"Lo si nyenyak banget tidurnya. " Balas Diego.


Clara membuka sabuk pengaman nya kemudian turun dari mobil disusul oleh Diego.


Mereka pun masuk kedalam dan memesan makanan.


"Gimana hari ini, apa pak tua itu masih memarahi lo?. " Tanya Diego disela makan nya.


Dalam diam mereka melanjutkan makan nya. Clara terlihat lebih kurus dari 1tahun yang lalu. Pipi tembem nya sudah tak terlihat lagi, Wajah imut kini bermigrasi ke wajah yang terlihat dewasa dan tentu saja masih tetap cantik.


"Diego!! " panggil seseorang dengan suara yang sedikit lebih tinggi.


Sontak Clara dan Diego menoleh bersamaan, Clara menatap malas pada seorang gadis yang berjalan cepat menuju meja mereka.


"Lo lagi, lo lagi!, udah berapa kali gue bilang jangan deketin tunangan gue lagi!!!. " Hardik Lena yang mengaku sebagai tunangan Diego.


"Gue gak pernah deketin tunangan lo!!. "


Clara terpancing emosi, ia tak pernah mendekati Diego. Namun, dialah yang mengejar ngejar Clara.


"Lena stop!!!" bentak Diego.


"Kamu belain dia? "


"Clara gak pernah deketin aku tapi aku yang deketin dia. dan ingat aku gak pernah mau tunangan sama kamu. "


Lena semakin emosi, ia tak terima dengan ucapan Diego.


"Ini semua gara gara lo!!, semenjak lo deketin Diego dia jadi begini. " Tuding Lena menunjuk wajah Clara.


Sementara Clara menghembuskan nafas kasar, kemudian memilih pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Ia sedikit menundukkan wajahnya menghindari tatapan bingung dari orang orang yang juga sedang makan di Restoran itu.


"Clara!! " panggil Diego ingin mengejar Clara, namun di cegat oleh Lena.


"Mau kemana kamu?, disini ajah tante akan segera kesini. "


Tak dapat berbuat apa apa, Diego terpaksa tetap tinggal disana. Ia tak bisa melawan mamanya yang mengidap penyakit jantung.


"Dasar wanita ular, gak di sini, di masa lalu. Masih ajah gue bertemu sama wanita ular seperti mereka. "


Clara terus berjalan sembari mulutnya terus mengoceh, kesal dengan hidupnya yang selalu di penuhi masalah.


Clara tiba di apartemen nya, setelah menekan beberapa angka untuk password pintu pun terbuka.


Clara langsung menuju kamar dan membersihkan diri. Tubuh nya terasa begitu lelah, hidup sendiri tanpa siapa pun membuat nya sedikit kesepian dan hanya memfokuskan diri pada pekerjaan.


Setelah membersihkan tubuh Clara pun langsung tidur. Ia tak mau memikirkan apapun lagi.


...***...


Setahun Clara menghilang merubah hidup Jeri menjadi kacau, kesana kemari mencari keberadaan sang istri. Jangan kan ngurus perusahaan, ngurus diri saja Jeri enggan.


"Rendy, gue mohon kasi tahu gue,dimana Clara. " Mohon Jeri pada Rendy. Ia selalu berfikir jika Rendy mengetahui dimana Clara.


"Ayolah Ren kasih tahu gue. " Mohon Jeri lagi.


"Jer, gue benar-benar gak tahu. " Jawab Rendy menatap iba pada sahabatnya, sayang nya ia benar-benar tidak tahu dimana Clara.


"Lo kan dekat sama dia, gue yakin lo pasti tahu " Desak Jeri memegang bahu Rendy.


"Harus gimana sih gue jelasin Jer, gue benar-benar kagak tahu Jer. " Balas Rendy jenga, kemudian berlalu meninggal kan Jeri sendirian.


Jeri terduduk di kursi tak jauh darinya berdiri, ia tak tahu mau kemana lagi ia mencari Clara yang hilang seperti di telan bumi.


Ia sudah mengutus berbagai orang untuk mencari tahu dimana Clara tinggal, namun hasilnya masi nihil.


Merasa tak mendapat kan hasil, Jeri memutuskan untuk kembali ke kantor nya.


"Jer."


"Jeri!! " panggil Roni lagi sedikit meninggikan suaranya karena Jeri tak menyahut panggilan nya.


Jeri berjalan ke lemari samping meja kerjanya, kemudian mengambil botol minuman.


"Jangan minum lagi. " Ujar roni merampas botol minuman itu.


"Apaan sih lo, kembalikan minuman gue. "


"Lo fikir, dengan begini Clara akan kembali??" ujar Roni sedikit membentak, ia tak tahan lagi melihat kondisi Jeri yang seperti orang gila.


"Lo harus jaga kesehatan lo, urus diri lo. Jangan kek gini. "


Jeri diam, ia tak bisa berfikir lagi. Otak nya buntu, fikiran nya tertuju hanya pada Clara.

__ADS_1


"Ini, lo harus datang ke kota ini. Perusahaan lo ada yang bermasalah disana. " Jelas Roni menyodorkan dokumen pada Jeri.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...


__ADS_2