ISTRI KU

ISTRI KU
#6


__ADS_3

Seharus nya hari pernikahan adalah hari paling bahagia bagi semua pasangan di luar sana, tapi tidak dengan nadia, hari ini adalah hari paling buruk baginya dimana tepat hari ini ia harus menikah dengan seseorang yang sama sekali dia tidak kenal bertemu pun belum pernah, dia menetes kan air matanya , ntah berapa kali MUA memperbaiki make up nya yang rusak karna dia menangis.


''udah dong Mb, maka upnya luntur nih jadi nggak cantik'' ucapnya sembari tersenyum


nadia pun hanya tersenyum, '' nak mempelai pria sudah tiba, kamu sudah siap'' ucap sang bunda


''udah bunda'' ucap nya sambil terpaksa memberi senyuman pada sang bunda.


tania merasa kasihan pada putri nya itu, tapi bagai mana pun keputusan yang di buat suaminya itu tidak bisa di tolaknya.


tania menggandeng tangan putrinya turun ke bawah, ya' pernikahan ini di laksanakan di rumah dan hanya di hadiri oleh saksi dan keluarga seperti permintaan tania. bahkan sahabatnya pun tidak ada yang di beri tau oleh nadia. Nadia menatap punggung yang membelakinya menghadap penghulu, dia menatap penuh kebencian mengapa lelaki itu tidak menolaknya, alasan mengapa ayahnya tidak mempertemukan mereka berdua dulu karna ayahnya tau pasti nadia akan berusaha untuk meminta andra membatalkannya. Nadia duduk di samping andra tanpa mempedulikan lelaki di sampingnya, raut wajah yang tak ramah yang dia perlihatkan tapi tak membuat kecantikannya luntur, andra menatap nadia dia tau bahwa nadia sebenarnya menolak perjodohan ini, tapi dia juga tidak bisa menolaknya,''maaf'' ucapnya dalam hati


ijab kabulpun sudah selesai, saksi dan penghulu pun sudah pulang tinggal lah keluarga besar dimas. Dimas menatap haru sang putri, dia yakin putrinya itu suatu saat akan bahagia dengan andra walaupun mereka berawal dari di jodohkan. saat ini mereka sedang berkumpul di meja makan, tak ada obrolan semua sibuk dengan makanannya.


selesai makan dimas dan andra melanjutkan menonton tv , tania menghampiri mereka sembari membawa kopi dan camilan untuk mereka.


'' terimakasih bu'' ucap andra canggung


''ko ibu, bunda dong, '' ucap tania tersenyum


''kamu jangan sungkan , sekarang kamu itu sudah menjadi suami dari putri saya, '' ucap dimas


''iya ayah'' ucap andra


nadia yang baru saja turun ke bawah melihat mereka berbincang, dia melihat bahwa kedua orang tua nya itu sangat akrab dengan andra . dia melangkah menuju dimana mereka berkumpul , dia mendudukkan dirinya di samping sang bunda, andra menatap nadia penuh dengan rasa kagum akan kecantikan nya, sejak tadi dia belum mengobrol dengan sang istri, bahkan ia bertanya pun nadia tidak menjawabnya, dia berpikir itu adalah hal yang wajar.

__ADS_1


''sayang duduknya di samping suami kamu dong '' ujar bunda


''nadia pengin disini'' ucapnya ''bunda ayah 2 minggu lagi nadia akan kemping bersama teman sekolah nadia apa nadia boleh pergi'' ucap nya memohon


''kamu sudah punya suami, lebih baik kamu meminta izin pada suami kamu '' ucap ayahnya


nadia menatap andra seolah mengode agar andra memberi izin, ''bagaimana andra apa kamu mengizinkan dia pergi' '' ucap ayah


''ijinnin aja mas, tenang aja ada aku ko ''saut ray dari belakang sembari membawa cemilan


'' saya menginjinkannya ayah asal itu hal yang positif'' ucap andra


mereka mengabiskan waktu untuk mengobrol, tak terasa waktu sudah larut malam, dimas dan tania memutuskan kan untuk lebih dulu masuk kekamar , nadia pun pergi menuju kamarnya disusul oleh andra , kecuali ray yang saat ini masih asik dengan gemnya.


andra masuk kedalam kamar nadia yang peneranganya sudah buram , karna nadia hanya menyalakan lampu tidur . dia melangkahkan kaki menuju kamar mandi .nadia yang belum tidur menunggu andra keluar. saat andra keluar dia melihat nadia bersandar di kepala ranjang sembari melipat kedua tangannya.


'' nggak usah sok perhatian, aku mau ngomong sama kamu''ucapnya '' aku punya pacar dan sampai saat ini aku belum putus, aku mau mas nggak usah urusin urusan aku, dan aku mau mas bilang sama ayah untuk pindah dari sini, karna aku ngk mau sekamar terus sama mas '' lanjutnya


'' tapi kan kamu istri aku, apa pantas kamu punya suami dan punya pacar '' ucap andra


'' mas jangan lupa yah, kita menikah karna paksaan, dan aku tau mas juga cuma mau harta ayah aja kan, atau jangan jangan mas yang udah mepengaruhi ayah supaya mas nikah sama aku''


'' astagfirullah mas nggak pernah ada pikiran seperti itu, ''ucap andra


nadia mendengus'' sekarang mas tidur di sofa, dan ingat besok mas harus bilang sama ayah untuk pindah.'' ucapnya sembari melempar bantal kekah andra.

__ADS_1


andra melangkahkan kakinya menuju sofa , dia yakin bahwa istrinya itu akan berubah dan mencintainya, dia menatap istrinya itu yang sudah terlelap bahkan dia sudah jatuh cinta pada saat dia pertama kali melihat nadia.


pukul setengah enam nadia terbangun , dia melihat ke arah sofa dimana semalam andra tertidur namun andra sudah tidak ada, dia bangun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan bersiap menuju sekolah . setelah dia siap ia turun kebawah, ia melihat ray yang sedang asik dengan roti buatan sang bunda, tapi dia merasa asing dengan seorang lelaki yang duduk membelakanginya mengunakan kemeja, ''pagi sayang '' sapa tania, membuat semua menengok ke arah nadia, dia terkejut melihat andra yang terlihat sangat tampan menggunakan kemeja.


''ck bengong dia, kanget ya punya suami ganteng ''ledek ray


''apaan sih'' ucap nadia malu karena ketahuan menatap andra lama


''kamu mas antar ya, sebelum mas pergi ke kantor''ucap andra


''nggak usah, aku bisa ko naik mobil sendiri''ucap nadia


''biar andra mengantarkan kamu, mulai saat ini kamu harus meminta izin andra kalau kamu mau pergi kemanapun'' ucap ayah


''ya terserah ayah aja''ucapnya


''emmm ayah andra akan membawa nadia pindah, apa ayah mengizinkannya. '' ucap andra


''ayah tidak ada hak untuk melarang kalian pindah, karna kalian sudah berumah tangga, tapi kamu akan pindah kemana , '' ucap sang ayah


'' alhamdulillah andra ada apartemen ayah, ya walaupun tidak besar, '' ucapnya


'' apa kamu mau menempati rumah ayah yang berada di daerah xxx , rumah itu cukup besar untuk kalian berdua''


''terimakasih ayah, tapi saya ingin memberi rumah mewah pada istri saya dari hasil jerih payah saya sendiri '' ucapnya yang membuat dimas dan tania merasa beruntung mempunyai menantu seperti andra,

__ADS_1


''pinter banget ambil hati bunda sama ayah dengan drama dia yang sok bijak "ucap nadia dalam hati,


__ADS_2