
...Untuk mu Kak Jeri...
Hai kak Jer, hehe aku manggil kakak yah seperti dulu. Kakak pasti kaget, dan berkata "kamu sudah ingat?? ". Hehee iya kak aku udah ingat. Sesuai janji kakak, akhirnya kakak nikah juga dengan ku.
Tapi didalam situasi yang berbeda. Hati kakak bukan milik ku, hati kakak milik orang lain.
Maaf jika aku sudah banyak nyusahin kakak.
Setelah kakak baca surat ini, mungkin aku sudah pergi tolong baca hingga akhir yah Kak. Aku ingin jujur dan menjelaskan semuanya.
Kak, percaya atau tidak aku tak pernah mencelakai Sela, kapan pun dan siapapun aku tak pernah memiliki niat seperti itu.
Dulu kakak membenciku karena aku ingin mencelakai Sela. Kakak salah!!, aku tak pernah melakukan itu, tapi mereka lah yang ingin mencelakaiku kak, Dokter yang kakak maksud sebagai dokter Sela itu adalah temannya. Jika kakak tak percaya cobalah datangi rumah sakit mana Jihan itu bekerja.
Waktu SMP aku pernah menyelidikinya, aku menemukan bukti bahwa Jihan bukanlah dokter melainkan penjaga toko buku.
Mereka mengetahui kalau aku tahu semua kebusukan mereka, karena itu mobil ku dirusakin sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan pak Parmin dan membuat ku lupa ingatan.
Kak...... coba kakak telaah, malam itu aku tidak tahu jika Sela akan ke rumah. Lalu apa mungkin aku merencanakan sebuah kejahatan seperti itu?.
Asal kakak tahu, malam itu aku ingin mengatakan pada kakak semuanya, mengatakan jika aku sudah ingat semuanya.
Jika kakak percaya dan menyesal, maaf semuanya sudah terlambat. Mulai sekarang kakak tak akan pernah melihat Clara Yuda lagi.
Makasih telah bersama ku selama pernikahan kita, aku sayang kakak.
Dari Ara mantan istri mu❤
Jeri meremas surat itu, hatinya sakit matanya buta selama ini. Mengapa ia tidak menyelidiki terlebih dahulu.
" Maafin gue Ra. " Batin Jeri.
Jeri keluar dari kamar Clara kemudian mengetik sesuatu di ponselnya.
"Ron, cari tahu sesuatu untuk gue. " Ucap Jeri yang melangkah cepat keluar dari apartemen nya.
Jeri melajukan mobilnya menuju ke kediaman kedua orang tuanya.
"Ma.... Mama.. " Teriak Jeri memasuki rumahnya.
"Ada apa?, kenapa berteriak teriak di rumah orang!. "
Adam menuruni tangga dengan mata menatap tajam pada anak yang sudah membuat nya kecewa.
__ADS_1
"Pah... " panggil Jeri.
Plak!!!
Jeri melotot, mengapa papahnya tiba-tiba menampar pipinya.
"Kenapa papa menampar Jeri? "
"Dasar anak kurang ajar!. "
Adam menatap Jeri penuh kemarahan.
"Ada apa ini pa? " tanya Jeri bingung.
"Ada apa kau bilang?? Suami macam apa kau ini?, meninggalkan istri yang tengah berduka dengan wanita jalang itu!!!! "
"Pa! " serga Jeri.
"Cih, jangan panggil aku papa!! aku tidak pernah memiliki anak sebodoh dirimu"
Jeri mematung, ia tak tahu apa yang tengah dibicarakan papanya.
"Kenapa kamu kesini? "
Jeri menoleh mendengar suara mamanya.
"Diam di situ... " Ucap Rani ketika Jeri hendak mendekati nya.
"Ma, mama kenapa? "
"Pergilah dengan wanita Jalang mu itu, aku tak akan menganggap mu sebagai anak lagi"
Rani memalingkan wajahnya menyembunyikan air mata yang sudah mulai menetes.
Jeri ambruk di lantai, kedua orang tuanya tak lagi menginginkannya.
"Jeri tahu Jeri salah, maafin Jeri."
"Jeri menyesal mah, Jeri menyesal" lirih Jeri yang mulia terisak.
Tak tahan melihat putranya menangis akhirnya Rani memeluk Jeri. Sebenci bencinya orang tua, tak akan tahan melihat kerapuhan anaknya.
"Anak nakal! "
__ADS_1
"Anak nakal!! " ucap Rani memukul mukul bahu Jeri meluapkan emosinya.
"Dia sudah pergi mah, dia sudah pergi. " Rancau Jeri memeluk mamanya.
Adam hanya diam, apa yang ingin dikatakan semuanya telah terjadi.
Clara pergi meninggalkan surat perceraian yang telah di tanda tanganinya.
"Dia sudah meananda tanganinya. " ucap Adam sembari menyodorkan surat pengajuan perceraian yang telah di tanda tangani Clara.
"Gak pah, Jeri akan menemukannya! "
Jeri menghapus air matanya, ia tak boleh terlihat lemah. Jeri berjanji dalam hatinya akan menemukan Clara dan akan membawanya kembali.
"Tidak perlu kau cari dia, sesuai keinginan mu sekarang kamu bebas dengan jalang itu. " Ujar Adam sinis.
Jeri menunduk, ia tahu jika ia benar benar bodoh dikelabui oleh Sela.
Tinggggg~
Jeri meronggoh sakunya membuka pesan yang dikirimkan Roni.
"Bangsat! " umpat Jeri.
"Kamu tahu sekarang? "cibir Adam.
Jeri mematung melihat pesan dari Roni, sebuah daftar nama dokter di setiap rumah sakit, ditambah lagi foto Jihan si dokter gadungan tengah merapikan buku buku pada sebuah tokoh buku.
Adam kini duduk disofa menatap anaknya yang masih terhenyak dilantai bersama istri nya.
"Maafin Jeri mah, pah baru tahu sekarang" lirih Jeri menyesal.
"Sudahlah nak, sekarang kamu sudah tahu. Kamu harus menemukan menantu mama. " Ujar Rani mengusap bahu anak nya lembut.
"Mama tenang ajah, bagaimana pun cara nya Jeri akan membawa Clara pulang. "
Jeri bangkit dari duduk nya kemudian berlalu pergi.
"Mau kemana kamu? " tanya Adam.
"menjemput istri ku" jawab Jeri tanpa menghentikan langkahnya.
Jeri melakukan melajukan mobil nya menuju Cafe Rendy, ia tahu Clara pasti ada di sana. Jeri juga meminta Roni untuk terus menyelidiki semua tentang Sela.
__ADS_1
"Akan ku pastikan membawa mu pulang sayang" batin Jeri.
...🍀🍀🍀❤🍀🍀🍀...