
"Aaaaa!!!! "
Clara mendorong keras tubuh Jeri yang tengah memeluk tubuh nya dari depan.
"Aduh Ra!! lo kenapa sih, kalo mau bangunin gue tu yang elit dong. " Dengus Jeri mengusap bokong nya yang baru saja mencium ubin.
Jeri bangkit kemudian kembali membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Jam baru menunjuk kan pukul 12 malam.
Clara duduk di atas ranjang menatap sekeliling nya, kening nya mengerut. Clara bertanya tanya dimana diri nya saat ini. Terakhir kali ia berada di dalam mobil dan sekarang berada di sebuah kamar yang tak asing bagi nya.
"Sejak kapan kita sampai? " tanya Clara pada Jeri yang sudah mulai tertidur.
" Heee bangun."
Clara menggoyangkan tubuh Jeri kuat.
Merasa terganggu mau tak mau Jeri membuka kembali matanya dan menduduk kan diri nya menghadap Clara
"Ada apa lagi sih Ra, Gue ngantuk ni! "
"Gue nanya, kapan kita sampai? " ulang Clara.
"1 jam yang lalu, Ra. " Jawab Jeri dengan suara yang serak. Mata yang masih berat Jari kembali ingin tidur dan memeluk Clara.
"Yaudah yuk tidur lagi" ajak Jeri merangkul Clara yang langsung mendapatkan dorongan kuat dari istri mungil nya ini. Jeri kembali terjungkal ke lantai, entah bagaimana nasib nya sungguh sial kali ini.
"Sakit Raaaaa. " Rengek Jeri kesal.
"Salah lo sendiri ngapain meluk meluk gue. " Cibir Clara sembari menarik selimut dan bersiap untuk tidur.
Sementara Jeri dengan wajah yang di tekuk menaiki ranjang.
"Eh mau ngapain? " tanya Clara melihat Jeri yang ingin menaiki ranjang.
"Yah mau tidur lah Ra, masa mau mandi sih."
"Siapa yang ngijinkan lo tidur di sini. " Balas Clara ketus.
"Lah trus gue harus tidur dimana coba? "
__ADS_1
Clara mengangkat bahu nya acuh. "Gue gak mau tahu, lo gak boleh tidur di sini. " Balas Clara yang sudah membaringkan tubuh nya dan merentang kan kaki dan tangan nya.
"Durhaka banget sama suami. " Sungut Jeri mengambil bantal dan berjalan menuju sofa.
Jeri membaringkan tubuh nya pada sifa yang hanya menampung tubuh nya saja, tak bisa miring dan tak bisa berbalik. Jeri melirik Clara yang sudah memejam kan matanya terlebih dahulu, setelah itu ia baru memejamkan matanya.
...****...
"Apa!!!!! "
"Gue gak mau tahu, kalian harus ngancurin hidup gadis itu. Lakukan apapun yang bisa membuat nya menderita. "
Sela, gadis itu kembali geram mendengar kabar jika Jeri telah menemukan Clara dan mencoba untuk bersama Clara lagi.
Mata Sela terlihat mengkilap yang di liputi oleh sorot kebencian.
"Sekarang mereka berada di apartemen Jeri Bos. " Ujar salah satu mata mata Sela yang terus mengawasi Jeri.
"Bagus, lakukan sesuatu agar mereka merasakan sakit seperti yang aku rasakan. " Titah Sela dingin.
"Baik Bos. " Mereka pun bergegas meninggalkan Sela yang berada jauh di tempat yang tak di duga orang.
"Lihat saja nanti, akan aku pastikan kalian merasakan seperti yang aku rasakan. " Tekat Sela dalam hati.
Sela meninggalkan tempat pertemuan nya dengan para anak buah nya, dan kembali memasang penyamaran nya.
Sela melirik kiri dan kanan, kemudian berlari keluar dari gang kecil itu dan berjalan santai agar tidak mencurigakan.
Fotonya yang tersebar sebagai buronan membuat seluruh masyarakat men cari nya.
...****...
Sudah terbiasa hidup mandiri dan bangun lebih awal Clara kini berkutat di dapur sendirian. Clara tak menyangka jika suasana apartemen Jeri masih sama seperti yang ia tinggalkan setahun yang lalu.
Jeri Pov
Enak, gue berusaha menajamkan indra penciuman gue untuk menerka wewangian apa yang begitu lezat. Gue membuka mata dan langsung menoleh keranjang yang telah kosong.
Gue merenggangkan tubuh gue yang terasa begitu kaku tidur di sofa yang hanya bisa menampung tubuh gue saja.
__ADS_1
Di mana Clara?, apa dia yang memasak?. Gue pun memutuskan untuk masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai langsung saja kita ke dapur, gue yakin Clara udah masak masakan yang enak..... banget.
"Masak apa? " tanya gue ketika memasuki dapur, gue memperhatikan Clara yang masih berkutat dengan bumbu bumbu masakan. Masih sama seperti dulu, Clara terlihat begitu menggoda jika dalam ke adaan kek gini. Rambut di ikat asal, jidat berkeringat, cantik deh pokoknya.
Gue nyengir ketika Clara melirik ke arah gue, ia tak menjawab pertanyaan gue yang sebenarnya gue tahu Clara sedang memasak nasi goreng 🤣.
"Udah deh sana, pengap tahu gak, kalo ada lo disini" ucap nya ketus.
Sungguh pedas ucapan istri mungil gue ini. Tapi gak papa deh, namanya juga lagi marahan. Gue pergi dari dapur dan memutuskan menunggu Clara selesai memasak di meja makan.
"Nih makan, gue tahu lo lapar" ujar Clara datar sembari meletak kan sepiring nasi goreng special kesukaan gue yang sering Clara buat dulu. Gue pun tersenyum menerima nya, meskipun Clara judes tapi ia tetap memperhatikan gue. Buktinya dia memasak makanan kesukaan gue.
"Terimakasih" balas gue tersenyum lebar pada nya kemudian melahap nasi goreng yang sudah lama gue rindukan.
Clara menyantap makananya dalam diam. Gue tahu dia merasa sedikit tidak nyaman, sesekali Clara memperbaiki duduk nya dan menoleh ke kursi yang telah di dudukinya.
"Lo kenapa? " tanya gue yang penasaran.
Clara menggeleng dengan raut wajah datar nya. Mungkin ia gengsi atau gak mau berbagi cerita sama gue, jadi gue harus hargai itu. Kembali gue menyantap nasi goreng yang hanya tersisa untuk 3 sendok lagi.
Setelah gue menghabiskan seluruh makanan gue, Clara masi memakan 3 sendok nasi nya. Masih sama seperti tadi, Clara sungguh terlihat tidak nyaman dengan posisi duduk nya.
"Lo kenapa? cerita aja sama gue. " Ucap gue padanya yang baru saja menoleh pada kursi nya. Clara nyengir, dia terlihat ragu utk mengatakan sama gue.
"Hmm.. itu Gue lagi... " ucap nya terputus, menunduk seperti meyakin kan dirinya untuk bicara.
"Gue mau minta tolong dong, belikan gue pembalut, gue kehabisan stok" pinta nya dengan tatapan memohon. Gue terdiam, ada sesuatu yang ingin meledak keluar.
"Hahahahhaa, jadi lo dari tdi memeriksa itu? " tanya gue yang di angguki pelan oleh Clara.
Aduh istri gue sungguh lucu, gue pun mengeluarkan ponsel kemudian memesan pembalut melalui gojek.
"Kok lo tadi ketawa si, trus kenapa diam ajah sekarang. Kan gue minta tolong sama lo. " Ujar Clara menatap gue kesal. Buat apa coba gue keluar membeli sesuatu, kan tinggal pesen dan tunggu dirumah. Istri gue ini gimana sih jaman yang sudah canggih kok malah gak di manfaatkan.
"Lah, kok susah susah sih, tinggal mesan doang ntar juga nyampe. Gak sampe atu 1 jam" jelas Jeri setelah meneguk habis air mineral yang sudah di siapkan Clara.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
__ADS_1