
Flashback On
"Ra, Jeri mulai mencari lo. " Ujar Rendy di sebrang sana. Clara terdiam tak menyahuti ucapan Rendy di dalam telfon.
"Ra, lu masih di sana kan? " tanya Rendy.
"I-iya kak, gue dengar kok" jawab Clara gugup.
"Tadi dia kesini, trus maksa gue ngasih tahu di mana lo sekarang. "
"Trus lo kasih tahu dia? "
"Yaelah, kagak lah. Dia nya ajah yang oon, jelas lo di rumah lo malah nanya ke gue." Balas Rendy dengan nada bercanda.
"Dia temen lo kak" peringat Clara kesal.
"Oh iya, gue denger Jeri sebentar lagi bakal nangkap tu wanita ular, jadi lo tenang ajah dia gak bakal bisa kabur jika Jeri udah bertindak. " Jelas Rendy meyakinkan Clara yang terdiam kembali.
"Yaudah kak, gue istirahat dulu yah. "
"Oh yaudah, lo hati hati yah disana. Ada apa apa kabarin gue. " Balas Rendy memperingati Clara untuk tetap mengabarinya. Clara mengangguk meskipun Rendy tak dapat melihatnya.
"Hmm, Makasih kak" balas Clara kemudian memutuskan panggilan.
Clara mulai berfikir, apa yang harus ia lakukan. Jika Sela akan di tangkap Jeri, maka yang harus ia lakukan adalah lari dari Jeri.
Clara yang sedang berada di balkon kamarnya berlari menuju lemari. Membongkar isi lemarinya, kemudian meraih koper besar yang ada di samping lemari.
"Rumah ini juga bakal disita, lebih baik aku pergi sekarang" gumam Clara sembari menyusun baju bajunya ke dalam kopernya.
Clara menatap rumah nya nanar, sangat berat rasanya untuk meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan manis bersama orang tua nya.
Clara menghapus air matanya, kemudian melangkah meninggalkan rumah sederhana namun mewah.
"Taxi!! " teriak Clara sembari melambaikan tangannya.
Sebuah Taxi pun berhenti didepan Clara, kemudian Clara bergegas memasuk dengan covernya di simpan supir Taxi ke bagasi.
"Kemana Neng? " tanya supir.
"Ke terminal yah Pak" balas Clara yang langsung di angguki oleh supir Taxi.
Tiba di terminal Clara langsung ke loket pembelian tiket, dengan pegangan uang seadanya hasil dari tabungan dan simpanan mamanya, Clara bisa pergi jauh dan juga bisa membeli sebuah apartemen untuk nya tinggali.
__ADS_1
Menempuh perjalanan 2 hari menggunakan Bus akhirnya Clara tiba di terminal kota Bali.
"Ahhh, semoga gue bisa hidup tenang disini" gumam Clara menarik covernya keluar dari terminal.
Bug!!
Clara terhenyak, seseorang yang tak tahu dari mana tiba tiba menubruk nya.
"Awhh." Ringis Clara mengusap pantat nya yang terasa sakit.
"Eh sory, gue gak sengaja" balas Diego.
Clara bangkit kemudian mengambil kopernya yang sedikit terpental jauh dari dirinya. Clara menatap kesal pada laki-laki yang menubruk nya.
"Lain kali hati hati. " Dengus Clara kemudian berlalu pergi. Sementara Diego terpana melihat wajah kesal Clara yang terlihat begitu mempesona di matanya.
"Cantik" gumam Diego menatap Clara yang sudah jauh.
Clara masih terlihat sangat kesal, pantatnya terasa ngilu. Clara mengeluarkan ponselnya kemudian mengetik kan beberapa huruf untuk mencari kontak seseorang.
"Halo kak, lu di mana?. Gue dah sampai ni" ujar Clara ketika sambungan telfon terhubung dengan seseorang.
"Gue disini dek. "
"Maaf yah, kakak gak bisa datang sewaktu om dan tante pergi" Ucap Ardi dengan raut wajah menyesal. Clara mengangguk dalam pelukan Ardi.
"Gak papa kok kak, lagian gue bakal nyusahin lo sekarang. " Balas Clara cengengesan.
"Yaudah yuk" ajak Ardi membantu Clara membawa kopernya.
Ardi membawa Clara ke sebuah bangunan besar, sesuai permintaan Clara Ardi telah membelikan sebuah apartemen elit untuk Clara.
"Ini apartemen lo, posisinya gak jauh dari rumah gue. " jelas Ardi sembari menyerahkan kunci kunci apartemen nya dan kartu apartemen.
"Thanks yah Kak, gue gak tahu kemana jika gak ada lo"
"Apaan sih, Lo itu adek gue. Masa gue biarin lo sendirian, gak mungkin lah" ucap Ardi mengusap puncak kepala Clara.
"Yaudah gue pergi dulu, harus kembali kekantor" ucap Ardi pamit. Clara mengangguk kemudian melambaikan tangannya.
"Hati-hati kak"
Setelah Ardi pergi Clara pun memasuki Apartemen baru nya. Menyeret kopernya ke dalam kamar yang sama besarnya dengan kamar nya di apartemen Jeri.
__ADS_1
Flashback off
Setelah di antar pulang ke apartemen nya oleh Ardi Clara memutus kan untuk membersihkan tubuhnya. Ia merasa sangat lega terlepas dari Jeri.
Selesai mandi Clara mendudukkan tubuh nya di sofa balkon kamarnya. Clara berfikir keras, bagaimana cara agar ia bisa terhindar dari Jeri. Sementara Jeri sudah mengetahui tempat nya bekerja.
"Pria itu pasti kembali ke cafe itu lagi. " Gumam Clara menggaruk dagunya berfikir.
Clara terus berfikir keras, namun tidak ada satu pun solusi menghampiri fikiran nya.
"Ahkkkk, kemana otak cerdas gue sih! " dengus Clara memukul mukul pelan Kepalanya.
"Sampai kapan gue harus hidup sembunyi kaya gini??, Sampai kapan gue harus sembunyi. " Ujar Clara pada dirinya sendiri.
"Haaaaacimmmm" Clara mengelap hidungnya setelah bersin. Clara tersenyum lebar, sebuah ide menghampirinya.
"Aduhh, kepala gue pusing. uhuk uhuk, batuk pula" Ujar Clara memperagakan batuk. Ia akan cuti bekerja besok, dengan alasan demam.
"Yes." Clara merasa senang saat ini, ia tak akan masuk dan Jeri tak akan menemukannya. Untuk sementara ia akan bolos bekerja. Subuh subuh ia akan menelfon Tina untuk mengatakan jika ia sedang sakit.
Clara merenggangkan tubuh nya, merasa sangat lelah dan memutuskan untuk tidur.
"Aku kan lagi sakit, sebaiknya aku tidur" gumam Clara sembari tertawa geli.
Disisi lain, Jeri kembali ke hotel dengan hati yang sangat kesal.
"Sebegitu benci kah lo sama gue" lirih Jeri duduk di atas ranjangnya.
Menghempaskan tubuhnya terlentang di atas ranjang king size nya, Jeri menatap langit langit kamar hotel. Membayangkan wajah Clara yang menatapnya dingin.
"Lo terlihat semakin kurus Ra. " gumam Jeri.
Jeri mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Membuka galeri ponsel mencari Foto Clara dari dirinya sewaktu mereka berada di apartemen. Terlihat Clara yang sedang tertawa lepas dengan muka yang di lumuri tepung.
Jeri menempelkan ponselnya ke dada bidangnya, ia bertekat akan membawa Clara kembali ke dalam pelukannya.
"Gue pasti bisa menaklukkan hati lo lagi Ra. " Ujar Jeri kemudian menutup matanya. Kelelahan berlari kesana kesini mengejar Clara membuat kantuk sangat cepat merengut kesadaran nya.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
halo readers, makasi udah mau ngikutin cerita aku sampai sini.
jangan lupa vote dan jejak yah. aku akan mampir ke cerita kalian yang ada jejak yee
__ADS_1