ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 10 Season 2


__ADS_3

Seperti biasa Jihan selalu bangun pagi, gadis itu menjalankan rutinitas nya seperti biasa.


"Masih jam 6" gumam Jihan sembari menatap jam yang tergantung di dinding. Masih tersisa 2 jam lagi waktu luang nya.


Jihan memilih untuk memasak saja, sesekali membawa bekal tak masalah. Gadis itu pun bergegas menuju dapur.


Akhirnya masakan pun siap, Jihan menyusun goreng tahu di dalam topeware dan Nasi goreng ke tempat yang satu lagi. Ia tersenyum lega menatap hasil dari masakannya pagi ini.


Tersisah 30 menit lagi, Jihan bersiap untuk berangkat kekantor. Berpenampilan biasa membuat Gadis itu terlihat Cantik yang begitu alami.


"Eh Ji" sapa Roni ketika Gadis itu baru saja keluar dari lift.


"Iya Pak"


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, tolong berikan ini pada Jeri ya" pinta Roni menyerahkan beberapa map padanya, Jihan menerima dengan terpaksa karena ia tak bisa menolak permintaan wakil CEO ini.


"Baiklah pak" balas Jihan.


"Terimakasih" sahut Roni kemudian berlalu pergi.


"Pagi pagi aku sudah harus bertemu dengan Es batu itu! " sungut Jihan menghentak hentakan kakinya menuju ruangannya.


Tuk! Tuk! Tuk!


Jihan terus mengetuk pintu ruangan Jeri, menurut asistennya bos dinginnya itu sudah ada di dalam.


Tuk!!! Tuk!!!!


Ketuk Jihan lebih keras lagi.


"Masuk" sahut Jeri dari dalam. Jihan pun membuka pintu kemudian menutup nya lagi, berjalan dengan malas mendekati meja Jeri.


"Pak Roni menyuruh saya memberi ini" ucap Jihan sopan meletakkan map itu di atas meja Jeri, pria itu tak merespon, ia tetap sibuk dengan kegiatannya yaitu memeriksa dokumen lain.


"Pak" panggil Jihan lagi.

__ADS_1


"Letak saja, dan keluar" balas Jeri dingin tanpa menoleh membuat gadis itu menggeram.


"Dasar Pria Es Batu" geram Jihan.


"Apa? " tanya Jeri mengangkat wajahnya, Membuat Jihan gelagapan dan berbalik pergi keluar dari ruangan nya. Sudut bibir Jeri terangkat, tingkah konyol Jihan lumayan menarik perhatiannya.


"Kok manyun? " tanya Laras melihat wajah Jihan menekuk memasuki ruangan, kemudian menghempaskan bokongnya di kursi kebesaran nya.


"Si Es batu itu buat gue geram! " gerutunya Jihan.


"Maksud lo pak Jeri? "


"Siapa lagi di sini pria yang bersikap layaknya es batu yang super dingin. " Balas Jihan menggebu,bahkan ia berdiri di hadapan meja Laras untuk menceritakan semua penilaian nya tentang bosnya. Gadis itu tidak menyadari jika Jeri baru saja memasuki ruangannya bersama Roni.


"Benar juga, Si bos dingin itu memang sangat mengesalkan" sahut Roni memanasi.


"Kau juga taaaaa-hu.... Pak Jeri sangat baik hati" puji Jihan nyengir ketika hendak melanjutkan menjelekkan Jeri, Jihan menutup mulutnya menatap Jeri yang menatapnya datar.


"Periksa semua ini!! " titah Jeri memberikan setumpuk besar map yang awalnya ingin ia buang, Roni melotot mendengar perintah Jeri.


"Ini kan-" ucap Roni terhenti.


"Hehe gue harus pergi" ucap Roni nyengir kuda kemudian ikut kabur bersama Jeri.


"Tuh kan apa gue bilang!!! " pekik Jihan, staff lain hanya bisa nyengir menyaksikan penderitaan Jihan, tak ada yang sanggup membantu karena mereka masih sayang dengan pekerjaan nya masing-masing.


"Semangat" ucap mereka mengepal jarinya dan menariknya ke udara.


"Bodo amat" sungut Jihan.


"Parah lu, berkas itu kan sudah tidak terpakai" ujar Roni menyikut Jeri.


"Apaan sih" dengus Jeri santai.


"Hati-hati, niat ngerjain ntar malah suka" goda Roni membuat Jeri mulai jengah.

__ADS_1


Pria itu gak sadar, ia terus terusan maksa Jeri untuk bangkit dan mencari istri sementara dirinya malah masih membujang.


Risma menatap pria yang sedang terlelap di hadapannya ini, pria yang sejak kemarin telah berganti status menjadi suami nya.


"Jangan tatap aku seperti itu" ujar Pram menarik Risma ke dalam pelukan nya.


"Besok sudah mulai kerja" balas Risma semakin membalas pelukan suaminya.


"Berhenti bekerja, aku bisa menghidupi mu hingga 7 turunan kita" pinta Pram.


"Dasar sombong" cibir Risma.


Pasangan pengantin baru ini menikmati masa masa bulan madunya berlibur ke Bali. Pram yang memang sangat mencintai istrinya mengabulkan semua keinginan sang istri.


Berbeda dengan Jihan yang masih berkutat dengan dokumen dokumen yang memusingkan otaknya. Jam makan siang pun sudah lewat, Jihan lebih memilih utuk menyelesaikan perintah bos nya ketimbang makan siang.


"Akhinyaaaaa selesai juga" pekik Jihan, ia benar-benar lega berhasil menyelesaikan tugasnya. Gadis itu cepat cepat membereskan dokumen itu kemudian membawanya ke ruangan Jeri, si bos dingin nya.


"Ini bos, aku telah menyelesaikan semuanya" ucap Jihan menyerahkan semua dokumen itu.


Blush! Brak!!


Semua dokumen masuk ke dalam tong sampah. Jihan mengedip tak percaya, dokumen itu di buang tanpa di periksa terlebih dahulu.


"Maksud lo apa? " tanya Jihan tajam, ia sudah tak tahan lagi. Sudah sering hal ini terjadi dan kali ini Jihan tak bisa menahannya lagi.


"Aku gak-"


"Gak butuh lagi? sudah lewat jam? " potong Jihan cepat.


"Jika tak membutuhkan nya mengapa bapak menyuruh saya memeriksanya!!! " ucap Jihan tajam, gadis ini benar-benar marah saat ini, ia melewatkan makan siangnya demi menyelesaikan semua perintah bosnya namun semua itu selalu berakhir ke tong sampah.


Jihan mengelap air matanya, kemudian berbalik melangkah keluar dari ruang Jeri. Pria itu hanya diam, tak menyangka jika akan seperti ini, di dalam hati Jeri bertanya apa dia terlalu berlebihan?. Jawabannya ya, sangat berlebihan.


Jihan berlari menuju lift, menekan tombol lantai paling atas.

__ADS_1


"Dasar bos Es batu" sungut Jihan, kini ia menenangkan diri di atap gedung. Gadis itu mengusap pipinya kasar menghalau air mata yang entah mengapa mengalir deras.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...


__ADS_2