ISTRI KU

ISTRI KU
19


__ADS_3

Hari hari pun berlalu, keakraban Clara dan Jeri semakin dekat. Hingga Jeri hampir lupa dengan Sela, waktu bersama Clara lebih menarik baginya.


seperti malam ini, Jeri pulang lebih awal.


"Assalamu'alaikum" ucap Jeri ketika memasuki apartemen nya.


"Waalaikumsalam"


Senyum manis pun semakin terukir diwajah tampan Jeri. Melihat Clara yang tengah asik dengan bumbu bumbu masakan.


"Lo masak apa? enak keknya" ujar Jeri menghirup dalam aroma masakan Clara yang menguap sampai ke meja makan.


"Masakan gue selalu enak tahu" balas Clara membanggakan diri.


"Mandi sana, lo bauk tau" sambung Clara tanpa menoleh, ia terus fokus dengan masakannya.


"Iss setahun pun gue gak mandi, tubuh gue tetap harum" dengus Jeri kesal, namun tetap saja mengikuti apa yang Clara katakan.


Hari demi hari di lalui mereka pun mulai terbiasa satu sama lain.


Clara menata semua masakan di atas meja, seperti biasanya Clara memasak semua makanan kesukaan Jeri.


"Apa sudah selesai? " tanya Clara ketika melihat Jeri berjalan mendekati meja makan.


Jeri mengangguk " Lo paling tahu masakan kesukaan gue " Puji Jeri menarik kursi cepat dan mendudukinya, tak sabar ingin melahap habis semua masakan enak Clara.


"Pelan pelan dong, makanan ini buat lo, gak ada yang bakal merebutnya dari lo. " Cibir Clara melihat Jeri yang makan dengan cepat, seola seola ada yang ingin merebut makanan ini dari nya.


"Lo kokmm tahu banyakmm sih, makanan kesukaan gue? " tanya Jeri disela sela makannya.


"Dikunyah dulu Jer" tegur Clara sembari menyodorkan segelas air putih pada Jeri.


Sungguh sangat cocok dah Clara jadi seorang istri.


Jeri hanya bisa nyengir, kemudian kembali melahap makanannya. Seperti anak kecil yang tengah di temani makan oleh ibunya.


Setelah kenyang, Jeri baru sadar jika Clara tidak ikut makan bersamanya.


"Lo kok gak makan sih? "


"Lo baru sadar?" balas Clara membuat jeri jadi malu. Keasikan makan malah lupa memperhatikan Clara makan atau tidak.


"Masakan lo enak sih" puji Jeri.


"Pastilah, kan gue yang masak tentulah enak" ujar Clara tersenyum bangga.


"Dasar sombong" decak Jeri


Clara bangkit kemudian mengangkat piring kotor kedaou, mulai mencucinya.


"Loh kok bisa semuanya sih, bukannya lo sukanya cuma membaca dan membaca? "


Deg~


Clara menghentikan kegiatannya, kemudian menoleh sebentar pada Jeri yang memperhatikannya dari meja makan yang berjarak 3 meter.

__ADS_1


"Kok lo tahu gue suka membaca? " tanya Clara kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Yah..., tentu, tentu gue tahulah, kan kita sudah 4 bulan serumah" jawab Jeri gagap memikirkan jawaban yang tepat. Ia lupa jika Clara lupa ingatan.


"Oh begitu" sahutnya.


Clara selesai dengan pekerjaannya, berjalan mendekati Jeri yang masih setia menemaninya meski hanya melihat doang.


"Gue,,, Entah mengapa merasa kita itu udah kenal lama" Ujar Clara sembari berjalan menuju sofa.


Deg~


Lagi lagi Jeri tertegun, beranjak mengikuti Clara yang telah duduk di sofa.


"Eh.. " pekik Clara ketika tiba Jeri membaringkan tubuhnya disofa dengan berbantalkan paha Clara.


Dag Dig Dug


Clara berusaha menormalkan jantung nya yang tengah berpacu menuju garis finish.


"Entahlah, mungkin saja kita sudah lama bertemu, Munkin saja baru bertemu"


Clara mencebik, jawaban Jeri terlalu ambigu menurut nya.


"Kalo ngomong tu yang jelas! " dengus Clara. Tangannya tanpa sadar menyisir rambut Jeri menggunakan jarinya.


Rasa nyaman mulai menggelitik hati Jeri. Rasa ngantuk pun menyelimuti matanya, Jeri menguap menggeliat mencari posisi nyaman.


"Loh capek yah? " tanya Clara.


Jari lentik Clara terus mengelus kepala Jeri pelan, di situasi seperti ini Clara menggunakan kesempatan untuk memperhatikan detail wajah Jeri.


Lelaki yang entah sejak kapan mulai menyebarkan rasa nyaman di hatinya.


Clara tersenyum, jarinya kini beralih menyusuri setiap inci wajah Jeri.


Tap,


jarinya terhenti tepat pada bibir Jeri yang terkatup lembut.


Clara menatap dalam wajah Jeri, Jantung nya masih berdetak kencang.


Jauh dilubuk hati Clara merasa ketakutan atas rasa yang dengan berani ia biarkan tinggal di hatinya.


"Aku harap waktu tak pernah berubah, hingga rasa ini tetap sama untuk mu, suami ku" Lirihnya.


Clara yang mengira Jeri sudah tidur merasa malu ketika tiba tiba Jeri membuka kelopak matanya dengan pelan.


Deg~


Clara mengedip ngedip kan matanya bingung, tatapannya bertemu dengan Jeri. Bak seperti kepiting rebus, Wajah Clara merona malu ketahuan tengah memperhatikan wajah Jeri.


"Em itu, aku lagi.. "


CUP~

__ADS_1


Clara mematung ,perlahan memegang bibirnya yang baru saja dikecup oleh Jeri.


Clara merasakan jantung nya akan meledak, Bagaimana tidak???? Jeri mencium bibirnya yang masih suci ini.


Cup~


Jeri kembali mengecup bibir Clara yang masi belum tersadar.


"Stop.. " Clara menutup bibir Jeri yang siap ingin mengecupnya lagi.


"Kenapa? " tanya Jeri mengerut.


"Bibir suci ku jangan lo nodai lagi" ujarnya.


Jeri menaikkan alisnya pertanda tak mengerti.


"Ah jantung ku" ujar Clara meraba dadanya tepat diposisi jantung.


"Minggir" titah Clara mendorong Jeri jauh dari pahanya hingga terjungkal dilantai.


"Awh sakit tahu Ra.... " Ringis Jeri mengusap usap bokongnya.


Clara masih sibuk dengan bibir dan jantungnya, membuat Jeri tersenyum jahil melihatnya.


"Bagaimana jika kita malam ini mulai usaha membuatkan cucu buat mama papa?. " Bisik jeri menggoda ditelinga Clara.


"isss lo apaan sih" Clara pun bangkit kemudian berlari menuju kamarnya.


Meninggalkan Jeri yang tertawa terbahak bahak berhasil mengerjai istrinya.


"Ayolah istriku, malam ini kan malam jumat" Ucap Jeri yang masih ingin menggoda istri polosnya ini.


"No sama om bencong ajah sono!!. " Teriak Clara yang baru saja mencapai kamarnya.


BLAM~~


Clara menghempaskan pintu dengan keras.


"Bhaahahahahaha" Jeri tertawa sangat puas mengerjai istrinya.


Merasa tak sanggup untuk tertawa lagi, Jeri merasa keram di perutnya. Mengerjai Clara merupakan hobby terbaru Jeri.


...TBC...


Alhamdulillah bagian ini selesai jugaaaa


readers ku tersayang makasih atas dukungannya. aku cinta kalian😘😘😘😘😘


jangan lupa, vote, like dan komen yang membangun.


terimakasih udah setia hingga saat ini😘😘😘 tanpa kalian karya ku bukan lah apa apa


ayuk tinggalin jejak, biar nanti aku bertamu juga. saling dukung sesama author merupakan hal yang sangat penting guys😘😘😘 ayuk mari sama sama kita sukses dalam berkarya.


Semangat terus yah untuk para author. aku selalu menantikan up dari karya karya kalian juga😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2