
Masa cuti telah habis, sudah waktunya untuk kembali pada rutinitas seperti biasanya. Hanya ada sedikit perubahan saja, jika biasanya ia bangun subuh langsung mandi dan bersiap ke kampus, kini Clara bangun subuh mencuci muka kemudian langsung menuju dapur. Ia harus memasak sarapan untuk Jeri menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, meskipun suaminya mencintai wanita lain.
Sejak makan malam waktu itu, Clara tidak pernah bertatap muka dengan suaminya. Jeri akan pulang larut malam disaat Clara telah tidur, dan terbangun disaat Clara telah berangkat kuliah.
Setelah semuanya selesai Clara bergegas bersiap untuk berangkat kuliah. Clara berangkat kekampus menggunakan mobilnya sendiri, meskipun Jeri telah menyiapkan mobil dan juga sopir untuk nya, namun Clara hanya ingin menggunkan mobil hadia ulang tahuan dari plpapanya saja.
Setibanya di kampus, Clara langsung menuju kelas.
"Cieeee, pengantin baru ni yee"Goda Risma menyambut kedatangan sahabat nya.
Clara memasuki kelas yang masih terlihat sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang datang.
" Gimana? " tanya Risma penasaran memiringkan tubuhnya menghadap ke Clara yang duduk disamping nya.
"Apanya? " tanya Clara sembari merapikan buku buku yang di tenteng nya tadi kemudian meletakkan nya keatas meja.
"Malam pertama" Ucap Risma sembari menaik turunkan alisnya.
"Yah tidur, apa lagi" Jawab Clara singkat.
Tak puas dengan jawaban Clara, Risma menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Clara. Kemudian memegang kedua pundak Clara yang dihadapkan padanya.
"Jangan bilang lo masih perawan? " Tanya Risma pelan, seperti berbisik. Clara yang polos pun mengangguk.
"Haaaa, gue dah duga ini" Erang Risma melepaskan pundak Clara kemudian kembali pada posisi duduk nya seperti semula.
"Pernikahan ini tidak berarti apa apa, Yang berubah hanya status" Lirih Clara. Risma kembali menatap Clara namun dengan ekspresi iba. Sahabatnya menikah dengan lelaki yang tidak dicintai nya, ditambah lagi lelaki itu juga tak mencintai nya. Entah seperti apa masa depan pernikahan sahabatnya ini.
"Dia sudah punya pacar Ris"
"What??? " Pekik Risma.
"Dia tidak memutuskan pacarnya? " Clara menggeleng.
"Lo kan istrinya, seharusnya dia lebih memilih lo " Ucap Risma menggebu gebu.
"Udah lah ris, gue gak peduli. Yang penting bokap nyokap gue bahagia dan hidup gue aman" Clara tersenyum yang dipaksakan. Sejujurnya Clara juga memikirkan tentang nasibnya.
__ADS_1
"Jujur sama gue, Loh Rela? " Risma menatap manik mata Clara yang sendu. Clara tersenyum dan mengangguk. Apa yang hendak di kata, Risma hanya bisa ikut tersenyum melihat sahabat nya yang begitu tegar.
Jam kuliah pun dimulai, dosen yang mengajar telah memasuki ruang kelas. Seperti biasanya Clara terlihat sangat fokus memperhatikan, sesekali ia menulis sesuatu yang penting menurutnya untuk diingat.
...****...
Dilain sisi Jeri baru saja selesai dengan rutinitas paginya. Jeri pun bergegas menuruni tangga menuju ruang makan.
Seperti biasanya, Jeri selalu mendapati sarapan terhidang diatas meja makan. Sudut bibirnya terangkat, sembari mendudukkan dirinya pada salah satu kursi yang biasa ia tempati.
"Begini yah rasanya beristri" Gumam Jeri mengunyah makananya. Selalu pas di lidahnya, Nasi goreng buatan Clara selalu enak. Meskipun Umurnya masi terbilang muda, namun ia sudah pintar memasak berbagai masakan. Sangat berbeda dengan pacarnya yang tidak bisa apapun kecuali menghabiskan uang.
Jeri berangkat ke kantor dengan perut kenyang. Sejak ia menikah ia tak pernah lagi memesan makanan luar. Setiap berangkat ataupun pulang kerja, selalu saja makanan telah tersedia.
Setibanya dikantor Jeri langsung menuju ruangan nya yang berada di lantai paling atas. Menjadi CEO di perusahaan yang sudah 3 tahun ia bina membuat nya bangga, Umur Jeri dan Clara Terpaut 4 tahun.
Jeri memasuki ruangannya, Tiba-tiba sebuah lemparan mendarat pada nya. Untung Jeri sigap, sehingga lemparan itu tak mengenainya.
"Dasar bajing*n" Dengus seseorang yang kini berdiri di depan Jeri. Dengan malas Jeri berjalan menuju meja kerjanya tanpa memperdulikan Roni, sahabat nya.
"Loh benar benar yah, gak nganggap gue sahabat " Roni mendramatisir ekspresi nya, seola seseorang yang tengah tersakiti dan di tinggalkan.
"Loh apaan sih, jijik gue" ujar Jeri menatap geli pada Roni.
"Loh sih nikah gak bilang bilang" Rajuk Roni dengan suara normal.
"Sorry bro gue nikah, dadakan" Jelas Jeri membela diri.
"Kenapa? Sela hamil? perasaan lo bilang dia ke Amerika" ucap Roni antusias, 1 bulan tak bertemu dengan sahabat nya ini membuatnya tertinggal banyak informasi.
"Lo gila, gue gak pernah nyentuh cewe, Kaya lo" cibir Jeri sembari menoyor jidat Roni.
"Trus kenapa mendadak? " Desaknya.
"Gue dijodohkan sama Clara" Jelas Jeri. Roni membulatkan matanya tak percaya. Pacarnya siapa, nikahnya sama siapa.
"What??? Clara??? " Pekik seseorang dari ambang pintu, sontak Jeri dan Roni menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
"Sela" panggil Jeri sembari menghampirinya.
"Jadi kamu nikah? " Tanya Sela menatap Jeri yang kini berdiri dihadapannya.
"Lo gak tahu? " Roni berjalan perlahan mendekati keduanya. Senyum miring tercetak di bibir Roni. Ia Sedikit tak suka dengan Sela.
"Jadi berita itu benar? " Tanya Sela dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa harus bertanya lagi, Lo harus tinggalkan Jeri, karna dia sudah menjadi SUAMI ORANG" Jawab Roni dengan menekan kata Suami.
"Gue gak bertanya sama lo" serga Sela menatap Roni garang.
"Ron, gue butuh waktu berdua sama Sela" pinta Jeri.
Roni tersenyum seolah mengejek Sela yang kini telah mengeluarkan air mata palsunya. kemudian melangkah pergi meninggalkan Jeri dan Sela berdua di dalam ruangan.
"Berita itu benar" ucap Jeri membuka suara. Sela terhuyung kebelakang, tubuhnya tak seimbang, kemudian ambruk dilantai.
"Jadi kamu meninggalkan ku??" Sela mulai terisak.
"Hiks hiks, bertahun tahun aku menemani kamu, bertahun-tahun kita sama sama. Dan kamu ninggalin aku begitu aja!!!!" Teriak Sela dalam tangisnya. Jeri tak sanggup melihat Sela menangis,ia turut ambruk dihadapan Sela kemudian memeluknya.
"Tidak sayang, aku gak bermaksud begitu. Aku dijodohkan, aku tidak meninggalkan mu" Perasaan bersalah menyelimuti hati Jeri.
"Apa semudah ini kamu mencintai wanita lain"
"Tidak sayang, aku mencintaimu. hanya kamu" bantah Jeri, namun hatinya bertanya tanya. Apakah yang ia katakan ini yang sebenarnya?. Jeri tak tahu.
"Aku tak akan meninggalkan mu, Yang sudah menyelamatkan nyawa ku" Jeri memeluk Sela erat. Sementara Sela Tersenyum dalam nangisnya. Rencananya berhasil.
...TBC...
Hallo readers ku, Semangat terus membacanya. Jangan lupa vote, like dan ratenya. Salah dan typo, atau bahasa yang membosankan dimaklumi yah, masih belajar☺☺☺
Bantu aku memperbaiki karya ku ini, dengan komentar yang membangun.
jangan lupa tinggalin jejak kalian yah, supaya aku bisa mampir balik. bagi yang belum aku hampiri, DM yah😘😘😘😘
__ADS_1
terimakasih semuanya. terus ikuti yah😘