
tania melangkahkan kakinya menuju ruangan suaminya, ia langsung masuk tanpa mengetuk dulu. Dia tersenyum melihat suaminya yang sibuk dengan berkas di meja yang menumpuk, dan tak menyadari kehadirannya.
''mas ?'' panggilnya sembari melangkah menuju sang suami
'' sayang, kenapa kamu nggak bilang kalo kesini''
''kalo aku bilang bukan kejutan ''ujar nya ''aku bawain makan siang kesukaan kamu''lanjutnya.
''wahhh cumi lada hitam nih, ''ujar sembari membuka tempat bekal yang di bawa tania tadi
setelah selesai dengan makanannya, tania membereskan tempat bekal, '' mas kenapa kamu nggak kasih andra jabatan ''ujar nya di sela sela kegiatannya
''mas sedang mengetes dia ''ucapnya ''mas ingin tau rasa tanggung jawabnya sebesar apa'' lanjutnya.
'' maksud mas, dia kan bisa mas angkat jadi menager. kenapa mas harus tes dia seperti ini'' ucap tanpa bigung
''mas dengar dari cerita kamu saat dia menolong dan menolak uang ya kamu beri, bukankah itu sudah jarang ''dia menghela napas ''mas sebenarnya ingin menikahkan dia dengan putri kita'' ucapnya membuat tanda terkejut
''mas apa nadia akan menerima usul mas. mas dia juga kan belum kuliah , bahkan belum lulus dari sekolah nya mas'' ujar tanpa keberatan
'' aku tidak suka melihatnya dekat dengan anak dari anton . kamu tau kan dia seperti apa, bahkan kamu sendiri sering melihat anaknya itu bersama dengan wanita lain, dan nadia tidak pernah mau menurut apa kata kita kalo sudah menyangkut lelaki itu'' ujarnya
'' tapi apa harus dengan menikahkannya mas ''
''mas tau apa yang terbaik, jika kita menikahkannya pasti nadia akan meninggalnya lelaki itu'' ujarnya yakin
__ADS_1
'' aku setuju apa lagi dengan andra , tapi aku tidak yakin dengan nadia''
waktu sudah menunjukkan jam 2 siang tania memutuskan untuk pulang.
sedang di sekolah nadia mendapat telepon dari sang bunda untuk membelikannya kue kesukaan sang bunda saat pulang sekolah nanti, nadia melangkahkan kakinya menuju parkiran, doni mengejar nadia.
''yank boleh aku nebeng'' ujarnya
''boleh, emm tapi kenapa sekarang kamu ngak pernah bawa mobil'' uji nadia curiga
''mobil ku di bengkel yang''
Rita yang saat itu jalan tepat di belakang nadia dan doni pun menatap punggung mereka berdua ,Ntah mengapa hati terasa sangat sakit melihat mereka berdua bersama.
saat tiba di depan mobil nadia melihat rita yang berjalan ke arah mobil nya yang tepat di samping mobilnya. dia ingat bundanya meminta membelikan kue dan memintanya untuk segera sampai di rumah. dia berpikir untuk meminta doni pulang bersama rita.
''ko gitu si''
''maaf lagian kan kalian satu komplek'' ujar nadia'' nggak papa kan rit'' tanya nadia pada rita
''aku si nggak keberatan, tinggal doninya aja mau nggak bareng aku'' ujar rita
''ya dah deh nggak pp'' kesal doni
''maaf yang'' mohon nadia
__ADS_1
''it's oke '' ucap nya kesal
doni pun melangkah kan kaki nya ke mobil rita'' aku yang nyetir atau kamu'' ujar doni cuek
rita menatap doni ''hemm kamu aja deh, nggak papa kan''
doni hanya menganggukkan kepalanya sembari masuk ke dalam mobil tanpa menoleh ke nadia, membuat nadia merasa sangat bersalah karena tak bisa mengantarkan kekasihnya itu.
''thanks ya rit, '' ujarnya
rita tersenyum'' kamu apaan sih, ya udah ya aku duluan'' nadia tersenyum dan mengangukkan kepalanya.
...nadia menatap mobil rita yang semakin menjauh. dia menarik napas bukannya dia tidak ingin mengantarkan doni tapi dia tidak ingin membuat bundanya menunggu dan marah karena menunggu nya. ...
nadia melajukan mobilnya ke toko kue langganan bundanya, saat di perjalanan ray yang tau dari sang bunda bahwa kakaknya membeli kue. segera menelepon untuk memesan kue kesukaannya.bunyi ponsel membunyarkan kosentrasi nada yang sedang menyetir.
''hallo''ujar nadia
''kak udah sampe toko kue nya belom'' ujar ray
''belum nih macet''terdengar suara tertawa sembari mengejek .
'' ck , percaya dah yang pulang awal, harusnya bunda itu suruh kamu bukan aku'' kesal nadia
''haha sabar, aku titip sekalian yah , bronis coklat yahh . tanpa penolakan. harus ada oke'' ray langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu nadia menjawab
__ADS_1
''nyebelin banget si ni anak, di sekolah aja angkuh, di rumah kaya bocah '' ujar nada kesal