
Sinar matahari terasa begitu terik, Clara dengan santai menyelusuri jalanan tanpa menghiraukan panasnya matahari. Banyak kendaraan umum berlalu lalang, kadang ada yang berhenti menawarkan tumpangan untuk nya, Namun Clara menggeleng menolak ajakan mereka. Clara lebih memilih menikmati suasana jalanan yang sebenarnya sumpek, keadaan macet dan asap kendaraan yang berterbangan.
Entah mengapa pagi ini tiba-tiba Clara ingin berjalan kaki menuju kampusnya. Jaraknya lumayan jauh, sehingga jika Clara berangkat pagi maka ia akan sampai siang, tepat disaat jam kuliah.
Tiba di persimpangan Clara berbelok ke kanan, membelah taman yang terlihat lumayan rame. Ada yang tengah bermesraan, ada pula yang sedang duduk sendiri sibuk dengan buku bukunya.
Clara menghembuskan nafasnya berat, entah bagaimana jadinya masa depannya. Impian nya telah hancur, Memiliki suami yang mencintai nya dan membuat keluarga kecilnya bahagia penuh tawa hancur semenjak ia di jodohkan dengan Jeri.
Teetttttt tettttttt!!
Clara terperanjat dan berhenti di tepi jalan dekat gerbang kampus. Clara menatap mobil itu tak suka, karna telah mengagetkan nya.
mobil itu berhenti tepat di depan Clara, membuka perlahan kaca mobil menampakkan si pengemudi.
Pria itu menatap Clara lama, seolah mengingat sesuatu. Tak tahan dengan pemikiran nya akhirnya pria itu turun dari mobil dan berdiri di hadapan Clara.
Clara menatapnya bingung, berdiri mematung memperhatikan tingkah pria itu.
"Clara Yuda?? " tanya pria itu memastikan jika ia tidak salah orang. Clara pun mengangguk Canggung, ia sungguh tak mengenali siapa lelaki ini.
"Anda siapa yah? " tanya Clara bingung.
"Lo lupa sama gue? " Ujar pria itu semakin mendekati Clara. Sementara Clara menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sungguh ia tidak mengenali pria ini.
"Gue gak kenal lo" balas Clara membuat si pria mendesah pasrah, semudah itukah ia untuk dilupakan.
"Its ok Clara, Gue Pram!! temen SMP Lo" Jelas Pram memperkenalkan diri. Clara masih tak mengingatnya ia hanya menyegir canggung.
"Hehe, Pram yah. Tapi sorry gue benar tidak mengingat lo" Ujar Clara tak enak hati.
"Pram!!!!!! " panggil Risma sontak membuat Clara dan Pram serempak menoleh.
Risma melambaikan kedua tangannya dari kejauhan, kemudian berlari mendekat.
"Lo, kenal dia? " tunjuk Clara bingung pada Pram.
"Lo gak ingat dia?? itu lo cowo udik yang pengen temenan sama kita" jelas Risma mengingatkan Clara, mendengar bagaimana Risma mengingatnya Pram menatapnya kesal.
"Tolong yah, hapus kata kata udik nya" serga Pram tak terima. Clara dan Risma saling melirik, kemudian tertawa keras.
"Jadi lo cowo gendut itu?? " Tanya Clara memperhatikan Pram dengan seksama. Tak ada satupun yang mengisyaratkan bahwa Pram pernah gendut.
Tubuh tegap atletis, kulit putih hidung nan mancung, lengkap sudah kesempurnaan diri Pram. Namun sejujurnya tak dapat mengalahkan ketampanan Jeri, itu menurut Clara.
__ADS_1
"Sadis amat sih lu Ar, ngingat gue cuma gendutnya doang" rajuk Pram mengerucutkan bibirnya gemas.
"Lu sih dah berubah banget" sahut Risma tersenyum lebar.
"Ganteng gak? " tanya Pram narsis, keduanya memutar bola matanya bosan.
"Eh Ngomong-ngomong, loh ngapain disini? " tanya Risma penasaran, sudah 2 tahun ia kuliah tak pernah melihat Pram.
"Gue pindah kesini, Soalnya gue lagi buka cabang perusahaan papa. " Jelas Pram yang hanya diangguki oleh Clara dan Risma.
"Yaudah yuk ke kelas, disini panas" Ajak Risma, Clara dan Pram pun mengangguk.
"Kalian duluan aja, gue mau urus dokumen dokumen pindahan gue dulu" bala Pram kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya.
Risma dan Clara berjalan beriringan menuju kelas. Mereka hanya berjalan dalam diam, tak ada yang memulai percakapan di antara mereka.
Sebenarnya Risma ingin menanyakan sesuatu pada Clara, namun melihat wajah murung Clara ia jadi enggan untuk bertanya.
Mata Clara terlihat bengkak, Risma yakin jika Clara habis menangis.
"Lo gak bawa mobil? " Tanya Risma baru sadar jika Clara datang tidak menggunakan mobil. Clara menghentikan langkahnya kemudian menatap Risma.
"ya" balas Clara sembari mengangguk.
"Pengen nikmati udara segar saja" jawab Clara singkat. Risma melotot, Udara segar dari mana?? jalanan penuh dengan polusi gitu dibilang segar, Risma geleng-geleng tak percaya.
"Polusi gitu lo bilang segar?? eh tunggu" Risma menghentikan ucapannya ketika sesuatu dugaan melintas di benaknya.
"Gak ada yang lo sembunyikan dari gue kan? " tanya Risma menatap Clara yang mulai gelagapan.
"Apaan si Ris, gue gak ada sembunyiin apapun. " jawab Clara mengalihkan pandangannya.
"Mata lo bengkak kenapa? lo abis nangis kan? " Tebak Risma cepat.
"Ini lo karna terkena debu, gue kan jalan kaki. lo gimana sih" Elak Clara memberikan alasan.
"Itu yang lo bilang seger? yang ada malah muka lo kusam" Cibir Risma kesal.
"Yaudah yuk ke toilet, bersihin tu muka lo" ajak Risma menarik Clara ikut bersama nya. Clara hanya bisa pasrah ketika Risma menariknya. Memang benar apa yang dikatakan sahabat nya ini. berjalan kaki bukanlah pilihan yang benar.
Suasana segar dinikmati Clara hanya sebentar, ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, maka jalanan mulai padat dan macet. Banyak sekali asap kendaraan mengapung di udara.
Selesai dari toilet membersihkan wajah, Clara dan Risma bergegas menuju kelas.
__ADS_1
Beberapa jam bertempur dengan materi materi yang kadang membuat mengantuk, dan terkadang membuat semangat.
Akhirnya mereka selesai juga, dosen pemateri telah meninggalkan ruang kelas.
"Capek nya!!!! " Ujar Risma sembari merenggangkan kedua tangannya.
"Gue nebeng lu yah" Ucap Clara disela sela kegiatannya merapikan buku-buku nya kemudian memasukkan setengah kedalam tasnya dan setengah nya lagi ditenteng nya.
"Hallo guys!! " sapa Pram ketika berpapasan dengan 2 gadis cantik yang menjadi sahabatnya ketika masa SMP dulu.
"Eh lu belum pulang ndut? " tanya Clara membalas sapaan Pram. Wajah yang tadinya kegirangan berubah menjadi masam.
"Jangan merusak image gue yang tampan ini yah!! " Ujar Pram cemberut, sementara Clara dan Risma cekikikan melihat ekspresi Pram.
"Yaudah, maafkan kami tuan T-A-M-P-A-N" Ucap Risma dengan mengeja pada kata tampan. Seketika wajah Pram berubah menjadi ceria kembali.
"Gitu dong" Sahutnya tersenyum lebar.
"Dasar" dengus Risma.
"Lo masi ada jam kuliah? " Tanya Clara mengganti topik pembicaraan. Pram menggeleng.
"Gue udah selesai. Kalian gimana? " Jawab Pram balik bertanya.
"Kebetulan sekali kita juga gak ada" balas Risma.
"Gimana kalo kita nongkrong dulu, mumpung masih belum terlalu sore" ajak Pram yang langsung diangguki oleh kedua wanita itu.
"Yaudah, kita ke kafe Rendy yah" Ucap Clara.
"Dimana tu? "
"Nanti gue share alamatnya sama lo" Sahut Risma yang diangguki oleh Pram.
"Lo kan bisa buntuti kita" Ucap Clara.
"Iya iya buruan, ntar kesorean" balas Pram. Mereka pun bergegas menuju parkiran. Clara menaiki mobil yang sama dengan Risma yang melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sementara Pram membuntuti mobil Risma.
...TBC...
wahhhhhh akhirnya up lagi. alhamdulillah makasi semua nya yang udah dukung aku. makasih banget.
jangan lupa tinggalin jejak yah, supaya aku bisa mampir balik.
__ADS_1
jangan lupa juga vote nya. likenya 😘😘😘😘