
Flashback on
"Akan ku balas kalian!!!!! " teriak seorang wanita menatap rumah nya yang telah terbakar hangus, anak samata wayang dan suaminya ikut terbakar didalam nya.
Claudia menangis meraung raung sendirian.
Setelah beberapa bulan kemudian, Claudia mendatangi keluarga Yuda. Memperhatikan dari jarak jauh keluarga yang sangat bahagia itu.
"Tak akan ku biarkan tawa itu berlangsung lama" ujar Claudia dalam hati.
"Tante main yuk"
Claudia menoleh pada gadis kecil berusia 5 tahun yang membawa bola sembari tersenyum padanya.
Claudia tersenyum lalu menggendong anak itu.
"Kita mau kemana tante? " tanya Sela kecil dengan suara khas anak kecilnya.
"Kita akan main di tempat yang banyak mainan" jawab Claudia membuat Sela kegirangan tanpa rasa takut.
Claudia menatap sekeliling kemudian menyetop taxi dan pergi membawa Sela.
Sementara di rumah besar Yuda Lexi dan Andra panik mencari keberadaan putri satu satunya mereka.
"Kamu yakin Sela main di sini tadi? " tanya Maria yang tengah menggendong Clara.
"Aku yakin kak, tadi dia masih disini bermain bola" jawab Lexi.
"Pah, mah. " Mereka sontak menatap ke arah Ardi yang berlari kearah mereka sembari membawa bola yang di mainkan oleh Sela tadi.
"Ada apa sayang, apa kamu menemukan adik mu? "
__ADS_1
Ardi menggeleng, nafasnya masih ngos-ngosan. "Mah, Aa menemukan bola Sela di tepi jalan. " jelas Ardi mengatur nafasnya.
"Apa?? " pekik Lexi.
"Sial, mereka menculik putri kita" umpat Andra. Lexi luruh ke lantai, tubuhnya mendadak lemas.
"Putri ku" lirih Lexi yang mulai terisak. Maria ikut menangis melihat kesedihan yang diderita oleh ipar nya. Sementara Andra menghubungi Ramlan untuk mengabarkan bahwa putrinya di culik.
"Sabar yah Xi, mas Ramlan pasti akan menemukan Lexi. " Ucap Maria menenangkan Lexi.
Sudah 3 bulan penyelidikan dan pencarian masih tak kunjung membuahkan hasil. Bagaikan ditelan bumi, Sela menghilang tak berjejak. Hingga suatu kecelakaan terjadi di antar Lexi dan Andra ketika mereka mendapatkan bocoran informasi keberadaan putri mereka.
Tinggallah Ardi seorang diri yang masih berusia 9 tahun. Mengalami musibah sebesar ini merupakan pukulan terbesar baginya. Dalam kesendirian Ardi terus berjuang untuk sukses dan tak menghentikan pencarian keberadaan adik kandung nya.
Meski dalam naungan Ramlan, Ardi terus belajar untuk mandiri dan meneruskan perusahaan peninggalan papa nya.
Flashback off
Rendy menggeleng melihat tingkah manja Clara di atas kasur, begitu juga dengan yang lainnya.
Sela yang duduk di sudut jendela rawat inap Clara hanya diam membisu. Kenyataan yang baru di ketahui nya masih tak dapat di percaya oleh akalnya.
"Eh, gue gak di sekap lagi? " tanya Clara yang sudah membuka matanya kemudian bangkit dari duduknya.
Clara menatap satu satu orang yang berada di dalam ruang itu, matanya terhenti pada Sela. "Lo, kok disini? masih belum puas nyiksa gue?? " bentak Clara dengan nada sinis.
Jeri bangkit dari duduk nya, menghampiri Clara yang sudah mulai emosi.
"Sayang....tenang dulu, kamu baru sadar" bujuk Jeri.
"Kak Ar, usir wanita itu. Jangan dekat dekat dia. " Clara bangkit dari tempat tidur, menarik Ardi jauh dari Sela.
__ADS_1
"Dek, dia itu kakak lo. " Ujar Ardi.
Clara menatap Ardi tak percaya, mana mungkin Seorang kakak tega menyakiti adik nya sendiri. fikir Clara.
"Tidak kak, wanita ular ini bukan kakak ku! "
"Dia Sela, adik kakak yang selama ini di culik. " ucap Ardi. Clara tak berkedip, ia mencoba menajamkan telinganya berharap salah dengar.
"Kak, katakan kalo gue salah denger. " Clara mendekati Rendy, satu satunya orang yang selama ini membantunya.
"Gue juga gak ngerti dek, tapi itulah yang baru saja gue ketahui. Gadis itu adik kandung Ardi. " Jelas Rendy.
Mereka hanya diam melihat Clara yang masih belum percaya dengan fakta ini. Clara menatap Sela tajam, kemudian berjalan cepat mendekati Sela.
"Apa lagi yang lo rencana kan!!!, apa masih belum puas hancurin keluarga gue!!!!! " teriak Clara mengguncang tubuh Sela. Kematian papa dan mama nya masih belum dapat di terima oleh Clara dan sekarang ia baru saja mengetahui bahwa pembunuhnya adalah kakak sepupunya.
"Gara gara lo, papa mama gue pergi!!!!!, Gara gara lo Jeri benci sama gue!!! dan sekarang lo ngaku jadi Kakak gue?? " teriak Clara histeris.
"Maafin gue hiks hiks" Sela menyesal, sangat menyesal. Selama ini iya meragu namun asutan dari Claudia membuat dendam tertanam lebih kuat di hati nya.
"Lo fikir, kata maaf itu mampu mengembalikan Papah, mama? " lirik Clara melepaskan cengkraman nya pada tubuh Sela dan berjalan menuju pintu keluar.
"Lo mau kemana? " cegat Jeri namun di tepis oleh Clara.
"Bukan urusan lo. " Clara terus berjalan dengan cepat, jalannya masih sempoyongan. Tubuhnya yang kekurangan banyak cairan masih belum pulih total.
Brak!!
Tubuh Clara ambruk di ambang pintu, sontak mereka semua berlari mendekati Clara dan jeri mengangkat tubuh mungil Clara ke ranjang rumah sakit. Sementara Ardi berlari memanggil dokter.
Sela terlihat sangat khawatir dengan keadaan Clara, walau bagaimana pun ini semua karena dirinya.
__ADS_1
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...