ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 5 Season 2


__ADS_3

"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, Ehhhh Micle datang rumah Oma" ucap Rani kaget plus senang melihat Micle datang dalam gendongan Sela.


"Iya tante, dah lama gak berkunjung"


"Ini? " tunjuk Rani pada Jihan yang berdiri di samping Sela, ia merasa pernah bertemu dengan gadis itu. Jihan juga begitu, ia tengah menerka nerka dimana ia pernah bertemu dengan wanita paru baya Itu.


"Halo tante" sapa Jihan sembari mesalim Rani.


"Eh iya, kamu yang di supermarket itu kan? " tebak Rani.


"Jadi kalian dah pernah ketemu? " tanya Sela bingung.


"Iya sel, gak sengaja dapat insiden di supermarket" jelas Rani.


"Eh ada Micle, kok gak di bawa masuk" ujar Adam yang baru turun dari tangga.


"Eh iya, aduhh ayuk ayuk masuk" Ajak Rani mempersilahkan keduanya masuk dan menutup pintu.


Jihan menatap seluruh isi rumah, memerhatikan setiap foto yang terpajang di dinding. Ada yang lupa, Jihan lupa jika ia bertemu dengan tente Rani dengan anak nya, yaitu Bos dingin dan nyebelin.


"Aumm, mm" rengek Micle tak jauh dari Jihan, ia tak sadar jika tertinggal oleh kedua wanita tadi karena keasikan memperhatikan rumah orang. Gadis itu bergerak hendak menggendong Micle.


"Eh gue duluan yang mau gendong" serga Jihan kesal.


"Ngapain lo disini"


"Eh pak Tua, gue disini itu tamu. Bukan pegawai lo yah" balas Jihan kesal.


"Bodo amat" cibir Jeri kemudian membawa kabur Micle.


"Eh siniin ponakan gue! " teriak Jihan berusaha merebut bayi itu, Jeri tak mau kalah ia terus mempertahankan Micle. Bayi yang sedari tadi di perebutkan malah semakin girang.


"Ih ketawa" ujar Jihan dan Jeri bersamaan.


"Apaan sih, Lo" dengus keduanya.

__ADS_1


Sela menyikut Rani, keduanya saling pandang tersenyum memikirkan sesuatu.


"Micle sayang, sini sama aunty" ajak Jihan mengangkat tangannya ke Micle.


"Yuk main di kamar uncle" ajak Jeri melarikan Micle menaiki tangga menuju kamarnya.


"Issss apaan sih!! " teriak Jihan merengut kesal. Gadis itu menghentak hentak kakinya mendekati Rani dan Sela yang kini pura pura berbincang bincang.


"Kamu kenal Jeri? " tanya Rani penasaran duduk semakin dekat dengan Jihan.


"Ah ngg.... gak tante, aku kerja di perusahaan nya pak Jeri" jawab Jihan sopan.


"Kerja? " ucap Rani bingung, Jihan adalah adik sepupu Seno yang memiliki banyak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Mengapa gadis itu bekerja jika keluarga nya sudah kaya.


"Iya tante, aku gak suka hidup hanya menghamburkan uang dan berdiam diri saja, lebih baik aku bekerja dan menikmati hidup" jelas Jihan, membuat hati Rani tersentuh. Tak hanya Rani saja, Jeri yang baru saja menuruni tangga juga dapat mendengar jawaban Jihan. Pria itu tersenyum, entah apa yang membuat senyumnya sedikit terlihat.


"Ternyata gak cuma kamu saja yang seperti itu sayang" batin Jeri menatap wajah manis istri yang tersenyum lebar di sebuah foto yang terbingkai indah di dinding dekat tangga.


"Oeekkk oooekk" Micle menangis menyadarkan Jeri dan ketiga Wanita itu menoleh.


"Tayang momy, haus yah sayang" ujar Sela mengambil alih Micle dari gendongan Jeri.


"Tuh dia haus, bukan karena gue! " ketus Jeri.


"Alah, pasti lo cubit kan! " tuduh Jihan membuat Jeri geram.


"Sudah, sudah.. Kek anak kecil tahu gak" lerai Sela yang tengah menyusui anaknya dengan Dot.


"Dia tuh... " aduh Jihan.


"Lu yang duluan" bantah Jeri tak mau kalah. Sementara Sela dan Rani memutar matanya jengah.


"Gimana, Lo suka tempatnya? " tanya Pram pada Risma yang kini menatap sekeliling nya dengan mata berbinar.


"tempatnya bagus banget " puji Risma.


Prukkk Prukkk

__ADS_1


Dua orang pelayan datang membawa hidangan yang telah di pesan Pram untuk makan malam mereka.


"Mari makan " ujar Pram yang menurut Risma kalem saat ini. Gadis itu tersenyum geli melihat tingkah sahabat nya ini terlihat begitu manis.


"Lu mau ngelamar gue kok jadi manis gini yah" ujar Risma sembari menyuap daging ke mulut nya.


Pram menghela nafas gusar. "Berpura-pura lah untuk tidak tahu, biar semua nya terlihat lancar" dengus Pram membuat Risma tertawa geli.


"Ok oke gue akan mengikuti alur" ujar Risma pasrah.


Mereka pun makan dengan khidmat, sesekali Pram melirik Risma dangan senyum tertahan. Betapa bahagianya dirinya saat ini.


"Oke, gue mau ngomong serius sama lo" ucap Pram memulai percakapan setelah selesai makan dan mejanya pun telah di bersihkan oleh pelayan.


"Ngomong apa? "


"Lo mau kan Nikah sama gue? " tutur Pram dengan jantung berdetak kencang.


"Hmm gimana yah, " ucap Risma pura-pura berfikir.


"Jawab ajah langsung, jangan buat gue sulit nafas dong" desak Pram.


"Iya iya gue mau" Jawab Risma tersenyum lebar. Sebenarnya gadis ini juga menyukai Pram, namun karena terhambat oleh kata Sahabat maka gadis itu memilih untuk melupakan perasaannya. Itulah yang membuat gadis itu menjadi lajang hingga kini.


"Lo serius?? "


"Iya gue serius!! " jawab Risma lagi. Tak tertahankan, Pram merasa sangat senang


Pria itu berdiri dari duduknya kemudian berdiri di tengah tengah restoran.


"Hei, kalian lihat gadis itu menerima ku!! kami akan menikah!! " teriak Pram pada semua orang yang ada disana membuat Risma menutup wajahnya malu, kini mereka menjadi pusat perhatian para pelanggan disana.


"Iss Pram sini, lo gak malu apa" bisik Risma.


Pram berjalan kembali duduk ke mejanya, pria itu menatap sang gadis dengan ekspresi yang begitu bahagia. Risma turut bahagia melihat senyum Pram yang menyejukkan hatinya.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2