ISTRI KU

ISTRI KU
20


__ADS_3

"Kak, kita akan kemana?? " tanya gadis kecil pada anak laki-laki yang tengah menutup kedua matanya.


"Kesuatu tempat, yang pasti kamu akan sangat suka" balas anak laki-laki tersenyum lebar.


Jeri, yah anak laki-laki itu adalah jeri. Kini ia telah menyiapkan sebuah kejutan untuk Clara.


Mereka sampai di sebuah tempat, Jeri pun melepaskan tangannya dari mata Clara.


"Wahhhh, kak bagus banget" Clara menatap danau yang telah disulap menjadi taman.


Clara berlari mendekati tepian danau, menatap takjub keindahan Sunset.


"Wah,,, cantik banget kak" ujar Clara berbinar menyaksikan keindahannya.


"Tentu saja, taman ini sekarang milik mu" ujar Jeri sembari berjalan mendekati Clara.


Gadis yang berumur 10 tahun itu melompat kegirangan, Clara memeluk Jeri erat.


"Makasih kak Jer" ucap cara melepaskan pelukan nya kemudian kembali menatap Sunset dengan senyum yang masih mengembang.


"Ku harap bisa terus melihat keindahan ini bersama mu" ujar Jeri menoleh pada Clara yang juga menoleh padanya.


Clara mengacungkan kelingking nya pada Jeri "Berjanjilah jika kakak akan menikah hanya dengan ku"


"Aisss, kau ini masih kecil sudah bicara nikah nikah" Jeri mengacak acak rambut Clara gemas.


Bukannya senang Clara malah cemberut, kelingkingnya masih setia mengacung didepan Jeri.


Jeri pasrah, akhirnya menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Clara.


"Baiklah, baiklah.... jangan menyesal jika aku akan mengusir semua laki-laki yang ingin mendekati mu. " Goda Jeri s


"Tak masalah, yang terpenting kakak milik ku" ujar Clara mengundang tawa dari Jeri.


"Bhahahahaha, kau ini sungguh lucu"balas Jeri.


Mereka menikmati keindahan Sunset dengan penuh canda tawa, hingga malam pun menjelang.


Seorang pria paru baya menghampiri Clara dan Jeri.


" Den, mari pulang sudah malam, nanti nyonya malah khawatir. "Panggil Somat supir pribadi Jeri yang khusus untuk mengantar kemana pun ia ingin pergi.


" Iya Pak, ini juga mau pulang" sahut Jeri.


"Yuk pulang, biar kakak antar dulu" ajak Jeri lembut, Clara mengangguk mengikuti Jeri menuju mobil.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Yuda.


Jeri turun terlebih dahulu diikuti Clara, berdiri berhadapan dengan Clara.


"Makasih yah kakak, ingat lo janji kakak" ucap Clara kembali mengingatkan atas janji mereka.


"Iya iya, bawel yah. Udah sana masuk"


Clara berlari masuk kedalam rumah nya dengan girang.

__ADS_1


Jeri pun masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan perkarangan rumah Clara.


"Mama!!!!! papa!!!! Clara pulang!!!!! " teriak Clara nyaring memasuki rumah.


"Aduhh sayang, kenapa teriak teriak sih sayang. " Ujar Ramlan menghampiri putri kesayangan nya yang baru saja masuk.


Clara nyengir "Mama mana pah? "


"Ada apa sayang??, nyariin mama" sahut Maria menuruni tangga. Sontak Clara berlari menghampiri mamanya.


"Mama, tadi kak Jer ngasih kejutan " adu Clara menceritakan apa yang baru saja ia alami, matanya berbinar dengan nafas yang tersengal sengal menceritakan semuanya tanpa titik koma.


"Danau ituuu indah banget lo mama... "


"Benarkah?? boleh gak papa kesana? " goda Ramlan. Clara menggeleng cepat.


"Gak boleh, itu hanya boleh didatangi kak jer, dan Clara"


"Kok gitu, gak sayang nih sama mama papa? " rajuk Ramlan.


"Ihh nanti ya papa, kalo Ara nikah sama kak jer, Ara bakal adain acaranya disana" ujar Clara serius.


"Ih anak mama, masih ingusan dah bilang nikah nikah ajah yah" sahut Maria menoel pipi putrinya manja.


"Sayang mandi sana, acem" ucap Ramlan menutup hidungnya, sontak Clara langsung mencium kedua ketiaknya.


"Is papa, seharum ini, dibilang acem" sungut Clara mengerucutkan bibirnya.


"Sayang kan abis dari luar, sayang harus mandi yah" ucap Maria lembut sembari mengelus puncak kepala Ara.


Tap Tap Tap


Clara perlahan membuka matanya, mendudukkan tubuhnya kemudian menyender di kepala ranjang.


"Kak jer! " gumam Clara.


Merenung, Clara mencoba mengingat ingat mimpi yang baru saja ia alami.


"Kak Jer" gumam Clara lagi, merasa tak asing dengan panggilan itu.


Tiba-tiba Clara menuruni ranjang dan berlari menuju meja belajarnya. Meraih sebuah buku diary yang pernah ia tulis sewaktu kecil.


Dibuka lembar demi lembar, Clara masih bingung dengan isi buku yang hanya menceritakan tentang kak Jer.


"Siapa kak Jer? " tanya Clara pada diri sendiri.


Clara semakin bingung, mamanya bilang jika buku ini adalah miliknya, tetapi Clara tidak mengingat memori apapun yang diceritakan didalam buku ini.


Jleb. Clara merasakan kepalanya berdenyut, sebuah ingatan melintas di pikiran nya. Clara mencoba memaksa agar bisa mengingatnya meski sakit menyerangnya.


"Akhh.. " Ringisnya sembari memegang kepalanya.


Clara memejamkan matanya menahan ngilu yang melanda kepalanya saat ini.


"Kak jer, sini!!!! " Suara seorang gadis kecil terdengar di telinga Clara, membuatnya semakin memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kak Jeri" panggil Clara, sedikit demi sedikit Clara mengingat memory yang hilang meskipun masih samar samar.


Clara melirik jam waker yang berdiri tekak di sampingnya.


"Sebentar lagi kak jeri akan pulang" gumam Clara sembari berusaha bangkit dan keluar dari kamarnya.


Setelah meminum obat penghilang rasa sakit yang biasa ia konsumsi Clara memaksakan dirinya untuk memasak.


Dengan senyum yang selalu mengembang, Clara bersenandung pelan. Ia sangat bahagia telah mengingat sebagian dari memory yang selama ini terlupakan.


Clara memasak makanan special untuk Jeri, ia akan mengatakan semuanya pada Jeri nanti.


"Wahhh akhirnya selesai juga, aku akan mandi dulu saja" ujar Clara melirik jam di dinding, Jeri akan pulang setengah jam lagi.


Clara pun bergegas menuju kamarnya, kemudian melaksanakan rutinitas mandinya.


Selang beberapa menit Clara selesai dengan acara mandinya kemudian bergegas mengenakan baju tidurnya, Clara tampak begitu segar dan cantik.


Senyum Clara mengembang, ketika mendengar seseorang mengucapkan salam yang ia yakin itu adalah suaminya.


"Assalamu'alaikum" ucap Jeri memasuki rumah nya.


Clara bergegas keluar dari kamar dengan wajah yang berbinar.


Sontak langkah kaki Clara terhenti ketika melihat Jeri yang baru saja masuk di gandeng oleh Sela.


"Hi Clara, kita bertemu lagi" sapa Sela tersenyum miring.


"Waalaikumsalam" balas Clara datar, wajah yang tadinya berbinar, wajah yang tadinya tampak bahagia kini berubah menjadi tatapan dingin dan raut wajah datar.


Jeri mematung, melihat perubahan air muka Clara. Ia sedikit tergelitik Clara pasti merasa cemburu.


Namun jauh dari dalam hatinya Jeri juga merasa bersalah karna membawa Sela kerumah tanpa mengatakan terlebih dahulu kepada Clara.


Jeri melirik Clara yang juga melirik padanya, mata mereka bertemu namun tak berani bersuara.


Entah apa yang mencoba mereka sampaikan melalui tatapan mereka.


"Wah loh udah masak yah Clara? " tanya Sela menghempas kesadaran Clara dan Jeri yang tenggelam dalam diam.


Clara berjalan menuju meja makan, mulai membuka tudung kaca.


"Bersihin diri lo dulu, baru makan" Ujar Clara dingin.


Jeri mengangguk kemudian bergegas kekamarnya.


tinggalah Clara dan Sela yang berada di meja makan. Saling diam dan membisu.


...TBC...


Alhamdulillah, Terimakasih untuk semuanya, yang udah setia suport aku. jangan lupa jejaknya ya. 😘😘😘😘 selalu sayang kalian.


like+vote jangan di lupakan 😘😘😘


makasih love you kalian

__ADS_1


__ADS_2