ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 3 Season 2


__ADS_3

Cling~


Semua karyawan mendapat notifikasi yang menyuruh mereka untuk bergegas berkumpul ke Aula perusahaan yang biasa di jadikan tempat meeting secara besar.


"Yuk han" ajak Laras menggandeng lengan Jihan.


Kedua gadis itu dan karyawan lain nya memasuki Aula. Laras dan Jihan duduk berdekatan.


"Selamat siang semuanya, maaf mengganggu waktu kalian" ujar Roni tersenyum ramah menatap semua karyawan.


"Kami mengumpulkan kalian semua disini atas perintah Bos besar kita. Ada beberapa hal yang harus di bicarakan olehnya"


Terlihat seluruh karyawan serius mendengar kan jabatan Roni.


"Oke, waktu nya untuk CEO kita bicara" ujar Roni kembali duduk.


Jihan yang tek memperhatikan orang orang besar di depan tak melihat Jeri juga duduk di Depan.


"Selamat siang " sapa Jeri dingin.


Mendengar suara yang lumayan familiar di telinga nya sontak membuat Jihan mengangkat wajahnya.


Siapa yang tidak kaget, melihat orang yang selama ini menarik perhatian nya adalah bos nya sendiri.


"Pantes aja dia ada di sini" rutuk Jihan menggigit bibir bawah nya. Jihan meneguk liurnya ketika tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Jeri.


"Jadi itu bos kita? " tanya Jihan lirih. Laras yang fokus mendengar kan penuturan Jeri pun menoleh ketika telinganya menangkap pertanyaan dari Jihan.


"Lo gak tahu? "


"Kenapa lo gak bilaaang" teriak Jihan dengan suara tertahan.


"Gue fikir lo tahu" balas Laras.


"Baiklah sekian untuk hari ini, meeting kita tutup" ucap Jeri menutup pertemuan kemudian keluar terlebih dahulu dari ruangan aula.


"Jihan! " panggil Roni.


"Yah ada apa? " tanya Jihan berbalik menatap Roni berjalan cepat ke arah nya.


"Bos nyuruh lo ke ruangan nya"


"A-apa??? " Jihan melotot tak percaya. Bagaimana mungkin ia di panggil seperti in, apa mungkin si bos ingin memakinya atau ingin memecatnya. Berbagai macam pemikiran muncul di benakmu Jihan.


"Hei, Jihan" panggil Roni menyadarkan Jihan dari lamunannya.


"Eh iya"


"Ok, gue pergi dulu" pamit Roni.


"Eh tunggu" Jihan menahan lengan Roni.


"Ada apa? "


"Kira-kira bos manggil gue kenapa yah? " tanya Jihan menatap Roni memelas.


"Mana gue tahu, makanya lo datengin sekarang biar lo tahu" balas Roni menoyor jidat Jihan.

__ADS_1


Jihan memegang jidat nya yang di toyor Roni "Bagaimana jika dia memecat gue"


"Hahaha, kenapa bos harus memecat lo? " tanya Roni tertawa, gadis ini sungguh lucu di matanya.


"Temenin dong" rengek Jihan menarik lengan Roni.


"Emang lo gak malu, kalo seandainya di maki bos depan orang lain? " tanya Roni sontak membuat Jihan menggeleng cepat. Berbagai cerita teman temannya mengiang di benak Jihan.


"Udah sana datengin dulu" ujar Roni mendorong tubuh Jihan menuju lift.


"Aiss bagaimana jika pria dingin itu menghajar gue, di maki mah gak papa" gerutu Jihan sembari berjalan memasuki lift, Roni tersenyum geli mendengar gerutuan karyawan baru nya.


Tuk!! Tuk!!!


"Masuk! " sahut Jeri dari dalam, perlahan Jihan membuka pintu dan menutup nya kembali. Berjalan pelan sembari menundukkan kepala, tak kuasa menatap wajah pria yang menjabat sebagai bos nya itu.


"Sel-la-mat siang bos" sapa Jihan gugup.


"Kenapa ini bisa kacau seperti ini! " bentak Jeri tanpa membalas sapaan Jihan.


Jihan mengangkat wajahnya tak terima di bentak. "Maaf kan saya Bos, kenapa tiba-tiba saya di bentak? "


Jeri mengangkat wajahnya, baru kali ini ada karyawan yang berani membalas ucapannya.


"Baca!! " bentak Jeri melempar dokumen yang di periksa nya tadi.


Jihan melotot melihat hasil yang ia kumpul kan tadi, sungguh memalukan Jihan salah memprint hasil produksi.


"Ma-maafkan saya bos, saya salah mencetak hasil nya bos"


"Saya tidak butuh karyawan yang ceroboh seperti kamu! " ucap Jeri dingin.


Jihan tak bergeming, baru kali ini ia di bentak oleh seseorang.


"Sedikit saja kesalahan sudah di perlakukan seperti ini! " lirih Jihan dingin.


"Sedikit kau bilang? " tanya Jeri dengan nada sinis dan tajam.


"Ingat Bos kau tak akan bisa tanpa karyawan mu" balas Jihan kemudian berbalik ingin pergi.


"Tentu saja, aku tak akan bisa jika karyawan ku seperti mu"


"Itu karna Bos seperti mu yang hanya bisa membentak! " balas Jihan tanpa menoleh dan terus melanjutkan langkahnya.


Jeri menatap pintu yang tertutup dengan hempasan kuat oleh Jihan, karyawan yang berani menantangnya.


"Dasar bos sombong!! " maki Jihan menghempaskan map hitam gang dibawanya dari dalam ruangan Jeri.


"Kenapa? " tanya laras menatap Jihan bingung.


"Gue salah ngasih hasil produksi" jawab Jihan kesal.


"Bos memarahi lo? "


"Dia membentak gue!, padahal gue dah ngaku salah" balas Jihan kesal.


" Lo melawan ucapan bos? " sahut siti yang mendengar pembicaraan Laras dan Jihan.

__ADS_1


"Tentu saja, dia tidak akan bisa bekerja tanpa karyawan. " dengus Jihan kesal.


"Siapa bilang" ujar seseorang.


Laras dan siti berbalik ke meja masing-masing ketika melihat Jeri berdiri tepat di belakang Jihan.


"Bos" sapa Jihan pelan.


Blam~


Jihan menatap berkas yang hempaskan Jeri di atas meja Jihan yang sangat banyak.


"Selesaikan sebelum sore" titah Jeri datar kemudian berlalu pergi.


"Astaga, lo gila apa!! " pekik Jihan menatap Jeri kesal. Jihan menatap ke sekeliling nya, Laras dan yang lainnya memberikan semangat dengan mengangkat lengan mereka.


"Huh" dengus Jihan menghempaskan bokongnya ke kursi.


Sudah pukul 3 sore Jihan masih saja berkutat dengan berkas berkas yang diberikan Jeri. Gadis itu sesekali menguap merasa sangat lelah.


"Ahhhh akhirnya selesai juga" ujar Jihan merenggangkan otot-otot nya.


Tuk!! Tuk!!


"Mauk! "


Jihan bergegas membuka pintu mendengar sahutan Jeri, gadis itu membawa berkas itu kemudian menghempasnya di atas meja Jeri tepat di depan wajah nya.


"Silakan di periksa ulang Bos" ujar Jihan tersenyum terpaksa.


Jeri berdiri berjalan meraih tong sampah yang tak jauh dari meja, yang bisa ia gunakan untuk membuang berkas yang tak berguna.


"Lah kok di buang! " teriak Jihan ketika dengan santainya Jeri membuang berkas yang susah payah ia periksa.


"Berkas ini tidak berguna lagi"


"Jika tak berguna mengapa aku harus meriksa nya lagi! " sungut Jihan.


"Lihat jam mu" titahJeri datar.


"Jam 3: 30" balas Jihan menatap jam nya.


"Sudah sore, dan saya mengatakan kepadamu kapan? " ujar Jeri.


"Sebelum sore"


"Sekarang adalah? " tanya Jeri menatap Jihan datar.


"Sore Bos"


"Keluar" usir Jeri kembali duduk di bangku kebesarannya.


"Ihhhh nyebelin banget! " geram Jihan menghentak hentakkam kakinya keluar dari ruangan Jeri.


"Dasar Bos gila! " teriak Jihan sebelum menutup pintu. Jihan benar benar kesal sekarang, gadis yang awalnya begitu tertarik dengn pria itu kini menyimpan erat niatnya.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2