
sepanjang perjalanan nadia sama sekali tidak berbicara dia memilih menatap keluar jendela, andra yang mencoba mengajaknya berbicara pun tak di hiraukanya, andra memarkirkan mobilnya saat tiba di sekolah, nadia hendak turun membuka pintu, tapi andra memegang pergelangan tangan nadia , nadia menatap tangannya yang di sentuh oleh anda.
''lepas''ucapnya
''maaf, mas minta walaupun pernikahan kita terpaksa tapi mas minta kamu tetap hormati mas sebagai suami kamu, '' ucapnya
''aku nggak akan pernah turutin apa yang kamu mau , bagi aku kamu tetap orang asing, dan aku nggak mau yah kamu sentuh aku sedikitpun'' kesal nadia'' dan jangan pernah berharap aku akan menerima pernikahan ini dan menganggap kamu suami aku, maka tolong bersikap bahwa kamu tidak mengenal aku di hadapan teman ku atau siapapun itu kecuali keluarga kita''ucapnya lalu keluar dan membating pintu mobil.
andra menatap istrinya itu yang berlari masuk gerbang sekolah, ''sabar andra , yakin dia akan mencintaimu'' dia melajukan mobilnya ke kantor
saat ini dia sudah menjadi direktur di kantor cabang mertuanya, dia di percaya oleh ayahnya itu untuk memimpin perusahaan cabang yang menangani kerja sama dengan luar negri, dimas bukan asal memberi jabatan kepada andra dia sudah mengetes kinerja andra , dan menurutnya andra sangat cerdas dan dia bisa menarik perhatian para klayen dari luar negeri dan merasa puas dengan kinerja andra.
Di sekolah nadia kebingungan memberi jawaban pada ke tiga sahabatnya itu yang terus bertanya kemana dirinya beberapa hari tidak masuk sekolah.
''aku kemarin sakit, dan yah nggak bisa masuk'' ucapnya asal
'' kenapa kamu nggak bilang, kalo gitu kan kita bisa jenguk kamu ''ucap rita
''ya dah lah yang penting sekarang aku udah sehat '' ucap sembari tersenyum
__ADS_1
''apa selama ini kalian lihat doni, dia sama sekali nak ada ngabarin aku beberapa hari ini'' ucapnya
'' aku lihat, tapi dia kaya nggak kenal gitu sama kita , aku pikir karna ngk ada kamu jadi dia kaya gitu''ujar ara
''rita kamu kan yang terakhir sama dia, dia ada bilang sesuatu gitu sama kamu'' ujar nadia
'' nggak ko ''ucapnya
''itu dia, mending kamu samperin deh tanyain dia kenapa''ucap rani
''nah iya, samperin aja ''ucap ara
''doni, aku mau ngomong''ucapnya
''ngomong aja ''ujar doni
''ngk bisa di sini, '' doni langsung menarik nadia ke lorong sekolah yang sepi, rita menatap mereka dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan, ara yang melihat rita pun curiga.
''kamu kemana aja, aku sakit dan kamu nggak ada buat aku '' ucap nadia
__ADS_1
''aku nggak tau kalo kamu sakit, lagian kamu juga nggak ada kasih tau aku kalo kamu sakit''
''tapi kamu nggak ada hubungin aku sama sekali don''ucap nadia.
''nad , kamu tau kan perusaan papahku di ambang kebangkrutan dan aku pusing harus mikirin gimana cara nya untuk bantu papah ku menstabilkan nya kaya semula, kamu tau ini semua karna ayah kamu yang udah berhasil ngalahin papah ku '' ucapnya sembari membentak nadia
nadia terkejut karena baru kali ini doni membentaknya '' aku sama sekali nggak tau don soal ini, aku minta maaf ''ucap sembari menangis
''aku bakal maafin kamu, tapi kamu harus bantuin aku, '' ucapnya
''aku bakal lakuin apapun yang kamu minta'' ucapnya
''aku mau kamu selalu kasih bocoran kinerja perusaan ayah kamu ke aku''ucapnya
''tapi don''
''kalo nggak kita putus''
''oke, aku akan lakuin apa yang kamu mau'' ucap nadia , doni langsung meninggalkan nadia sendiri.
__ADS_1
nadia sungguh kecewa saat tau ayahnya yang membuat perusahaan orang tua doni bermasalah, dia akan melakukan apapun agar doni memaafkannya,''ayah kenapa jadi gini sih, kemana ayah nadia yang dulu'' tanpa nadia sadari doni tersenyum karena berhasil membohonginya, sebenarnya perusaan papahnya tersandung kasus korupsi, bukan karena kalah dari dari perusaan ayah nadia, dia berpikir dengan dia tau kinerja dari perusaan ayah nadia maka dia akan mengembalikan nama baik perusahaan papahnya.