
jam sudah meunjukan waktu pulang, nadia berjalan bersama tiga sahabatnya menuju parkiran rencana nya mereka akan pergi nonton dan shoping, tapi tak di sangka andra sudah menunggu nya dan bahkan saat ini andra sedang mengobrol bersama ray.
''ngapain dia kasini lagi" gumamnya
''kenpa nad'' ucap rani yang mendengar ara bicara tak jelas
''nggak papa, bentar yah aku ke sana dulu'' ujar nya sembari berlalu
''loh nad'' ujar rita bigung
nadia berlari menuju ke arah ray dan anda berada, ''masuk ke dalam mobil'' ujar nadia
''ya ampun masih judes aja kak, '' saat ray
''diam kamu''ucapnya
ray pun pergi, mereka masuk ke dalam mobil ,''mau langsung pulang ''tanya andra
''denger yah , aku nggak mau kamu antar jemput kaya gini ,aku bisa naik mobil sendiri, dan satu lagi jangan pernah larang aku untuk pergi kemana pun dan sama siapa pun''ujarnya
''apa boleh aku tau alasan kamu terlihat sangat membenci aku''
'' oh ya jelas, aku benci sama kamu karena kamu nggak menolak permintaan ayah buat nikah sama aku, dan sampai kapan pun aku akan benci sama kamu'' ucapnya penuh penekanan
''baik mulai saat ini kita lakukan apapun kebutuhan dan urusan sendiri, aku juga tidak akan mencampuri urusanmu lagi''
''bagus,aku mau pergi cukup nanti kamu kirim alamat apartemen nya ke aku ngk perlu jemputan ''ujarnya dan berlalu
__ADS_1
''aku harus bagaimana, ?'' ujar andra sembari menatap nadia
andra pun melajukan mobilnya kembali kekantor , karena memang belum saat nya pulang, dia tadi hanya menyempatkan menjemput istrinya itu namun malah kata kata menyakitkan yang dia dapat.
Nadia melangkahkan kakinya menuju sahabatnya, dia melihat ketiga sahabatnya itu memandangnya dengan penuh tanda tanya, ''nad dia siapa''ujar rita
''sodara''ucapnya
''kenapa si kamu kalo punya sodara kaya pangeran semua''ucap ara
''mana yang ini dewasa banget lagi, apa boleh aku dekati dia ''ujar rani
"deketin aja kalo dia mau sama lo'' ujar nadia mengejek
Nadia dan ketiga sahabatnya itu sudah sampai di bioskop mereka menghabiskan Ntah berapa jam untuk menonton. selesai dengan acara menonton mereka mencari makan di restoran jepang sesuai keinginan rani .
''haha mungkin dia suka melihat filem jepang''ejek ara
''apa hubungannya sama filem jepang''toyor rani
'' denger yah aku suka banget sama film korea, drakor dan aku sekarang suka banget makan ala drakor gitu haha yang mengakibatkan banyak piring kotor''ujar nya sembari tertawa, ''dan mungkin kamu juga sama kaya aku gitu'' lanjutnya
''dihhh nggak tu, '' ujar rita
mereka pun makan dan di selengi obrolan dan terkadang mereka tertawa oleh banyolan yang mereka buat, setelah makan mereka pergi shoping , tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam, mereka pun memutuskan kan untuk pulang.
''kalian balik duluan aja yahh, aku mau di jemput ray'' ujarnya padahal nadia hanya tidak ingin temannya tau bahwa sekarang dia tinggal di aprtemen
__ADS_1
''loh kenapa, kita anter aja, berangkat kan bareng pulang juga dong'' ujar rani
''kalo kamu di jemput ray , aku tunggu di sini, aku juga pengin di aterin ray , boleh yah nad''ucap ara memohon
''boleh, kapan aja kamu boleh pergi sama ray, tapi bukan sekarang ''ucap nadia
''ya dah deh walaupun bukan sekarang yang penting aku bisa jalan sama ray , kasih tau dia yah kalo aku suka banget sama dia ''ucpnya
''ara kamu ngk malu apa''ucap rita
''kenapa harus malu demi mengejar cinta''ucapnya
''ya udah kita balik yah , ntar keburu malem, kita duluan ya nad , sori nggak bisa nemenin kamu nunggu ray''ujar rita
''iya nggak papa''ucap nya
setelah memastikan mobil rita jauh nadia membuka ponselnya dan ada notifikasi dari nomer yang dia tidak kenal mengirimkan alamat, dia yakin bahwa itu andra , karna memang mereka sebenarnya belum bertukar nomer jadi belum ada nama di kontak teleponnya ,mungkin andra meminta nnomernya pada ray pikirnya.Dia memesan taksi online menuju apartemen yang sekarang dia tinggali bersama andra , urusan pindah memang sudah di urus oleh art keluarga nya, jadi andra dan nadia tidak perlu repot membereskan apartemen baru mereka. sampai di depan gedung apartemen yang ada di alamat, nadia sedikit tidak percaya karna , ini termasuk apartemen mewah, dan mana bisa andra dengan pekerjaan nya dulu sebagai seorang Ob bisa membeli apartemen semerah ini, dia turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju lobi, dia mencari lif , dia menuju lantai yang di tulis andra, sesampainya di lantai yang di tuju nadia berjalan di lorong mencari nomer rumah andra , saat tepat di depan nomer yang sama nadia pun memencet bel, andra yang mendengar pun segera membukakan pintu.
''kenapa baru pulang ''kata andra dingin
''lupa, sama yang tadi kita bahas jangan urusin hidup aku'' ucapnya
''kamar aku yang mana , ''ucapnya memang nadia meminta mereka untuk pisah kamar
''sebelah kiri '' ucap andra dan berlalu
nadia berlalu menuju kamar nya, dia sungguh takjub dengan kemewahan yang ada, ''dapat uang dari mana dia bisa beli apartemen mewah kaya gini, apa di bantu ayah tapi dia bilang nggak mau nerima uang yang bukan hasil kerja dia , halah itu paling cuma kedok dia biar di bilang baik''ucapnya
__ADS_1