
Sela berlari mendekati Jeri yang masih duduk di depan pintu ruang UGD.
"Gimana? " tanya Sela tak sabaran.
"Lagi di tangani" jawab Jeri pelan. Sela ikut ambruk di lantai, ia merasa sangat bersalah.
"Semua ini salah gue" lirih Sela.
"Ini bukan salah lo" ujar Jeri yang masih setia menunduk.
"Andai ajah gue bisa lebih cepat membunuh Claudia "
Ceklek
Mereka menatap dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Gimana keadaan istri saya dok? " tanya Jeri menatap dokter penuh harap.
"Maaf pak, kami sudah berusaha sebisa mungkin, namun nona Clara tak bisa di selamat kan. " jelas sang dokter.
"Gak dok, coba periksa sekali lagi dok" pinta Jeri memohon.
"Maaf kan kami pak, peluru yang mengemai nona melesat hingga menembus jantung nya"
"Gak, gak mungkin!! " teriak Jeri kembali ambruk ke lantai. Sela menutup mulutnya tak percaya, Adiknya telah pergi.
__ADS_1
"Lo yang sabar yah Jer" ujar Seno.
Ardi masih diam, tak dapat mencerna apa yang telah terjadi dan begitu cepat.
"Raaa, bangun!!! " lirih Jeri mengguncang tubuh istrinya yang telah terbujur kaku.
"Gue mimpi kan? " tanya Jeri entah pada siapa.
"Clara! " ucap Rani tak percaya. Wanita paru baya itu berjalan mendekati jasad menantu nya yang berada di dalam dekapan sang Putra.
"Nak, kamu yang sabar yah" ucap Rani mengusap bahu Jeri agar selalu tegar.
"Ma, bilang sama Clara. Kalo Jeri gak pernah benci sama dia. Jeri selalu sayang sama dia" lirih Jeri memeluk erat tubuh Clara.
"Semua ini salah gue, hidup Clara hancur karena gue" sesal Sela menunduk.
"Clara!!!! " teriak Risma dari ambang pintu.
Gadis itu menatap sahabat, seakan mimpi buruk, Risma masih belum bisa mempercayai atas apa yang terjadi di hadapannya.
"Jer, tolong katakan sama gue kalo ini Prank" ucap Risma.
Semua bersedih, kepergian Clara bukanlah sesuatu hal yang mudah di terima. Mereka masih belum bisa mempercayai semua ini.
Jasad Clara telah di kebumikan beberapa waktu yang lalau, kini Jeri terlihat masih duduk di samping nisan istrinya.
__ADS_1
"Jer, yuk pulang" ajak Rendy.
"Di dalam sana pasti dingin, istri gue pasti kedinginan" ujar Jeri kembali terisak.
Rani dan Adam hanya bisa menahan air mata melihat kerapuhan putra mereka.
"Jer, ingat janji lo apa sama Clara" ujar Sela mengingat kamu Jeri kembali akan permintaan sang istri.
Akhirnya, dengan sangat berat hati Jeri bangkit dari duduk nya dan beranjak pulang.
Waktu terus berlalu, sudah 3 tahu Clara pergi. Namun keadaan Jeri masi sama. Lebih sering menghabiskan waktu sendiri bersama kenangan bersama sang istri.
Adam dan Rani tak bisa berbuat apa apa, tak ingin mengusik sang putra yang terus memilih untuk bersama kenangan itu.
Sela kini telah menikah dengan Seno, hatinya masih saja sakit, apa lagi melihat kondisi Jeri saat ini. Sela masih menyalahkan dirinya atas kekacauan yang ia perbuat selama hidup nya.
Clara selalu ada di hati mereka, gadis tangguh yang mengalami kepahitan hidup sejak ia menikah.
...THE END...
maaf yah semuanya endingnya gak enak. dan alurnya gak bagus. aku lagi belajar dan di cerita ini banyak sekali gangguan. sehingga aku gak bisa fokus dengan alur nya.
maaf yah semuanya.
jangan lupa like, koment dan votenya
__ADS_1
jejak jangan lupa❤❤❤