
Ray yang melihat kakaknya seperti akan terjatuh pun langsung berlari menangkap tubuh sang kakak sehingga tidak terbentur ke lantai.
''kak''ucapnya khawatir
dia menggendong sang kakak dan menidurkannya di sofa , dia berlari ke kamar orang tuanya,''ayah bunda, kakak pingsan'' ucapnya
mereka pun membawa nadia ke rumah sakit, sepanjang jalan tania menangis menyesali semua yang terjadi.
sedangkan di kontrakan yang kecil terlihat seorang lelaki tampan dengan wajah bingungnya, karna di minta untuk menikahi putri dari bos nya,
''apa yang harus ku lakukan, apakah putri pak dimas akan menerima aku, apalagi dengan pekerjaan ku hanya seorang Ob, tapi kenapa pak dimas ingin aku menikahinya padahal dia bisa mendapatkan seorang menantu yang sepadan dengannya'' ucapnya
siang hari saat jam istirahat andra di minta untuk ke ruangan direktur , dia berpikir bahwa dia melakukan kesalahan dan akan di pecat, namun dugaan nya salah justru bos nya itu meminta agar dia menikahi sang putri, awalnya dia menolak karna dia rasa itu tidak mungkin, namun bos nya itu memaksa, andra merasa tidak enak karna bos nya beserta istrinya sudah banyak menolongnya, akhirnya dia menyetujui untuk menikahi putri dari bos nya itu.
__ADS_1
Di rumah sakit nadia sudah di periksa dan dia juga sudah sadarkan diri, dia memilih memunggungi ayah dan bundanya, dia kecewa walaupun kondisinya seperti ini ayahnya tetap tidak membatalkan keinginannya itu. malah dia terkena omelan dari sang ayah karna tidak mau makan dan mengakibatkan dirinya sakit.
'' lusa kamu akan menikah ''ucap sang ayah
nadia menetes kan air matanya dia sudah pasrah karna bagaimanapun ayah nya akan tetap menikahkannya.
''baik kalo memang itu mau ayah, tapi aku mau pernikahan ini cuma keluarga aja yang tau, aku ngak mau temen ku tau apa lagi satu sekolah. aku malu'' ucapnya penuh penekanan
dimas menghembuskan napas'' jika begitu ayah tidak keberatan. tapi suatu saat nanti kamu harus memberi tau semua bahwa kamu sudah menikah ''
''sayang ayah sama bunda mau ke supermarket duku untuk beli buah. kamu istirahat yah biar ray yang tunggu kamu disini'' ucap bunda
nadia menganggukkan kepalanya'' maafpin bunda sayang, bunda tidak bisa melakukan adapun untuk kamu, tapi percaya ini semua demi kebaikan kamu '' tania memberi ciuman di kening sang putri.
__ADS_1
''ray jaga kakakmu yah'' siap ayah
kini tinggal ray dan nadia di ruangan itu ray mendekat dan mengelus rambut Panjang kakanya itu ''kak ray tau ko apa yang kakak rasain, tapi percaya deh apa yang ayah lakuin itu semua demi kebaikan kakak sendiri ''ucapnya menyakinkan nadia
''tapikan kamu tau siapa yang mau di jodohin sama aku. dia OB di kantor ray , aku malu kalo harus punya suami seorang Ob''
''kakak kan bisa bilang sama dia untuk bersikap seolah bahwa dia bukan suami kakak kalo di luar rumah asal ayah jangan tau, gimana? .''
''kakakkan udah minta untuk merahasiakan pernikahan ini dan ayah juga setuju berarti mudah dong untuk minta dia melakukan hal yang tadi aku bilang'' ucap ray
''kamu benar ray , makasih untuk sarannya, terkadang kamu bermanfaat '' ledek nadia .
''aku selalu bermanfaat kali'' degus ray
__ADS_1
nadia sudah di perbolehkan pulang kerumah sampainya di rumah sudah banyak orang orang yang sedang menyiapkan pernikahannya yang akan di lakukan besok. dia melangkahkan kakinya ke kamar dia mencari ponselnya yang sudah beberapa hari tak di sentuhnya, dia membuka notifikasi masuk dari teman temanmu yang menanyakan mengapa di tidak bersekolah, tapi anehnya tidak ada satu pun dari doni, dia berpikir apakah doni masih marah dengannya karena tempo hari itu, dia membaringkan tubuhnya memikirkan kehidupannya setelah menikah seperti apa. dia menggelengkan kepalanya saat pikiran nya berpikir tentang hubungan suami istri yang wajar.
''aku menikah dengannya karena paksaan. maka semua itu tidak akan pernah terjadi '' ucapnya