
"Maaf yah Jer, si Clara gak mau turun. " Sela menatap Jeri dengan tatapan menyesal.
"Gak papa kok, nanti gue akan coba lagi" balas Jeri tegar, ia bangkit dari duduknya kemudian pamit pulang.
"Ini semua karena gue" lirih Sela menatap kepergian Jeri. Andai saja ia tak melakukan hal jahat sejak kecil mungkin mereka tak akan seperti ini. Sela berbalik dan menutup pintu, matanya menemukan Clara yang sudah duduk manis di sofa.
"Kok baru turun, Suami lo udah pergi tu" sesal Sela berjalan mendekati Adik nya.
"Sejujurnya gue belum bisa percaya dengan semua ini" lirih Clara menatap lurus ke depan.
Sela yang baru saja duduk di samping nya menghela nafas berat.
"Maafin gue, andai gue tahu lebih cepat maka gue gak akan melakukan semua ini"
"Jika gue bisa memilih, gue ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua ini" lanjut Sela dengan raut wajah yang tak dapat di baca.
"Gue juga gak bisa menyalahkan lo, tapi lo tahu sendiri semua ini terlalu berat bagi gue" balas Clara.
"Gue tahu kok, dan gue juga menyesal. Membunuh keluarga gue sendiri hiks hiks" Sela mulai menangis mengingat betapa jahat nya dirinya. Menghancurkan keluarga sendiri adalah sesuatu yang menyakitkan hati Sela.
"Ini memang salah lo!!,karna itu lo harus menebus semua ini" tutur Clara yang juga sudah menangis.
"Tentu gue, bakal menebus semuanya"
"Harus" balas Clara merangkul Sela saling berpelukan.
Ardi yang baru saja pulang tersenyum harus melihat kedua adik nya yang saling berpelukan. Ia tak menyangka akan menemukan adik nya yang selama ini ia cari, selama ini ia berusaha mengelola perusahaan dan juga melacak keberadaan Claudia. Usia yang masih muda membuat nya membutuhkan waktu untuk dapat bangkit.
"Lah,beb kok berdiri di sini?" tanya Lisa bingung melihat kekasihnya hanya berdiri saja.
Sela dan Clara melepaskan pelukan nya dan menoleh pada sepasang kekasih itu.
__ADS_1
"Oh my god, ada acara apa ini? kalian abis nangis? " tanya Lisa kaget dan memeriksa mata Clara dan Sela bergantian.
"Apaan sih lo " dengus Clara kesal sembari menghapus kasar air matanya, begitu juga Sela.
"Eh beb, beneran mereka abis nangis. " Teriak Lisa histeris. Ardi hanya bisa menghela nafas melihat tingkah bar bar kekasihnya, kemudian berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai atas.
Clara dan Sela memutar bola matanya jengah ikut pergi bersama Ardi.
Lisa menatap mereka bingung "Lah kok pada ninggalin gue!!, tungguin dong!! " teriak Lisa berlari mengejar mereka.
Di sisi lain, Jeri menatap langit malam di depan rumah nya. Hati nya yang gunda gulana tak dapat menikmati indah nya pemandangan langit malam dengan beribu bintang yang bertebaran di langit.
"Masih memikirkan istrinya yah? "
Jeri menoleh dan tersenyum hambar, Adam tersenyum dan menghampiri Putra nya.
"Papa belum tidur? " tanya Jeri tanpa menoleh.
"Kamu yang sabar yah sayang, papa yakin kok Clara hanya butuh waktu. kita tahu sendiri atas semua yang ia jalani. " Jelas Adam panjang lebar.
"Yah pa, Jeri ngerti kok."
" Semua ini pasti sangat berat baginya nak" ujar Adam lagi.
"Bersabarlah, dan terus perjuangkan. Tetap semangat!! " ujar Adam menepuk bahu Jeri kemudian bangkit dari duduknya meninggalkan Jeri sendiri.
"Aku tak akan menyerah" ucap Jeri penuh keyakinan.
Merasa sudah terlalu larut malam Jeri memilih untuk masuk kedalam rumah.
...****...
__ADS_1
Siang hari yang begitu terik, Clara tengah berjalan menyusuri taman kampus. Setelah merasa semua masalah rumit nya berakhir Clara memilih untuk melanjutkan kembali kuliahnya yang sempat terbengkalai.
"Clara!!!! " teriak seseorang.
Merasa namanya di panggil Clara menoleh ke sumber suara.
"Lo ngapain kesini? " tanya Clara pada Pram yang ngos-ngosan berlari menghampiri nya.
"Eh curut, gue masih kuliah disini" balas Pram berusaha mengatur nafasnya.
"Lah, kok lo belum selesai sih. Seharusnya lo tu selesai nya tu bareng si Risma" ujar Clara bingung. Pram hanya nyengir, ia tak terlalu fokus di tahun kemarin, karena itulah ia belum bisa menyelesaikan kuliahnya.
"Oh iya, Sorry gue udah denger soal bokap nyokap lo tahun kemarin. Pas gue nyari lo, eh lo nya dah keburu ngilang. " Sesal Pram.
"Iya lupain ajah, gue gak papa kok"
"Lu lanjut kuliah lagi? " tanya Pram meneliti penampilan sahabat nya ini.
"Gak, gue mau mulung disini" balas Clara kesal kemudian meninggalkan Pram yang masih bengong atas jawaban tak masuk akal Clara.
"Eh lu serius?? " teriak Pram sembari mengejar Clara.
"Lo pikir ajah sendiri, ke kampus itu ngapain" dengus Clara semakin kesal dan semakin mempercepat langkahnya. Ya kali ke kampus pergi mulung.
...πππTBCπππ...
Aduhhh maaf yah Redears setia ku, gak jadi end deh. aku lanjutin ajah. gantung banget yah kan. terlalu pendek.
Aku berharap nya cerita nya nyambung. yah kalian harap maklum yah, aku belum pro. masih abal abalπ’π’
jangan lupa jejak nya guysβ€β€β€
__ADS_1