ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 12 Season 2


__ADS_3

Jihan, gadis yang sedari tadi tidur dengan nyaman di atas ranjang king size mulai menggeliat.


"Eh, kok empuk" pikir Jihan meraba raba bantal. Perlahan gadis itu mulai membuka matanya, Jihan berkedip kedip menyesuaikan penglihatan nya.


Merasa sudah normal gadis itu terlonjak kaget, teringat dimana terakhir kali ia berada sebelum tertidur.


"Kok gue ada di sini? " tanya Jihan dalam hati sembari menatap sekeliling nya. Gadis itu memperhatikan setiap inci ruangan yang di tebaknya adalah kamar.


"Kamar?? " pekik Jihan yang langsung melirik pakaiannya.


"Haa syukurlah" ujar Jihan lega.


"Bisa bangun juga ternyata"


Jihan menoleh cepat, menatap sang bos datar.


"Kenapa saya bisa ada di sini? " tanya Jihan


"Entah" jawab Jeri acuh, ia lebih memilih duduk di sofa memainkan ponselnya.


Jihan mencibir, ia menuruni ranjang kemudian meraih tas selempang nya yang tergeletak di atas meja.


"Mau kemana? " tanya Jeri.


"Pikir ajah ndiri" balas Jihan berlalu keluar dari kamar Jeri.


Tak ambil pusing pria itu melanjutkan kegiatannya.


Jihan melangkah cepat, ia tak mau berlama-lama dekat dengan bos dingin nya ini.


Ketika melewati ruang tengah tanpa di sengaja Jihan melirik Jam dinding. Sekali lirik masih acuh, namun lirikan ke 2 langkah Jihan terhenti.

__ADS_1


"What!!!!! Jam 3 subuh!!!!!! " Pekik Jihan, bagaimana ia bisa pulang. Jam segini angkutan umum pada ada yang lewat, Taxi pun sudah tidak ada.


"Kenapa balik lagi? " tanya Jeri santai tak di balas Jihan, gadis itu hanya diam kemudian duduk di samping sofa Jeri.


Gadis itu terus memutar otaknya memikirkan cara bagaimana cara ia pulang. Jihan melirik Jeri, si bos dingin nya sedang fokus dengan ponselnya.


"Ada apa? " tanya Jeri merasa di perhatikan.


"Heheh gak ada pak, sibuk yah? " tanya Jihan manis.


"Saya gak bisa anterin kamu, mobil di bawa supir" balas Jeri tahu maksud dari sikap manis Jihan. Raut wajah Jihan drastis berubah masam.


"Dasar bos dingin" cibir Jihan menghempaskan tubuhnya ke sofa.


Keheningan mulai menguasai mereka, Jeri yang sebenarnya tidak terlalu fokus dengan ponselnya hanya merasa sangat canggung.


"Pak" panggil Jihan pelan. Jeri tak menyahut, ia hanya diam namun tetap menunggu apa yang hendak di katakan Jihan.


"Apa nya? "


"Aku yakin kok Bu Clara pasti sudah bahagia di sana" ucap Jihan menatap Pria di samping nya ini intens.


"Tentu saja" balas Jeri menghembuskan nafasnya gusar.


"Dia gadis yang baik, tapi malah pergi secepat itu, bahkan saya belum sempat membahagiakan nya"


"Saya ngerti kok pak" sahut Jihan tersenyum.


"Jangan salah paham atas sikap saya, semua itu saya lakukan karena saya melihat sifat Clara melekat di diri mu" jelas Jeri tanpa menoleh. Jihan tersenyum, ia tahu akan hal ini dan gadis itu juga tak pernah mengartikan lebih sikap bos nya.


"Jangan ke geeran pak, saya tidak akan berpikiran seperti itu" balas Jihan.

__ADS_1


"Baguslah" ujar Jeri menoleh, kemudian bangkit dari duduknya.


"tunggu pak, " panggil Jihan ketika Jeri hendak keluar kamar.


"Ada apa? " tanya Jeri mengangkat alisnya.


"Mengapa bapak selalu membuang laporan yang saya antar? " tanya Jihan penasaran.


"Oh itu memang harus di buang" balas Jeri santai.


"mengapa? "


"Karena semua nya telah di selesai kan Mia" jawab Jeri tersenyum geli.


"What???, lalu kenapa bapak menyuruh saya memeriksa sampah itu lagi? " tanya Jihan tak habis fikir.


"Itu hukuman karena kamu selalu membantah saya. " balas Jeri menatap Jihan yang menatapnya tak percaya.


"Ihhhh dasar bos Es Batu!!!! " teriak Jihan sembari melempar bantal sofa pada pria yang sudah kabur.


Pagi hari nya Jeri dan Jihan berangkat bersamaan ke kantor. Wajah bahagia terlihat di ekspresi mereka. Bukan karet apa apa, beban fikiran dan kesalahan pemikiran telah diluruskan.


Sejak saat itu mereka terlihat dekat bahkan jika di lihat mereka seperti pasangan yang sangat serasi.


Namun salah, Jeri memutuskan untuk setia pada Clara sang istri yang telah lebih dulu ke syurga. Mau tak mau Rani dan Adam harus menerima nya, meski mereka sudah sangat berharap jika putranya menemukan pasangan baru.


Endingnya Jeri tak nikah lagi, tetap setiap pada Clara sang bintang utama. Maaf kepada pembaca setia ku karena alurnya gak nyambut. atau gak bagus apalagi bintang nya meninggal. Aku buat seperti itu karena tak selamanya hidup sama seperti novel yang akhir bahagia.


Maaf jika karya aku tidak bagus, mengecewakan. aku bakalan terus berusaha untuk menerbitkan karya yang lebih bagus lagi.


Terimakasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€โคENDINGโค๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


__ADS_2