
Siang hari Jihan melenggang menaiki tangga menuju ruangan bos nya. Gadis itu sengaja tidak menggunakan lift berharap lebih lama sampai di sana.
"Eh, Ji kok lewat sini? " tanya Roni kaget melihat Jihan yang di selimuti keringat.
"Hehehe mau olahraga" balas Jihan asal, gadis itu menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.
"Mau ke ruangan Bos? "
"Ya" jawab Jihan mengangguk "kalau begitu bareng ajah"
Jihan mengikuti Roni yang berjalan duluan, tak bisa di elakkan lagi ia terpaksa menggunakan lift, meski tinggal 1 lantai lagi.
"Gue gak mau tahu yah, lo harus datang! " ucap Risma memaksa. Gadis itu sengaja datang ke kantor Jeri untuk memberikan undangan.
Sejak Clara tiada Risma dan Jeri menjadi dekat, bahkan Risma sering curhat kepada Jeri.
"Gue gak bisa Risma, lihatlah temanya saja berpasangan" tunjuk Jeri pada undangan.
"Yah kau tinggal mencari pasangan" balas gadis itu enteng.
"Jangan ngaco"
"Mau sampai kapan lu kek gini jer!!! " ucap Risma menatap Jeri yang mulai menyibukkan diri dengan dokumen dokumen, sebenarnya pikiran nya tak ada di sana.
"Aku sibuk Ris"
"Gue gak bakal pergi sebelum lo bilang mau datang, ini acara pernikahan gue lo " bujuk Risma kekeh dengan keinginan nya.
"Mau gandeng siape neng, gue gak ada gandengan" ujar Jeri pasrah.
"Siapa yang lagi butuh gandengan? " tanya Roni tiba-tiba.
Risma dan Jeri menoleh kearah pintu yang terlihat Roni dan Jihan berjalan mendekat. Risma mengernyit menatap gadis yang berjalan menunduk.
"Siapa? " tanya Risma
"Oh ini, karyawan baru" jawab Roni memperkenalkan.
__ADS_1
"Maaf Pak, ini berkas yang bapak minta" ujar Jihan menyerahkan beberapa Map. Pria itu menerima nya kemudian membacanya.
Bluss!
Jeri melempar map itu kedalam tong sampah. Membuat Jihan melotot tak percaya, lagi lagi hal ini terjadi.
"Lo kok bapak buang sih! " bentak Jihan. Risma kaget melihat keberanian karyawan wanita ini, sudah sering ia menyaksikan Jeri memperlakukan karyawannya seperti ini.
"Gue gak butuh lagi" balas Jeri dingin.
"Kalo gak butuh mengapa bapak nyuruh saya memeriksa nya"
"Ada masalah jika saya menyuruh mu? " balas Jeri tajam, membuat nyali Jihan seketika menciut.
"Yah, gak masalah sih pak, tapi kan.. " balas Jihan pelan.
Risma mengulum senyum nya, sebuah ide melintas di benak nya.
"Hei, aku Risma. "ucap Risma mengulurkan tangan.
"Hmm aku Jihan buk" balas Jihan menyambut uluran tangan wanita asing di matanya.
"Ini buat lo, jangan lupa datang"
"Berpasangan? " gumam Jihan membaca tema pesta.
"Maaf buk, eh kak, aku gak ada pasangan gimana aku mau datang"
"Wah pas banget!!! Jeri juga gak ada pasangan nya" pekik Risma girang.
"Gak!! " bantah Jihan dan Jeri bersamaan.
"Sok nolak lu! " cibir Jeri pada Jihan.
"Ye lu kali yang sok nolak jalan sama cewe cantik seperti gue" balas Jihan sombong.
"Berani lo sama gue!!! Bos lo" decak Jeri garang, Jihan baru sadar menutup mulutnya.
__ADS_1
"Aku harus pergi!! " teriak Jihan berlari keluar dari ruangan Jeri.
"Gimana menurut lo? " tanya Roni menyikut Risma, mereka saling pandang, senyum miring tercetak di masing-masing wajah mereka.
"Jangan mikir yang aneh aneh" serga Jeri melihat pria dan wanita aneh yang ada di ruangannya ini.
"Gue gak mau tahu lo harus datang! " ucap Risma berbalik keluar dari ruangan Jeri yang mendengus kesal.
Jihan duduk di bangku taman, kebetulan saat dia kembali dari ruangan Jeri pas jam istirahat pun tiba.
"Hei" sapa Risma.
"Eh Kak" balas Jihan tersenyum.
"Gue temennya Clara, Istri Jeri. " Ujar Risma, membuat Jihan menoleh kearahnya.
"Gadis yang malang, meninggal demi menyelamatkan suami yang sebelumnya selalu menyakiti nya" lanjut Risma, Jihan tak mengerti menurut pandangan nya Jeri sangat menyayangi istri nya hingga tak ingin melirik wanita lain.
"Tapi bukankah bapak terlihat begitu menyayangi istri nya? "
"Permasalahan nya begitu rumit, sehingga menyakiti sahabat gue" jawab Risma mengusap pipinya yang mulai mengaliri air mata setiap kali mengingat sahabatnya.
"Jika di salahkan, Sela tak bisa disalahin karena ia adalah korban juga"
"Sela?? maksud mu Sela Calista istri Seno? " tanya Jihan mengingat Sela kakak ipar nya akrab dengan keluarga Jeri.
"Lo kenal? " tanya Risma tak percaya.
"Gue adek sepupu kak Seno" jawab Jihan. Risma melotot tak percaya.
"Gue gak pernah tahu soal ini" jawab Jihan.
"Eh gue harus pergi"
"Tapi gue belum ngerti" ujar Jihan menatap Risma yang sudah bangkit.
"Lu bisa tanya ke Sela" balas Risma berlalu pergi.
__ADS_1
"Rumit juga hidup si bos dingin itu" gumam Jihan.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...