
Jeri menghempas bokongnya ke sofa, entah mengapa ia mendadak teringat akan ekspresi wajah Jihan melotot membantahnya. Baru kali ini ada wanita yang berani melawannya selain Clara.
Mengingat Clara, pria itu jadi teringat akan semua kenangan bersama sang istri.
"Masih belum banyak kenangan kita Ra, tapi lu dah ninggalin gue" lirih Jeri menatap bingkai foto besar yang membungkus lembaran besar cetakan foto Clara dan dirinya.
"Kamu dah pulang? " tanya Rani.
Jeri menoleh sebentar kemudian kembali melirik foto Clara.
"Kamu kangen yah sama si cantik mama? "
"Banget mah, Jeri selalu merindukannya" lirih Jeri.
"Kau harus bangkit nak, Clara juga pasti akan sedih melihat mu seperti ini"
"Tapi mah Jeri gak sanggup menduakannya"
"Kamu harus bisa sayang, bukan menduakannya, kamu juga butuh istri untuk mengurus mu. " jelas Rani mencoba membujuk sang putra.
"Jeri gak tahu mah" balas Jeri pasrah. pria itu benar-benar tak tahu apa yang harus di lakukan. Jauh di dalam lubuk hatinya ia masih belum ingin menikah lagi.
"Mama tahu semua ini berat sayang, tapi kamu harus bahagia, sama seperti Clara yang kini bahagia melihat mu bahagia. "
Rani menatap putranya sendu, hatinya turut merasakan kesedihan yang di di rasakan oleh anaknya.
"Jeri mandi dulu mah! " pamit Jeri bangkit dari duduknya.
"Halo Sela! " panggil Risma di sebrang sana.
"Iya, ada apa Ris? "
"Gue baru tahu kalo Seno punya adik" ujar Risma to the poin.
"Kau tahu dari mana? " tanya Sela penasaran.
"Itu gak penting, yang terpenting adalah bantu aku mendekatkan mereka berdua" jelas Risma.
"Dengan siapa? " tanya Sela tampak antusias.
"Yah sama si duda itulah"
"Jeri maksud lo? " tebak Sela.
"Yuhuuuu"
"Wah ke betulan banget, gue juga lagi mikir rencananya" jawab Sela antusias.
__ADS_1
"Oh iya apa undangan ku sudah lo terima? " tanya Risma.
"Sudah, "
"Nah, lo harus mikirin gimana caranya Jihan Dan Jeri datang bersama" ucap Risma penuh semangat, ia benar-benar ingin mendekatkan Jihan dan Jeri.
"Ide bagus, gue akan buat mereka pergi bersama" ucap Sela.
"Bagus, semoga mereka bisa bersatu" ujar Risma penuh harap. Mereka yakin Jihan dan Jeri akan saling jatuh cinta.
"Yah sudah ku tutup dulu"
"Baik lah, bye" ujar Sela
"Bye" balas Risma. Kedua gadis itu tersenyum lebar di tempat masing-masing, rencana besar tengah mereka fikirkan untuk kedua orang yang mereka sayang.
"Lo pasti bahagia kan Ra, jika Suami lo bahagia" ucap Risma menatap Foto nya dan Clara di atas nakas kamarnya.
"Halooo kesayangan aunty" sapa Jihan baru tiba di rumah Sela, ia sangat sering berkunjung ke apartemen Sela, di tambah lagi jaraknya tak terlalu jauh.
"Kak" panggil Jihan mendekati Sela ke dapur sembari menggendong micle.
"Iya, ada apa Ji? " tanya Sela tanpa menoleh.
"Aku mau tahu soal Clara" ucap Jihan to the poin. Sela menghentikan kegiatannya mencuci piring menoleh ke arah sang adik ipar.
"Ntahlah, aku hanya ingin tahu saja" balas Jihan pelan.
"Baiklah, tunggu di depan aku harus selesai kan ini dulu" balas Sela kembali melanjutkan kegiatannya. Jihan mengangguk dan membawa bayi imut itu ke ruang tamu.
Selang beberapa menit Sela selesai dengan kegiatannya.
"Baiklah, apa yang ingin kau tahu? " tanya Sela.
"Bagaimana bisa Clara meninggal? " tanya Jihan.
"Gadis itu adalah adik sepupu ku, dia meninggal demi menyelamatkan sang suami. Mencintai suaminya karena diriku Jeri bersikap buruk padanya, bahkan membencinya. " jelas Sela menahan air matanya.
"Gara-gara kakak? " tanya Jihan tak mengerti.
"ya, semua karna aku. Claudia ibu angkat ku menculik ku demi membalaskan dendamnya pada keluarga kami. Aku di peralat dan di tanamkan dendam pada keluarga ku sendiri" jelas Sela lagi mengusap air mata yang sudah mulai mengalir.
"Maafkan aku kak, aku hanya penasaran" ucap Jihan tak enak hati mengungkit luka lama kakak iparnya.
"Tidak apa apa, semuanya sudah terjadi" ujar Sela tersenyum getir.
"Mama" panggil Micle mengecup pipi Sela.
__ADS_1
"Dia lelaki yang baik, aku yakin suatu saat nanti Jeri mampu menemukan wanita yang bisa meluluhkan hatinya" ucap Sela berharap, Jihan terdiam mencerna semua cerita Sela. Gadis itu merubah pandangannya terhadap bos nya. Mungkin semua ini penyebab mengapa Bosnya terlalu dingin dengan wanita.
"Huh" Jihan menghembuskan nafas gusar.
"Ada apa? " tanya Sela bingung melihat ke gusaran adik ipar nya ini.
"Kak Risma mengundangku ke acara pernikahan nya. Dan pesta itu bertema pasangan" sungut Jihan kesal.
"Wah bagus dong, kamu tinggal bawa pasangan kamu! " ujar Sela mengangkat alisnya turun naik.
"Cih, boro boro bawa pasangan teman laki-laki aja aku gak punya" decih Jihan.
"Ajak aja si bos mu itu, dia gak ada pasangan tuh" ledek Sela.
"isss apaan sih kak, nanti aku malah membeku kalo dekat sama si dingin itu"
"Hati hati loh, nanti malah jatuh cinta" goda Sela.
"Au ah, mau balik ajah. " ujar Jihan bangkit dan berlalu pergi. Sela hanya geleng-geleng melihat tingkah sang adik ipar.
"Ih amit amit deh gue pergi sama si es batu" gerutu Jihan sembari membuka pintu apartemen nya, sejak di perjalanan hingga sampai rumahnya Jihan terus saja mengomel.
Hari ini adalah hari minggu, dimana pesta pernikahan Risma dan Pram di laksanakan.
Jihan bangun dengan malas, hari libur adalah hari yang selalu di tunggu tunggu nya.
Jam baru menunjukkan pukul 9 pagi, Jihan masi belum menemukan siapa pria yang akan di ajaknya untuk jadi pasangan.
"Haaa, belum juga nikah gue dah pusing nyari pasangan" gerutu Jihan frustasi. Ia benar-benar bingung, mencari pasangan untuk ke pesta ajah sesulit ini, apalagi mencari pasangan hidup.
"Apa gue gak usah pergi ajah yah" usul Jihan memikirkan alasan untuk menghindari pesta itu.
Clinggg~
"Lo harus hadir! " ucap Jihan membaca isi pesan yang baru saja di terimanya.
"Aaaaaaargg" erang Jihan benar-benar frustasi.
Sementara Jeri dengan santai mengenakan kemeja putih dipadukan dengan jas abu-abu,
Terlihat sangat tampan.
"Cieeee mau ke pesta ni yee" goda Adam melihat Sang putra yang sudah berpenampilan rapi
"Pasangan udah ada belom? " Ledek Rani membuat Jeri memutar matanya bosan.
"Bodoh amatlah sama pasangan" ujar Jeri melenggang keluar. Rani dan Adam yang telah siap juga mengikuti Jeri keluar menuju garasi.
__ADS_1
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...