ISTRI KU

ISTRI KU
31


__ADS_3

Risma


Loh kemana nyet. Gue wisuda lo gak datang?.


Risma menatap kembali pesan yang telah di kirimnya pada Clara. 10 menit lagi acara akan di mulai sahabat nya satu satu nya masih tak ada kabar.


"Baik Lah hadirin mohon untuk memasuki ruangan, acara akan segera kita mulai. "


Para tamu dan para wisudawan memasuki ruangan kemudian menduduki kursi masing-masing.


Risma menoleh ke pintu masuk, berharap Clara hadir.


"Kamu Nunggu siapa? " tanya salah seorang teman Risma yang sedari tadi memperhatikannya.


"Gak ada kok. " Ucap Risma dan tersenyum.


2 Jam sudah, acara pun sudah mulai usai. Tinggal lah sesi foto bersama keluarga atau pun teman teman para wisudawan.


Selesai berfoto dengan keluarga dan teman teman lainnya, Risma berdiri sendiri dengan wajah lesu nya. Selang beberapa menit sebuket bunga mengambang didepan wajah nya.


"Terimakasih" ucap Risma meraih buket bunga itu dengan malas dan tidak melihat siapa yang memberikan nya. Risma berbalik dan ingin pergi.


"Jadi lo gak mau liat gue? " ujar Clara dengan nada merajuk.


Merasa tak asing dengan suara itu, Risma membalik kan tubuh nya. Matanya membulat, wajah yang sedari tadi melotot berubah menjadi senang. Risma melempar buket bunga yang dipeluk nya ke sembarangan arah, kemudian berhamburan memeluk Clara.


"Gue kira lo gak bakal datang" ujar nya sembari memeluk sahabat nya ini. Ia sungguh sangat merindukan Clara.


"Datang dong, masa gue gak datang"


Risma merenggangkan pelukan nya, menatap wajah Clara yang terlihat sangat kurus dan terlihat sangat dewasa.


"Lo banyak berubah yah, pipi chubby lo kemana? " tanya Risma sembari mencubit pipi Clara.

__ADS_1


"Dah gue jual sama tukang siomay. "


"Buset, parah amat neng udah kayak gak laku aja ye"


"Tapi kang siomay nya V BTS. " Ucap Clara membuat Risma tertawa renyah.


"Acara nya udah selesaikan? " tanya Clara sembari memperhatikan sekeliling nya. "Yaudah yuk cari tempat makan atau apa gitu, biar enak ngobrol nya"


"Aduh, maaf yah Clara gue harus pulang cepat. Soalnya ada acara di rumah" sesal Risma dengan ekspresi tak enak hati.


"Risma!!!! cepet" teriak mama Risma yang gak jauh dari tempat mereka berbincang.


"Yaudah deh gak papa, besok ajah"


"Yaudah bye" pamit risma yang sudah berlari menghampiri mamanya, dengan berat hati Risma meninggal kan Clara sendiri.


Clara menatap kepergian Risma yang sempat menoleh pada nya sekedar melambaikan tangannya.


"Hati-hati"


Clara berbinar dan melambaikan tangannya ketika melihat sebuah taxi dari kejauhan.


Streeesssstt.


Sebuah mobil hitam berhenti, Clara yang awalnya biasa saja mendadak mundur dan cemas. 2 orang berpakaian serba hitam keluar dari mobil itu.


"Siapa kalian?" ujar Clara yang mulai merasa takut.


Tak ada jawaban,pria bertubuh kekar itu terus maju mendekatinya. Clara berbalik dan berlari, namun gerakan pria itu lebih cepat dari pada dirinya. Mereka menarik lengan Clara kemudian mendorong nya masuk kedalam mobil.


Clara berusaha memberontak, ia tak ingin ikut dengan mereka.


"Lepasin gue! " teriak Clara mencoba untuk melepaskan cengkraman pria kekar itu.

__ADS_1


"Tolong!!!, Tolopppppp" suara Clara bungkam di dalam sapu tangan, perlahan hilang bersama kesadaran nya.


"Ayo cepat" titah pria itu setelah berhasil mengangkat tubuh Clara kedalam mobil. Mereka pun melaju pergi membawa Clara.


...***...


"Bagaimana? sampai kapan menunggu untuk menghabisi gadis itu" desak Claudia pada sela yang kini duduk santai di tepian ranjang nya.


"Tenang ajah momy, sebentar lagi semuanya akan dimulai" balas Sela dingin.


"Jangan terlalu lama menunggu"


Sela menatap momynya intens, ia tak tahu mengapa momy nya terlalu ambisius untuk menghabisi keluarga Yuda, dan ia selalu mendesak nya, dan mengapa ia tak melakukannya sendiri saja.


"Ada yang salah?, kamu ingat kan mereka yang telah membunuh papa dan juga cloe " jelas Claudia kembali membangkitkan dendam di hati Sela.


"Tentu momy, aku akan selalu mengingat itu" balas Sela menggeram.


Claudia tersenyum puas berhasil membangkitkan kembali dendam di hati Sela.


"Momy tunggu kabar terbaik mu" ujar Claudia kemudian berlalu keluar dari kamar Sela.


Drrrt Drrrrt


Sela menatap ponselnya kemudian meraihnya.


"Ada apa?" tanya Sela to the point.


"Kami sudah menangkapnya bos, apa langkah selanjutnya? "


"Bawa ke markas, sekap dan tunggu aku disana" balas Sela kemudian memutuskan sambungan telfonnya.


Sela tersenyum miring, pertunjukan nya akan segera di mulai.

__ADS_1


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...


__ADS_2