ISTRI KU

ISTRI KU
Bagian 4 Season 2.


__ADS_3

Sudah 4 tahun berlalu, Pram masih setia memendam rasanya pada Risma yang kini bekerja di salah satu anak cabang perusahaan Pram.


Bukan hanya Jeri, Risma juga terkena dampak dari kepergian Clara sahabat nya yang sangat ia sayangi.


"Eh lu kok belum nikah sih? " tanya Jemi teman baru Risma sejak bekerja di kantor.


"Aduhh lu gak ada pertanyaan lain apa yak, itu mulu yang lu tanyain"


"Neng, ingat umur dah tuek" ujar Jemi.


"Lo sendiri gak nikah" balas Risma mencibir.


"Ris, bos manggil lu tu" ucap rasti sekertaris Pram.


"Cieeee" goda Jemi menatap Risma.


"Apaan sih" serga Risma menepok kepala Jemi geram.


Risma berjalan santai memasuki ruangan Pram seolah memasuki ruangan sendiri.


"Sopan dikit sama bos! " cibir Pram.


"Ada apa lu manggil gue" tanya Risma to the point mendudukkan bokongnya di sofa kerja Pram.


"Ih kok lu ketus sih sama gue"


"Yah lu sih gue lagi makan lu manggil manggil" balas Risma ketus.


"Gue mau ajak lo dinner" ucap Pram menatap Risma penuh harap, pria itu sangat mencintai gadis ini, namun ia belum berani untuk mengungkapkan nya. Namun kali ini ia harus berani demi masa depannya.

__ADS_1


"Hmm, mau ngapain? " tanya Risma santai.


"Eh neng, yang namanya dinner yah makan lah, masa ngebo" balas Pram kesal.


"Kirain lu mau lamar gue" jawab Risma asal. Jawaban asal Risma membuat Pram berdegup kencang.


"Kok lu tahu? "


Risma mengerjapkan matanya, tak menyangka jika jawabannya ternyata benar.


"Lu mau lamar gue? serius?? "


"Udah sana, gue mau kerja!! " usir Pram mendorong Risma keluar dari ruangan nya.


Pram memegang jantung nya yang berdetak sangat kencang, apa yang akan ia katakan nanti malam jika ia ngaku tentang perasaan nya hari ini.


"Kau dari mana saja? " tanya Sela memberikan dot susu ke Jihan untuk di berikan pada putranya.


"Aku baru saja pulang dari kantor, si bos brengsek itu membuat ku sangat lelah" keluh Jihan membaringkan tubuhnya di samping bayi imut yang tengah sibuk mengidap peng nya.


"Maksud mu Jeri? " tanya Sela penasaran.


"Yah, dia sungguh membuat ku kesal!! dasar bos dingin dan sombong" Maki Jihan kembali mendudukkan tubuhnya dengan semangat menceritakan pada Sela.


"Jadi lelaki yang sering kau sebut itu Jeri? " tanya Sela penuh selidik.


"Yah, aku sangat kesal dengan nya" dengus Jihan. Sementara Sela mengulum senyumnya memikirkan sesuatu. Sela meraih ponselnya dan mengirim pesan ke seseorang.


"Besok ada acara kah? " tanya Sela kembali meletakkan ponselnya.

__ADS_1


"Tidak, besok aku free"


"Kalau begitu, bisa temani aku ke rumah teman ku? " tanya Sela.


"Boleh, kalau begitu aku akan menginap di sini" balas Jihan menerima ajakan kakak iparnya.


"Terserah mu saja, aku menyiapkan air hangat untuk suami ku dulu, sebentar lagi ia akan pulang" ucap Sela bergegas menuju kamarnya.


"Cayang aunty" ucap Jihan menciumi pipi tembem si kecil.


Jeri memasuki rumah dengan lesu, seperti hari hari biasanya Jeri selalu berdiam diri dirumah menghabiskan waktu free nya.


"Kamu baru pulang? " tanya Rani mengusap pipi putranya sayang. kemudian mengambil tas kerja Jeri dan menaruhnya di atas meja.


"Mau mama siapkan Air hangat? " tanya Rani.


"Gak usah mah, Jeri bisa sendiri" tolak Jeri tersenyum.


"Maaf Jeri sering nyusahin mama" sesal Jeri memeluk lengan mamanya.


"Makanya cepatlah menikah" desak Rani membuat Jeri melepas lengan mamanya.


"Mulai lagi deh"


"Sayang ini demi kamu"


"Gak mau, Jeri belum ada kepikiran untuk itu" balas Jeri kemudian bangkit dari duduknya beranjak menuju kamarnya.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2