ISTRI KU

ISTRI KU
32


__ADS_3

Mondar mandir, Jeri terus bolak balik sembari menggigit jarinya. Jam menunjukkan pukul 9 malam, namun Clara belum jua pulang.


Awalnya Jeri tidak ambil pusing karena Clara pamit pada nya untuk menghadiri acara wisudanya Risma, dan wajar saja jika sedikit terlambat pulang karna mungkin saja mereka mengadakan acara. Terlebih lagi mereka sudah 1 tahun tidak bertemu.


Lama kelamaan Jeri tak sabaran, hatinya semakin tak tenang. Dilirik nya kembali jam di dinding,l yang sudah menunjukkan pukul 10.30, tidak seperti biasanya Clara tak pernah pulang selarut ini.


Diraihnya ponsel yang tergeletak di atas meja, kemudian diketik nya nama Risma.


Selang berapa detik Sambungan telfon terhubung. "Halo Jer, ada apa? " tanya Risma dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


Deg. Jantung Jeri seolah meledak, di dalam fikiran nya muncul berbagai kemungkinan.


"Clara sama lo? " tanya Jeri to the poin.


"Lah, tadi setelah acara wisuda gue balik, dia juga balik. " Jelas Risma.


Deg.


Semakin kacau Jeri terhenyak di sofa, kaki nya lemes Ia takut terjadi sesuatu pada istri nya.


"Halo, Jer lo masih disana? " tanya Risma yang mulai panik.


"Halo."


"Halo."


Jeri tak menyahut ucapan Clara, fikiran nya sedang kalut memikirkan kemana istrinya berada.


Klik, sambungan terputusdan Jeri pun melempar ponselnya sembarangan arah, kemudian mengusap wajahnya kasar.


Drrtt~~~

__ADS_1


Secepat kilat Jeri meraih kembali ponselnya, berharap itu pesan dari istri nya.


Bagaikan tersambar petir, Jeri meremas ponselnya ketika membuka pesan dari no yang tidak di kenal. Terlihat Clara sedang terkulai lemas dengan hanya mengenakan tentop dan celana pendek. Setengah tubuh Clara terendam air.


Jeri buru buru meraih jaket dan kunci mobilnya dan keluar dari apartemen dengan tergesa-gesa.


Sebelum melaju Jeri menyempatkan menelfon Roni dan Rendy, kemudian melaju sekencang mungkin menuju arah yang di infokan oleh pesan yang di terimanya.


Melaju Cepat ditengah hujan deras tak membuat Jeri mengurangi kecepatan mobilnya. Keselamatan istri nya jauh lebih penting saat ini.


Jeri memasang handsfree bluetooth nya agar memudahkannya untuk menghubungi teman temannya.


Tak lupa Jeri juga menghubungi Ardi yang di ketahui oleh nya sebagai sepupu satu satunya Clara.


"Halo bg. " Ujar Jeri ketika sambungan terhubung.


"Iya kenapa Jer? "


"Istri gue dalam bahaya bg, ada yang culik dia. "


"Marahnya entar ajah, sekarang lu kesini bantuin gue. Lo di jakarta kan? " tanya Jeri yang sempat mendengar Ardi dan Clara video call kemarin.


"Iya, bentar gue coba cek lokasi ponsel dia. "Ujar Ardi sembari mengotak atik laptop nya.


Sementara Jeri tetap fokus dengan jalan sari menunggu Ardi melacak lokasi ponsel Clara karna ponsel Clara sengaja di pasang alat yang mudah untuk dilacak oleh Ardi.


" Ketemu, gue share lokasi nya ke lu yah" ujar Ardi yang sudah bergegas pergi.


Setelah mendapat kan lokasinya Jeri pun semakin melajukan mobil nya.


Butuh waktu setengah jam untuk menemukan lokasi dimana ponsel Clara terlacak. Selang beberapa waktu Ardi tiba di lokasi yang disusul Roni dan Rendy yang berbarengan.

__ADS_1


Bagunan kosong, Mereka menatap bangunan yang sudah lama tak di huni itu. Kemudian dengan berhati-hati mereka memasuki ruangan demi ruangan mengikuti arah dari ponsel Ardi.


"Clara!! " pekik Jeri ketika melihat tubuh Clara yang terendam didalam air Es. Jeri segera berlari mendekatinya berusaha untuk menggapai tubuh Istri nya.


Ilusi, semua itu hanya sebuah pantulan cahaya yang di pancarkan oleh sebuah alat.


"Sial" umpat Jeri "Mereka menipu kita"


Jeri membanting sebuah alat kecil yang memancarkan ilusi tubuh Clara.


Ardi yang sedari tadi diam memperhatikan keseliling ruang kosong nan gelap itu.


"Mereka tahu ponsel Clara ada alat pelacak" gumam Ardi menemukan ponsel adik nya yang tergeletak di lantai.


"Kemana kita harus mencari Clara? " tanya Rendy buka suara.


"Kita tidak boleh gegabah, kita tunggu mereka memancing kita lagi" balas Ardi.


Rendy dan Roni mangut mangut mengerti, sementara Jeri geram dan sangat marah mengingat tubuh istrinya yang tergeletak terendam di dalam air es.


"Istri gue!!!!!! " teriak Jeri meninju ninju dinding untuk melampiaskan emosinya.


"Tenangkan diri lo, Clara pasti akan baik baik aja" ujar Ardi dingin. Ia sebenarnya jauh lebih marah, ia tak akan membiarkan keluarga satu satunya yang ia miliki kembali di renggut oleh mereka.


"Gue yakin, ini masih ulah Sela" Roni buka suara, sedari tadi hanya diam. Sontak mengundang perhatian ketiga teman nya, mereka menatap Roni bertanya tanya.


"Kemarin salah satu kaki tangan gue, melihat Sela di salah satu Cafe, mereka mencoba menangkapnya namun Sela terlalu sulit untuk ditangkap." Jelas Roni panjang lebar.


Jeri mengepalkan kedua tangannya kemudian berjalan keluar dari gedung itu, di ikuti ketiga temannya.


Kling~

__ADS_1


Langkah kaki Jeri terhenti ketika sebuah pesan masuk di ponselnya.


...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...


__ADS_2