ISTRI MASA KECIL

ISTRI MASA KECIL
SEMUA DILUAR DUGAAN


__ADS_3

 


Zul semakin berani mengelus rambut Putri. Tangannya perlahan mengelus turun kepundak dan bahu. Nafasnya semakin tak terkontrol. Bibir Putri seperti mengandung zat yang memabukkan baginya. Dari mula yang sangat lembut Zul *****, hingga menjadi buas dan ganas. Hal ini karena respon Putri yang tak ia duga. Putri mengikuti permainannya. Ciuman pertama yang bisa ia kategorikan sukses luar biasa.


Zul melepas bibir Putri untuk memberinya jeda. Mereka tersenyum malu tapi menikmati. Tak dihiraukan beberapa pasang mata disekelilingnya yang memandangnya.


Zul memeluk rapat tubuh Putri. Mereka hanyut dalam suasana musik yang mendayu. Tak ada suara sember dari teman-temannya yang ternyata juga mengikuti gerakan beraninya. Yang terdengar hanyalah suara merdu penyanyi aslinya.


 


Zul kembali memberanikan diri memulai ciumannya. Putri terlihat ikhlas membiarkan Zul memulai permainannya. Tangan Zul membelai wajah Putri. Turun keleher demikian juga bibirnya. Nafasnya tak beraturan karena nafsu.Bagai mimpi ia merasakan semua ini langsung sebagai pemeran utama.


Tiba-tiba saja Zul merasakan kepalanya pusing bukan kepala. Sakit berdenyut hingga seperti dipalu rasanya. Ia langsung meringkuk kesakitan merasakan sakit yang teramat. Zul teriak tanpa sadar.


 


"Aaaaaaaaaghhhh!!"

__ADS_1


Zul memegangi kepalanya. Nyeri dikepalanya begitu luar biasa membuatnya tak tahan untuk tak berteriak. Spontan semua kawannya berhambur menghampiri Zul.


 


"Zul, elu kenapa Zul?"


"Zul, eling Zul! Lu jangan bikin kita-kita panik kali'!" Ilham dan Aloy berusaha mencoba menyadarkan Zul yang teriak meronta.


"Zul ga mungkin ngobat khan??" bisik Pera' dibalas gelengan kawan yang lain.


 


Zul masih teriak histeris. Sekujur tubuhnya basah keringat dingin. Putri dan anak-anak perempuan yang lain ikut tegang ketakutan. Awalnya mereka santai karena berfikir Zul hanya berniat nge*prank* teman-teman segengnya. Tapi ternyata sudah lebih dari seperempat jam Zul masih teriak histeris memegang kepalanya membuat mereka kebingungan.


 


"Gimana nih? Zul? Please deh... kenapa sih luuu??? Coba kasih minum air putih yang banyak!"

__ADS_1


"Zul! Kamu kenapa Zul?.... Jangan bikin Putri kuatir Zul !" Putri mencoba menenangkan Zul yang masih terlungkup dengan tangan memegang kepala dan bibir mengerang kesakitan. Putri hanya bisa terisak menangis menatap Zul yang kesakitan.


Sudah pukul 9 malam lebih, Zul tak kunjung reda sakit kepalanya. Akhirnya Ilham berinisiatif menelfon hape bapaknya Zulyanda. Berharap ada orang dewasa yang bisa bertindak lebih rasional ketimbang mereka.


Selang berapa lama Zul dijemput orangtuanya. Akhirnya pesta malam itupun bubar tanpa kesan kecuali perasaan takut terjadi sesuatu pada Zul. Semua diluar dugaan. Malam yang seharusnya sempurna bagi Zul justru berakhir tragis.


Ayah dan Ibu Zul membawanya ke UGD Rumah Sakit terdekat. Berharap sakit kepala yang diderita Zul mereda. Sungguh Zul sangat tersiksa hingga kedua orangtuanya panik dan kasihan.


Akhirnya setelah dokter jaga memberi Zul suntikan, Zul pun terkulai lemas dan tertidur kelelahan. Malam terasa panjang bagi Zul padahal sakit kepala itu menyerangnya hanya sekitar satu jam saja.


Atas saran dokter, Zul terpaksa dirawat inap malam itu juga guna melakukan pemeriksaan selanjutnya.


 


.....


Semoga pembaca berkesan ya! Mohon maaf atas segala kekurangan. Penulis mengharapkan kritik dan saran membangun dari kalian semua. Love you alls gaess, kalian luar biasa.

__ADS_1


 


__ADS_2