ISTRI MASA KECIL

ISTRI MASA KECIL
BOOM 2


__ADS_3

"Jadi,.....karena cewe murahan ini toh Zul mutusin Putri tanpa sebab!"


Zul terbelalak mendengar tudingan Putri.


"Putri salah faham deh! Akis sama sekali gak salah apa-apa, dan bukan karena Akis juga kalo Zul mutusin hubungan kita." Putri marah. Ia menghampiri Akis yang belum mengerti dengan apa yang terjadi.


"Lalu kamu dengan santainya ngenalin cewe ini sebagai istri? Kamu punya kepribadian ganda ya, Zul?" kata-kata Putri begitu pedas menikam perasaan Zul. Tapi Zul menahan amarah karena Putri perempuan dan saat ini Putri tengah salah faham padanya.


Zul berusaha menenangkan Putri yang mendekati Akis seperti akan menyerang. Zul dengan sigap menengahi mereka.


"Putri! Ini tempat umum, kayaknya lebih baik kita cari tempat supaya bisa ngobrol untuk menyelesaikan masalah ini."


"Iya, memang! Kamu memang harus ngejelasin sejelas-jelasnya sama Putri. Ini namanya penghianatan! Kamu ternyata punya sifat kejam yaa...dibalik muka manis kamu yang sok polos itu. Lalu kamu juga dengan tanpa ngerasa berdosa setelah berani cium bibirku lalu kirim wa bilang putus gitu!" Putri terus berkata hilang kontrol. Akis mulai memahami situasinya. Beberapa orang yang lalu lalang ikut memandang mereka yang sedang ribut itu.


"Putri, maaf...Zul memang salah untuk itu. Tapi itu ga da hubungannya sama Akis. Kami baru bertemu seminggu yang lalu, juga menikah beberapa hari lalu. Akis jangan dilibatkan dalam masalah kita!"


"Masalah kita? Itu masalah kamu,Zul! Aku justru selalu bertanya-tanya kenapa kamu mutusin tanpa sebab apa kesalahanku."


"Karena aku sakit, Putri! Aku ga mau bikin Putri menderita dengan penyakitku!"


"Alasan! Itu cuma alasan kampungan!,.... Lalu kamu sekarang bilang kalau perempuan ini istri kamu. Heh?!? Kalo mau ngarang cerita, mikir pake otak!" Zul terkaget-kaget melihat Putri yang telah membuka sifat dan tabir dirinya. Putri yang dulu begitu manis, sopan juga memiliki pribadi yang hebat menurut Zul ternyata bisa menjadi perempuan buas dan bermulut tajam setajam silet.


Tiba-tiba seseorang menonjok wajah Zul.


"Ga nyangka kalo lu udah tega nyakitin hati Putri!"


"Aloy??"


Lelaki yang telah memukul Zul adalah Aloy, sahabatnya dulu. Matanya merah karena marah.


Akis berteriak keras, melerai Aloy supaya tidak memukuli Zul lagi.


"Jangan pukul suamiku!" hardiknya mendorong Aloy. Tapi Aloy lebih dulu mendorong Akis hingga gadis itu terpental beberapa meter membuat Zul meloncat menerjang Aloy.


"Berani lu sentuh bini gue lagi, urusan lu bakal panjang sama gue!" Zul mengangkat kerah kemeja Aloy dengan wajah garang, siap menonjok Aloy yang juga terlihat marah.


Zul segera menghampiri Akis. Mengapit dan menuntun Akis yang tak tahu apa-apa.


"Putri! Hubungan kita telah selesai 5 bulan yang lalu. Memang aku salah, keputusanku ga bisa kamu terima. Iya, aku akui. Tapi memang sudah jalannya seperti itu mungkin. Kita tak berjodoh. Kamu bisa dapetin lelaki yang lebih baik dari aku! Aku cuma pesakitan yang bisa bikin kamu malu lama-lama hubungan denganku. Akis dan aku sama-sama dua orang yang bermasalah. Kami menikah untuk saling menyayangi dan merawat satu sama lain. Kita belum tau bagaimana kedepannya masa depan kami. Tapi kami bisa saling menjaga jika kami bersama. Kamu perempuan cantik yang sehat. Keluarga kamu pasti gak akan tinggal diam kalo tau kamu berhubungan dengan orang pesakitan yang ga jelas masa depannya. Lama-lama kamu bakalan minder sendiri, menutupi hubungan kita jika terus dilanjutkan. Aku bisa saja kambuh ketika tengah jalan bareng, dan kamu bakalan kewalahan bahkan lama-lama malu jalan bareng aku. Aku memilih memutuskan hubungan justru demi kebaikan kamu. Jangan bawa-bawa Akis karena kesalahanku itu! Maaf, sekali lagi!" Aloy terdiam sementara Putri menangis sesegukan.

__ADS_1


Zul kini tak lagi peduli. Ia hanya memikirkan Akis saja sekarang. Dibawanya Akis jalan menjauhi kedua orang yang dulunya begitu berarti dikehidupan Zul.


Zul tidak berani berbicara. Pikirannya kalut sendiri. Akis pun demikian. Tapi Akis tak sedikit pun menyinggung permasalahan Zul dengan Putri dan Aloy.


"Kita pulang, ya?!" Akis mengangguk.


Mereka pulang setelah mendapat taxi. Didalam taxi mereka masih tetap diam. Tak ada seorangpun yang berani memulai pembicaraan.


Mereka tiba dirumah dan langsung masuk kamar. Ibu dan ayah sudah ada dikamarnya sejak tadi.


Zul bergegas ke kamar mandi, pergi mandi lalu wudhu. Sholat Isya dilakukannya pukul delapan lewat. Akis hanya diam mematung disisi ranjang. Ia merebahkan tubuhnya diranjang. Menarik selimut, lalu menangis dalam diam.


Zul sholat lebih lama. Ia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu. Pipinya agak lebam karena tonjokan Aloy yang lumayan keras tadi. Andai ibu melihatnya ketika pulang tadi, pasti akan terjadi drama lagi.


Zul melipat sajadahnya lalu menaruhnya dimeja. Dihampirinya istrinya yang tengah terbaring memunggunginya. Diciumnya kepala Akis.


"Istriku kenapa nangis?" Akis hanya menutupi wajahnya dengan selimut.


"Maaf ya? Pasti gara-gara tadi."


Tangis Akis membesar dengan terisak tersedu-sedu.


"Jadi cewe tadi itu pacarnya Zul?.... Kalo Zul punya pacar kenapa juga nikahin Akis? Pantes aja atuh kalo cewe itu marah besar. Apalagi Zul udah cium bibirnya juga!"kata Akis ditengah tangisnya. Zul mengelus-elus rambut Akis merasa bersalah.


"Itu mantan pacar. Kita putus udah lama, lagian pacarannya cuma seminggu."


"Mantan pacar? Pacaran seminggu? Tapi koq udah ciuman bibir? Kamu pasti bo'ong!" Akis tak percaya. Tangisnya kembali membesar, membuat Zul kebingungan bagaimana cara membujuk Akis.


"Beneran yaang! Dia temen sekolah, makanya kita kenalnya udah lama. Tapi pacaran cuma seminggu, yang! Demi Allah!"


"Jangan bawa-bawa Allah! Perbuatan buruk kamu jangan disangkutkan nama Allah!"


"Iya maaf, tapi emang beneran!"


"Terus, kenapa cewe itu terus marah sama kamu sampe segitunya? Sampe benci banget gitu keliatannya!"


"Putri? Iya emang mungkin marah karena Zul yang putusin duluan, yang! Putri ga mau nerima kenyataan itu."


"Tuh khan....kamu nyebut nama cewe itu mesra banget, seolah masih ada rasa. Pasti masih inget ciumannya!"

__ADS_1


"Ya ampuuun.... Akis sayaaaang! Namanya memang Putri, khan kamu denger tadi Zul sebut nama dia!" Zul menjelaskan dengan kebingungan. Ada gereget juga gemas melihat cemburu Akis yang buta itu.


"Kamu pasti masih kepikiran cewe itu terus khan sampe diam ga ngajak ngomong Akis dari tadi sampe pulang langsung sholat!"


"Hahahaha..... istrikuuuu...! Memang udah jam 8 lewat juga, udah waktunya sholat."


"Biasanya kamu sholat ngajak Akis berjamaah, ini engga'!" tutur Akis membuat Zul menutup wajah ingin tertawa.


"Iya, lupa! Maaf ya sayang!"


"Istri sendiri dilupain gara-gara terkenang masa lalu! Pacar aja udah dicium bibir, istri sendiri belum pernah tuh dicium bibir!"


"Ya Allaah, Akis istriku tercintaaa!! Please deh, kamu sekarang udah balik kayak jaman kita kecil dulu. Cerewet, bawel, banyak omong....."


"Kamu sekarang illfeel khan punya istri model gini?"


"Enggaaa', justru seneng. Istriku ternyata watak aslinya ga berubah kayak dulu. Cuma sekarang cemburuannya lebih parah, bikin dagdigdug. Walaupun dari dulu udah tau kalo Akis tuh cemburuan orangnya."


"Pinter banget ngelesnya!"


"Engga! Justru beneran suka, tandanya kamu beneran cinta sama Ucul. Asal tau ya, si Vera masih inget tuh kalo dulu Akis suka ngambek kalo Vera ikutan main bareng kita." Zul berbisik menggoda Akis yang masih cemberut.


"Jangan suka mengalihkan masalah deh!"


"Beneran, neng cantik, neng manis, neng Akis istrinya Ucul tersayang!... Ngomong-ngomong soal ciuman, sini-sini....Zul cium yaaa!"


"Ga mau! Pasti Zul bayangin cium bibir mantan pacar nanti tuh!"


"Ya Ampuuuuuun, Tuhaaaan! Ternyata cewe tuh makhluk yang rumit yaaaa!!"


"Awas, Akis ngantuk, mau tidur!"


"Isya dulu sayang, biar tidurnya lebih tenang!"


"Siapa suruh tadi ga ngajak bareng sholatnya! Akis ngambek!"


"Ngambek sama Zul, tapi jangan sama Allah, yang!" Akis bangkit. Masih dengan wajah cemberut. Bergegas mengambil wudhu.


Hhhh...., sepertinya malam ini Akis bakal menolak pelukannya. Zul menggaruk-garuk kepalanya.

__ADS_1


Bagaimana dengan rumah tangga Zul dan Akis selanjutnya? Ditunggu terus yaaaa.... Terimakasih gaees, selalu setia.


__ADS_2