ISTRI MASA KECIL

ISTRI MASA KECIL
BELUM ADA JAWABAN


__ADS_3

Zul hanya bisa melamun hari-hari belakangan ini. Walau ada Putri disela-sela kekosongannya, tapi ia merasa ada sesuatu yang kosong diruang batinnya. Hampa.


Kadang ia mengajak teman-teman gengnya kumpul bersama. Kali ini tempat favoritnya adalah kolam renang umum yang ada didaerah Cikini. Karena Zul ingat nasehat dokter Reyvan.


Kadang ibunya sengaja masak banyak hanya untuk menjamu teman-temannya dirumah agar bisa mengontrol Zul lebih dekat.


Sesekali Zul masih bermimpi aneh yang belum bisa ia temukan jawabannya. Ia lebih khawatir memori ingatannya hilang keseluruhan bila terlalu berfikir keras tentang mimpinya. Bahkan ibu sekalipun seolah menutup rapat mulutnya untuk tidak bercerita tentang musabab hilangnya sebagian memori masa kecilnya.


Sesekali sakit dikepalanya juga kambuh seiring mimpi yang menghantuinya.


"Ibu ga izinin Zul kemping kali ini." tegas ibu ketika Syahrul temannya mulai mengajukan opsi kemping ke curug Cilember.


Zul diam. Ia tak membantah. Karena ia tahu, jika nanti ia kumat ketika kemping justru akan menyusahkan teman-temannya.


"Sori sob! Kali ini gue ga bisa ikut kalian!" ujar Zul. Yang lain tertunduk lesu. Sepertinya perjalanan tanpa Zul memang akan menjadi perjalanan hambar. Selain Zul yang memang paling royal diantara mereka, Zul juga tipikal kawan penghibur disetiap pertemuannya.


"Kita ngerti Zul! It's ok lu ga ikut trap kali ini." Ilham berusaha legowo.

__ADS_1


"Mending kita tunda aja dulu sampe Zul pulih. Gimana, gaes?" Aloy menyela.


"Jangan! Gue ga terima gara-gara gue lu semua gagal tracking. Kita khan udah ngerencanain jauh-jauh hari. Bahkan dari sebelum ujian nasional. Lagian uang tabungan kalian udah lebih dari cukup tuh! Ga perlu takut gue ga bantu keuangan." jawab Zul.


"Ga da lu ga seru Zul!"


"Korban iklan luh!!" Zul menyeringai mendengar alasan Aloy.


"Tar lu jangan lupa foto spot-spot keren, kirimin ke gue. Gue pasti seneng banget gaes!" kata Zul lagi.


"Btw, gimana lu Zul? Udah daftar kampus mana?" tanya Pera' mengalihkan pembicaraan melihat suasana suram diantara teman-temannya.


"Gue nurut bokap ja! Masih tahap observasi juga nih," jawab Zul santai. Hatinya juga galau memikirkan itu. Zul masih sering sakit kepala tiba-tiba. Makanya ia belum berani berharap banyak memikirkan studi lanjutannya. Sepertinya ayahnya lebih memikirkan itu karena Zul disuruh istirahat total oleh dokter Reyvan. Bahkan Senin depan ia masih harus ke RS guna pemeriksaan lanjutan. Walau sedih dan malas rasanya, Zul harus jalani demi kesembuhannya.


Hanya ia semakin pusing terbebani penyakit yang menyerangnya 2 bulan ini. Apelnya kerumah Putri pun jadi tidak leluasa karena ia khawatir kambuh tiba-tiba dirumah Putri.


Zul pun jadi lebih tertutup pada Putri. Ia belum berani menceritakan penyakitnya pada Putri. Ia hanya bilang kalau ia madih harus berobat jalan konsultasi dokter. Kadang Putri mendesaknya, tapi ia bisa menahan diri lalu menjawab kalau ia baik-baik saja.

__ADS_1


Hingga akhirnya Putri menyerah dan hanya menunggu suatu hari Zul menceritakan keadaannya yang srbenarnya tidak baik-baik saja itu. Karena Putri bisa melihat awan mendung dimata Zul ketika sedang melamun.


Putri merasa Zul semakin menutup hatinya dengan bayang-bayang. Zul memang masih seperti dulu. Ceria, suka bercanda, jahil dan iseng. Masih suka ngegombal baik ketika kerumahnya maupun di chat. Tapi ada sesuatu yang tengah Zul tutupi darinya. Bahkan Xul terkesan buru-buru ketika main kerumahnya. Seperti tidak nyaman, dan gelisah. Putri sedih bila menerka-nerka. Apa cinta Zul kadarnya mulai berkurang ataukah Zul tipikal lelaki penakluk yang mudah bosan bila mangsa sudah ditangan. Putri tidak tahu.


Zul bahkan jarang menyentuhnya lagi. Bahkan sekedar meremas jemarinya atau menjentik hidungnya, Putri rindu sentuhan itu. Bahkan belum ada ciuman dahsyat Zul lagi padanya setelah hari pertama mereka pacaran. Wajah Putri memerah memikirkan itu. Orang akan berfikir ia gadis mesum kalau tahu ia merindukan masa itu.


Ternyata pacaran tak seindah seperti diakhir dongeng-dongeng yang happy ending. Putri merasakan campur aduk di relung hatinya. Ada senang, malu, sedih....bahkan rasa takut kehilangan mengingat tingkah Zul yang semakin misterius.


Putri khawatir hubungannya dengan Zul menjadi hambar. Padahal masihlah seumur jagung. Putri hanya berpegang pada kata-kata Zul, bahwa ia adalah perempuan pertama dan satu-satunya yang mampu mengoyak hatinya dengan cinta. Walau terdengar lebay, tapi Putri merasa perkataan Zul tulus dan jujur. Zul malah pernah bilang agar ia mau selalu mendampinginya, disisinya selamanya. Mendengar itu Putri hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu sekaligus senang.


Tapi Putri kembali kesal bila mengingat kadang hp Zul off setengah hari. Membuatnya bertanya-tanya, sedang berbuat apa Zul sampai harus mematikan handphonenya. Sedang merayu gadis lainkah? Atau sedang kencan ditempat romantis dengan pacarnya yang lain? Atau memang ia punya banyak jadwal dengan gadis-gadis lain?


Semakin Putri memikirkannya semakin sakit hatinya. Ia hanya menunggu dan menunggu. Menunggu jawaban Zul yang tak kunjung diucapkan. Hanya bilang Zul harus bolak-balik rumah sakit karena sering sakit kepala. Andaipun itu benar, Putri bersedia menemani dan mengantar Zul kerumah sakit. Toh, terbuka lebih baik daripada menutupi membuatnya salah paham.


Percintaan kadang tak seindah khayalan. Hhhh... Putri pun harus lebih memikirkan masa depannya. Ada beberapa tawaran yang sangat menggiurkan tapi beresiko jika ia mengambil tawaran itu.


Tawaran apa yang membuat Putri tergiur ? Bagaimana kisah Zul dan Putri selanjutnya? Apakah kesalahpahaman ini bisa berakhir dengan baik? Tunggu cerita selanjutnya ya gaess.....

__ADS_1


__ADS_2