
Berdua bersama Putri membuat Zul lupa waktu. Mereka mengobrol, diskusi, bercanda. Topik apapun terasa menyenangkan jika bersama pacar.
Zul bersyukur, Tuhan begitu baik padanya. Ini adalah impiannya. Bahkan sedari SMP, ia mengkhayalkan duduk berdua dengan pacar. Bercerita suka duka, kisah kasih apapun itu bersama. Kini semua kesampaian.
"Put! Besok malem ada acara ga??"
"Kenapa emang Zul?"
"Nonton yuk?" ajak Zul semangat.
"Malem Jum'at?"
"Oiya ya,...lupa kalo besok malem Jum'at,"Zul mengernyit malu. Putri tertawa diikuti Zul.
"Gimana kalo malem minggu?"ajak Putri. Zul mendelik senang.
"Mau? Beneran yaaa???" Putri tersenyum mengangguk.
"Boleh ga sama camer?" bisik Zul membuat Putri mencubit tangan Zul.
"Asal berani minta izin, terus...janji ga bakal ngajak pulang kemaleman. Pasti papa Putri izinin," jawab Putri malu-malu.
"Asiiiik.... !"
"Jemput ya kerumah Putri jam 5 sore! Tau ga rumah Putri?"
"Ngga' tau," jawab Zul malu.
"Payah nih,.... masa' selama ini ga kepoin Putri sih sebelum nembak!"
"Hehehee...., takut disebut stalker. Khan malu!!"
__ADS_1
Putri menepuk-nepuk dahinya. Zul kadang tak bisa ditebak olehnya.
"Gimana kalo tar pulang, Zul anterin Putri pulang kerumah? Boleh ga? Jadi sabtu sore Zul langsung meluncur ga pake goggle map lagi."
Putri tertawa tapi mengiyakan.
Entah memang cuaca hari ini cerah, atau memang karena hati kedua insan ini yang berbunga-bunga.... suasana terlihat begitu indah.
Jalanan sekolah, gedung-gedung sepanjang jalan, bahkan halte bis dan semrawutnya jalan yang macet terlihat menyenangkan. Inikah sihir cinta? Semua terlihat indah. Bahkan andaikan waktu bisa diatur, Zul ingin waktu itu berhenti agak tidak cepat berlalu.
"Ibunya Putri bakalan marah ga kalo anak gadisnya pulang diantar cowok?"
"Ga lah! Asalkan sopan, baik dan sayang sama anaknya,...pasti mama ga marah!" goda Putri.
"Asik euuyy..!!!" sorak Zul girang.
"Apalagi kalo datang pake bawa buah tangan alias jinjingan, hahahaha....bo'ong deeh!"
"Hahahahaa...ga usah kali' Zul! Putri cuma becanda kooq," ujar Putri.
"Tapi emang baiknya kita beli sesuatu. Mampir minimarket dulu deh beli snack sama minuman," kata Zul membuat Putri menutup wajahnya malu.
"Zul jangan anggap Putri matre ya!?"
"Ga lah! Kita juga belum maksi khan. Sekalian beli bakso, dibungkus sekalian makan dirumah. Gimana?"
"Hahahaha....lagi banyak duit nih Zul!"
"Cuma uang saku anak sekolahan, Put! Dana Umum aja, hehehe," jawab Zul agak malu.
Selama ini untuk urusan keuangan Zul tak pernah ada masalah. Ayahnya memberinya uang saku bulanan via transfer. Ibunya tiap hari juga menyelipkan uang harian didompetnya. Jadi, apapun yang ia mau selama hal-hal kecil seperti makanan-minuman, Zul tak perlu pusing seperti anak kebanyakan.
__ADS_1
"Adik Putri 2 ya, kita beli bakso 5 bungkus ya!"
"Aduuuh gayanya,....udah kayak om-om pekerja kantoran yang abis gajian deh!"
"Hahahaaa....Putri ni! Zul suka menabung, baik hati dan tidak sombong. Juga tidak suka menghambur-hamburkan uang, jadi jangan heran kalo Zul banyak uang!" goda Zul membuat Putri mencubit pinggangnya.
"Wooow, udah berani cubit pinggang yaaa!" Zul suka menggoda Putri. Karena wajah cantiknya pasti langsung merona.
"Iiih, Zuuul....!!"
Bersama pacar memang hampir tak bisa melihat situasi dan kondisi. Padahal mereka ada dikedai bakso yang lumayan ramai. Beberapa pasang mata memperhatikan tingkah mereka. Ada yang ikutan tersenyum. Ada yang sedikit mencibir. Ada yang hanya melihat sekilas lalu cuek. Tapi Zul dan Putri tetap acuh, karena mereka merasa masih dibatas wajar saja sikapnya.
Lima bungkus bakso dan sekeresek jajanan dan minuman mereka bawa untuk dimakan bersama dirumah Putri.
Tak lama Zul dan Putri tiba dirumah Putri. Mama Putri menyambut Zul dengan ramah. Sungguh suatu keberuntungan bagi Zul. Adik-adik Putri semuanya menyenangkan.
"Jadi ini yang namanya Zulyanda itu?" ucap Mama Putri dengan senyum dikulum. Zul mengangguk seraya mencium punggung tangannya. Sepertinya Putri sudah cerita banyak pada Mamanya. Belum lagi adik-adik Putri dua gadis cilik kembar usia kurang lebih 5 tahun. Mereka lucu dan menggemaskan.
Makan bakso bersama pacar dan calon mertua juga adik ipar. Zul tersenyum dalam hati. Moga kebahagiaan ini tetap jadi miliknya. Karena ia telah menunggu lama untuk momen ini.
Mungkin karena Zul yang seorang anak tunggal, ketika bersama adik-adik Putri menjadi begitu membahagiakan. Hari ini adalah hari istimewa baginya. Berpacaran dirumah pacarnya. Karaoke bersama adik-adiknya. Duduk diteras sambil ngobrol bersama calon mama mertua. Momen ini bakal Zul umbar pada gengnya biar mereka iri, pikir Zul.
Karena selain Ilham yang sudah berpacaran, 5 lainnya masih jomblo. Bukan karena betah, tapi karena memang selalu gagal dan belum berhasil. Jadi, wajarlah jika Zul ingin pamer pada teman-temannya nanti. Paling tidak, agar mereka termotivasi untuk cepat dapat pacar sepertinya. Apalagi usia mereka sudah lewat dari 17 tahun. Artinya sudah lewat usia ABG. Padahal ABG-ABG diluar sama sudah banyak yang pacaran. Khawatir kehabisan stok pasangan.
"Kenapa senyum-senyum terus sih dari tadi?" tanya Putri mengagetkan Zul.
"Rasanya kayak mimpi! Hehehehee.. ."
"Bangun, bangun.... jangan tidur dong Zul!"goda Putri. Andai tidak dekat mamanya Putri, Zul pasti sudah menarik Putri kepelukannya.
Ehmmmm..... Untung alam bawah sadarnya masih terkontrol. Hingga bisa menahan diri untuk tak sesumbar menempel di Putri. Aaaah, begini toh indahnya berpacaran.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan Zul dan Putri? Ikutin terus yaaa dicerita selanjutnya. Moga kalian suka ceritanya, mohon kritik sarannya gaess! Terima kasih!