Istri Sah Rasa Simpanan

Istri Sah Rasa Simpanan
Abangku balek. [Happy ending. Tamat]


__ADS_3

Saat mendengar suara pintu kamarnya di ketuk. Satu yang ada dalam pikirannya, sang Mama mertua. Beliaulah orang yang paling rajin memastikan keadaannya. Jika saat sang Mama masuk dan ternyata dirinya masih terjaga, maka Sabrina akan menemani hingga menantu kesayangannya itu terlelap. Duh, enak e. Sisain satu dong mertua yang seperti Nyonya Sabrina ini Tuhan.Sugeh, ayu, baik hati pula. Hmm, the special one.


Aisyah bergegas meraih handle pintu kamarnya.


Ceklek!


Matanya membelalak sempurna saat mengetahui siapa yang kini ada dan berdiri di depannya.


Orang yang tadi tengah mengeluhkan betapa beratnya menahan rindu, ngalahin Dylan 1990 katanya. Orang yang tadi mengeluhkan betapa beratnya menjalani hubungan jarak jauh. Lebih berat daripada beban hidupku.😅


Aisyah sungguh merasa iba dan terbawa perasaan atas keluhan sang suami tercintanya. Namun, sekarang apa? Yang mengeluh ina, ini dan anu tadi ternyata ada di sini orangnya. Dia tengah tersenyum dengan senyuman termanis yang semakin menambah kesan tampan dan menawannya.


Sementara Aisyah. Dia kesal yo. Dia akan segera berbalik masuk ke kamarnya. Namun, Ale buru- buru menahan satu tangannya. Aisyah yang kesal itupun segera menghempaskannya secara kasar, lalu segera menutup pintu kamarnya kuat- kuat.


"Aaakkkhh," Aisyah berusaha abai dengan jeritan kesakitan yang berasal dari bibir suaminya itu.Namun, kenapa pintu kamarnya ini sulit sekali untuk ditutup rapat ya?


Aisyah menoleh. Dan alangkah terkejutnya dia saat tangan suaminya itu tanpak melambai-lambai separuh bagian,di depannya.


"Abang!" pekiknya segera saja membuka kembali lebar- lebar pintu kamarnya itu.


"Abang nggak apa- apa? Kenapa nekat sih?" gerutunya dengan memerhatikan tangan Ale yang lemas dan lunglai umpama daging tanpa tulangnya.


Sementara orang yang tengah dikhawatirkan itu malah ketawa- ketiwi cengingisan persis anak kecil yang ketahuan nyolong duit tabungan Emak.Untung ganteng dan sugeh ya Ai.Sayanglah kalau digetok pakai gayung.


"Kok ketawa? Abang sengaja?" kesalnya lagi dengan menarik tangan Ale yang ternyata malah menariknya untuk masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Abang kangen Ai. Abang nggak kuat," ucapnya setelah melepaskan semua rasa rindu dan hasratnya yang harus ia tahan beberapa hari kemarin.


"Abang genit sekarang ya?" Aisyah melepas pelukannya. Ia rapikan piyama dan juga rambutnya yang acak- acakan akibat perbuatan Ale.


"Genit sama istri sendiri nggak dosa dan bukan zina kan Ai?" ucapnya dengan kembali menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya.


"Papa?" tanya Aisyah bingung.


"Nggak ada yang tahu tentang kepulangan Abang ini Ai,"


Ale menatap Aisyah dalam diam tanpa suara. Namun, ekspresi wajahnya jelas menyiratkan sebuah tanya dan besarnya harapan.


"Apa?" ucap Aisyah coba menebak tatapan mata Ale.


"Abang ragu sama aku?"


Ale menggeleng. Ia tahu istrinya ini bukanlah tipe wanita seperti itu. Akan tetapi, entah mengapa dia merasa kurang percaya diri jika nantinya tidak mampu mencukupi kebutuhan lahiriyah sang istri. Jika sang Papa benar- benar murka lalu, mengusirnya.


"Kebahagiaanku adalah bersamamu Bang. Bukan bersama harta dan kekayaanmu. Jadi hilangnyapun tidak akan mampu mengurangi porsi cinta dan sayangku kepadamu,"


"Abang nggak mimpikan sayang. Ini beneran nyata?" ucapnya seraya menepuki pipi sang istri berulang- ulang. Ia berhenti saat Aisyah meraih satu tangannya itu. Lalu,berganti menepuki pipinya sendiri.


"Yang bener tuh ya begini. Yang nggak yakin kan Abang, kenapa pipiku yang ditepukin?" ucap Aisyah seraya mencubit paha Ale kuat- kuat.


"Aww,sakit Ai!" keluhnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah!" timpal Aisyah.


"Kok Alhamdulillah sih. Sakit beneran ini. Bukan ngedrama!"


"Ya,Alhamdulillah dong Bang kalau beneran sakit,Itu artinya Abang tidak sedang bermimpi. Its real life Bang! Nyata, bukan rekayasa!"


Ale terdiam. Memang istri kecilnya ini selalu saja mampu untuk membuatnya bahagia dan tertawa. Ah indahnya menikah tanpa pacaran. Indahnya pacaran setelah menikah.


Ale tak pernah menggugat Tuhan atas pernikahan dadakan mereka ini. Dia hanya yakin bahwa inilah takdir terbaik yang memang telah menjadi garis tangannya. Inilah hadiah terindah yang telah di siapkan Tuhan untuknya. Tak ada yang sia-sia dan kebetulan.Semua yang terjadi di dunia ini berjalan dan terjadi atas kehendakNya.


Mereka bahagia dalam cerita mereka. Mereka tertawa dalam kisah mereka. Saat ada air mata yang harus tertumpa. Sekalah! Usap dengan sangat lembut! Hingga ia lupa ada sakit yang membuat air matanya kembali mengalir.


Saat ia bersedih. Rengkuhlah! Berikan pundakmu sebagai tempatnya bersandar. Walaupun kamu tahu bahwa kamulah kesedihannya itu. Ada banyak cinta yang tak harus kita tuangkan dalam bentuk kalimat ataupun puisi yang romantis.


Adakalanya sebuah perpisahan itulah yang semakin memperkuat ikatan cinta yang baru saja terbina. Rindu memang berat! Dan obatnya hanya satu. Yaitu bertemu.


Aku adalah aku. Tidak mungkin berubah menjadi kamu, dia, apalagi mereka.


Berbuat baik itu tidaklah rugi. Kita tidak tau kebaikan mana yang akan menolong kita nantinya. Tetap jadikan Allah tempat terbaik untuk bercerita. Walaupun engkau hanya duduk menangis saja!


Terima kasih untuk semua readersku. Cerita ini berakhir sampai di sini. Semoga segera bisa menelurkan cerita lagi.


Alhamdulillah thanks to Allah.


Sekian dariku. Salam sayang dari anak Sumatera.

__ADS_1


__ADS_2