Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Istri Simpanan Sang Mafia Kejam
ISSMK 15


__ADS_3

"Kau lancang sekali, tidak membukakan pintu untukku!" Nicholas berteriak sambil menunjuk wajah Jenni.


Jenni sangat terkejut, terlebih melihat dengan kasarnya Nicholas masuk dengan mendobrak pintu.


"Apa telingamu sudah tak bisa mendengar lagi sampai aku mengetuk pintu tapi kau diam saja disana?!" Lagi-lagi berteriak sambil menunjuk wajah Jenni, lalu memegang telinga Jenni.


"Kau punya telinga, tapi tidak bisa mendengar dengan baik. Apa lebih baik aku hilangkan saja telingamu itu?!" Jenni meringis ketakutan, lalu menggeleng dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Hatinya merasa sakit mendengar makian Nicholas.


Bahkan Rey tidak memperlakukan aku seperti ini. Dia jauh dari kekasaran.


Melihat Jenni hanya melamun, Nicholas bergegas ke kamar mandi. Kembali dengan satu gayung air.


Byur...


Menyiramkan air itu pada Jenni, yang langsung membuat Jenni kedinginan. Di tengah dinginnya malam, Jenni tambah kedinginan akibat siraman air dari Nicholas.


"Berani sekali kau melamun saat aku sedang berbicara?" Nicholas meraih dagu Jenni dan mencengkeramnya dengan sangat kuat.


Jenni menggigit bibirnya menahan sakit, bukan sakit pada dagunya melainkan hatinya.


Itu hukuman, kau akan menerimanya sampai sakit hatiku reda! Nicholas berkata dalam hatinya.


"Sekarang layani aku!" Tanpa Jenni duga, Nicholas menarik kerah kemeja yang ia pakai kemudian melepaskannya dengan kasar hingga Jenni terpental ke atas ranjang.


Pemandangan selanjutnya dimana Nicholas membuka pakaiannya dan Jenni hanya bisa menangis dengan suara tertahan.


Nicholas memaksa Jenni melakukan kehendaknya dengan kasar, hingga Jenni kelelahan. Namun Nicholas tak membiarkannya tertidur setelah itu, ia kembali menyiksa Jenni dengan kata-kata menyakitkannya.


"Wah, siapa yang melakukannya denganmu sebelum aku?!" Mata Nicholas berbinar mengerikan, seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya.


Jenni tidak mampu menjawab, ia hanya memandang Nicholas dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Dasar jal*ng!" Ucap Nicholas pada Jenni sambil melepaskan Jenni. "Pantas saja kau mau jadi simpanan, ternyata harga dirimu sudah tidak ada!"


Kata-kata itu berhasil menusuk hati Jenni dengan tusukan pisau berkali-kali, seolah menjadi sebuah keberanian, Jenni meraih selimut dan menutupi tubuhnya. Lalu berdiri dan menghampiri Nicholas.

__ADS_1


Plaak...


"Jika kau tahu siapa yang sudah melakukannya pertama kali denganku, kau akan malu telah menghinaku!" Teriak Jenni.


Nicholas tergelak, kemudian menarik paksa selimut yang Jenni pakai dan melemparkannya ke sembarang arah.


"Berani juga ya kau?! Kemarilah!"


Plak... Plak...


Tamparan di pipi kiri dan kanan Jenni dari Nicholas, kemudian Nicholas meraih dagu Jenni dan menggigit bibir Jenni dengan sangat keras hingga berdarah.


"Setiap malam, kau akan merasakan ini!" Kata Nicholas dengan senyum menyeringai sambil kembali mendorong tubuh Jenni hingga jatuh ke atas ranjang.


Sampai selesai, Nicholas kini membiarkan Jenni tertidur. Ia memilih masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Saat keluar dari kamar mandi samar-samar Nicholas mendengar suara rintihan tangis, diam-diam Nicholas melirik Jenni yang ternyata belum tidur.


Ia melihat Jenni menangis sambil menyebutkan nama yang membuat hatinya tersentuh.


"Apa ini hukuman atas dosa-dosaku karena aku telah membuatmu menderita, Rey? Dimana kau sekarang?"


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk begitu!" Ucap Jenni sambil terisak.


Kau keterlaluan, Jennifer.


Tanpa sadar suara hati Nicholas menjawab seluruh kata-kata Jenni.


Setelah berpakaian lengkap, Nicholas keluar dari rumah Jenni dan melajukan mobilnya menuju sebuah tempat yang tak jauh dari sana.


Mobilnya sudah terparkir di halaman luas sebuah rumah besar dengan desain mewah dan indah.


"Sayang, kau baru pulang?"


"Sintia, jangan mendekatiku!" Nicholas memberi isyarat pada wanita bernama Sintia untuk tetap di tempatnya.


Sintia menurut, ia berdiri di depan pintu sambil tersenyum. Ketika Nicholas mendekatinya, Sintia mencium sesuatu yang aneh dari Nicholas.

__ADS_1


"Kau mandi dimana?" Tanyanya saat menyadari rambut Nicholas basar dan wangi sabun mandi yang nampak asing baginya.


Nicholas menatap Sintia dengan tatapan bingung, ia tak menyangka bahwa Sintia setajam itu indera penciumannya.


"Nicholas, jawab aku!" Desak Sintia yang hanya mampu Nicholas jawab dengan senyuman.


"Di hotel, saat aku selesai dengan pertemuanku!" Bohong Nicholas dengan nada meyakinkan.


Sintia tak langsung percaya begitu saja, ia malah lebih curiga karena siang tadi telah mendapat pesan bahwa Nicholas pulang lebih awal dari pertemuan para mafia yang menjadi rekan keluarganya.


"Nicholas, aku tahu kau berbohong!" Tuduh Sintia sambil meraih tangan Nicholas dan menghentakannya hingga keduanya saling berhadapan.


"Wangi sabun yang dipakai wanita, apa kau bermain dengan wanita lain? Ada aku, kenapa kau malah memakai wanita diluar? Untuk apa aku menjadi istrimu, jika kau memilih menyentuh wanita lain?" Mata Sintia berkata-kata saat mengucapkan kalimat-kalimat itu.


Nicholas meraih bahu Sintia, kemudian memejamkan matanya sebentar dan membukanya.


"Maafkan aku, aku butuh waktu untuk menerimamu." Nicholas mengecup kening Sintia, kemudian bergegas masuk ke dalam rumah.


Di dalam kamar, Nicholas kembali mengingat sesuatu dalam benaknya.


"Berbulan-bulan yang lalu aku yang membantumu untuk bisa seperti ini, tapi kenapa kau masih tidak bisa menerimaku?" Sintia kembali muncul di belakang Nicholas.


"Beri aku waktu untuk mengingat segalanya dulu, jika tidak ada yang akan tersakiti maka kita bisa bersatu!" Nicholas menjawab tanpa melirik ke arah Sintia sedikitpun.


Sintia kini bergegas ke hadapan Nicholas, dan berlutut di depan kakinya.


"Tolong jadikan aku wanita seutuhnya, Nicho! Aku hanya meminta itu!


Seharusnya kau ingat, saat aku menemukanmu sudah terdampar di sisi pantai!"


Nicholas memegangi kepalanya, emosinya naik lagi saat mengingat kejadian mengerikan yang menimpanya tersebut.


"Nicho, setidaknya satu kali saja!" Nicholas melirik Sintia.


"Sintia, aku-"


**Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya semuanya, aku up satu kali setiap hari minggu. Soalnya kalo orang lain minggu itu santai kalo aku sibuk menjemur diri di tengah teriknya panas matahari.


🤣**


__ADS_2