
"Apa maksudmu?"
Si pemilik suara yang menyambut kedatangan Kenan itu membalikan tubuhnya, kemudian menghidupkan lampu membuat ruangan itu akhirnya memiliki cahaya.
"Dengan pindah kesini kau mempermudaj setiap misi kita!" Ujar pria itu dengan menatap bangga pada Kenan.
Kenan tersenyum, kemudian duduk di kursi yang sudah tersedia. Ia menghela napas panjang, kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Mungkin aku akan berhenti, Zay!" Ucap Kenan dengan nada suara pelan.
Ucapannya itu membuat pria yang di panggik Zay otomatis langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk Kenan.
"Apa maksudmu?! Kita sudah sejauh ini, sudah lama kau ikut dalam anggota Red Evil!" Nada suaranya penuh amarah, menyiratkan sedikit peringatan.
"Jangan lupa dengan sumpahmu!" Peringatnya lagi.
Kenan lagi-lagi menghela napas panjang, kemudian memegangi pelipisnya yang tiba-tiba terasa berdenyut.
"Orang tuaku akan membenci ini, mereka menyembunyikanku karena masa lalu kelamnya. Mereka akan sangat kecewa jika aku masuk ke dalam dunia hitam yang justru dilarang orang tuaku!"
Kenan memberikan nada penekanan pada kata-katanya.
Sementara Zay tampak berpikir keras.
"Mungkin kau harus menyamar, Kenan!"
Kenan tampak berpikir.
__ADS_1
...****************...
Sejak menyampaikan keinginannya untuk mundur, sejak saat itu pula Kenan menjadi berubah. Bukannya mundur, Kenan justru lebih sering berkumpul dengan para anggota Red Evil.
Hal itu akhirnya tercium oleh Jenni dan Davin, terutama hari ini saat Jenni sedang membersihkan pakaian milik Kenan.
"Davin!!!" Jenni berteriak memanggil nama suaminya, membuat Davin yang sedang duduk di sofa ruang keluarga langsung bergegas menghampirinya.
Davin terhenyak kaget, ketika Jenni menunjukan pakaian Davin yang dipenuhi darah.
"Apa dia terluka?!" Jenni menggeleng, kemudian menarik tangan Davin menuju kamar Kenan.
Ini pertama kalinya, sejak 7 tahun terakhir Jenni tidak memasuki kamar Kenan. Ia masuk dengan langkah pelan.
"Ini bukan dia yang terluka!" Bantah Jenni dengan suara di pelankan saat melihat Kenan masih terbaring dengan mata yang terpejam.
Pelan-pelan, Jenni menghampiri Kenan memeriksa tubuhnya yang bertelanjang dada.
Tepat sekali, tidak ada luka apapun di tubuh Kenan yang masih terlihat baru. Namun Jenni membelalakan matanya ketika melihat bekas luka tembakan yang hanya tinggal bekasnya.
Tak menunggu lagi, Jenni bergegas ke arah lemari besar tempat pakaian Kenan berada. Dibukanya secara kasar, kemudian diperiksanya setiap pakaian yang berada di dalam lemari.
Ia kembali terkejut saat menemukan beberapa helai pakaian yang memiliki simbol berwarna merah.
"Red Evil," Gumam Jenni membaca tulisan dibawah simbol berwarna merah.
Jenni melirik Davin, dengan cepat Davin menghampiri Kenan yang masih tertidur itu.
__ADS_1
Namun Jenni menahan tangan Davin, menggeleng dan menariknya keluar kamar.
"Tunggu saat dia terbangun, tolong bawakan semua pakaian itu keluar! Aku akan mencari barang lainnya."
Davin mengangguk, kemudian keduanya masuk kamar Kenan lagi dan membawa pakaian berlogo warna merah itu keluar.
Jenni masih berada di dalam kamar Kenan, membuka laci yang selalu terkunci dengan mengambil kuncinya yang berada di saku jaket Kenan.
Saat laci itu terbuka, Jenni lagi-lagi dikejutkan dengan penemuan sebuah pistol dan juga dua ponsel yang sama.
...****************...
Kenan baru saja terbangun dari tidurnya, ketika matahari telah menyinari tubuhnya.
Ia bergegas menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri, Kenan kembali melangkah turun menuju ruang makan.
Dimana ia biasanya telah mencium bau makanan yang dimasak ibunya dan dengan lahap langsung memakan sarapannya.
Namun kali ini ia menangkap sesuatu yang berbeda pada penciumannya. Bukan harum masakan, melainkan bau lain yang membuatnya mual.
"Masak apa ibu hari ini? Kenapa baunya seperti ini?"
Ia mempercepat langkahnya, kemudian melihat pemandangan yang luar biasa membuat Kenan langsung roboh dan membiarkan lututnya membentur lantai.
"Ayah!!! Ibu!!!"
**Masih bonus chapter, season 2 sudah author putuskan akan realese bulan september. Lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
__ADS_1
Jangan unfav dulu ya**!!!