Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Istri Simpanan Sang Mafia Kejam
ISSMK 29-Mimpi Buruk


__ADS_3

"Cukup! Kau sudah berjanji tidak akan menumpahkan darah tanpa alasan yang kuat! Lagipula mereka masih belum melakukan apapun!"


Dengan terpaksa Rey mengurungkan tindakannya.


Ia memberi isyarat pada anak buahnya untuk melepaskan mereka.


"Dengan perjanjian jika ini sekali lagi terjadi, maka mereka akan langsung aku habisi di tempat!"


Jenni mengangguk, kemudian menghampiri mereka. Baru satu langkah, Rey mencekal tangannya.


"Kau akan kemana, Jen?!" Tegurnya dengan nada suara datar namun penuh penekanan jika dilihat dari ekspresi wajahnya.


"Aku ingin berbicara dengan mereka sebentar!" Ketus Jenni sambil menepis tangan Rey.


...****************...


Di sebuah ruangan tampak gelap, hanya ada satu celah yang menerangi sebuah bagian dimana terdapat meja dan kursi yang sedang diduduki oleh seorang pria muda nan tampan bermata elang. Davin.


Secepat ini keyakinan hilang, aku tidak percaya.


Ia menyandarkan duduknya, kemudian menghela napas panjang. Wajahnya tampak lelah dan terlihat raut wajah khawatir dari wajah tampannya tersebut.


Keningnya berkeringat serta tangannya gemetar.


Sejak tadi, sebuah bayangan muncul.


"Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau berkhianat pada kakakmu sendiri? Kenapa kau masuk ke dalam dunia hitam itu?!"


Ia bangun dari duduknya, berteriak-teriak ketika seseorang terlihat membuka pintu dan masuk.


"Aku akan menghukummu! Rasakan ini, sekarang!" Mengambil cambuk, lalu memukulkannya pada orang yang masuk itu.


Yang dicambuk hanya diam, terlihat tidak melawan dan berkata-kata. Sampai tidak diduga ia mengeluarkan sebuah pistol.


"Apa?!" Davin berteriak kesal. "Kau ingin menghabisiku?!"


Kret


Pintu kembali dibuka, menampilkan sepasang suami istri yang sudah berusia tua, keduanya melerai pertengkaran antara adik dan kakak itu.


"Rey! Davin! Hentikan!"


Sang ibu menarik Rey, lalu menjauhkannya dari Davin.


"Kau ingin membunuh kakakmu?!" Tanyanya dengan nada marah.


Rey hanya diam, dengan pistol yang masih tergenggam di tangannya.

__ADS_1


"Aku akan menghabisi kalian semua!" Ucapnya dengan suara bergetar.


"Rey, kau sudah dewasa! Apa kau tidak memikirkan segalanya?!"


Dor...


Dor...


Dua tembakan mengenai ibu dan ayahnya, Davin menatap takut. Kemudian menghampiri ibu dan ayahnya yang terlihat masih hidup di sisa-sisa napasnya.


"Da-Davin, Pe-pergi!!!"


"Tidak, tidak ibu!" Davin menolak sambil memeluk tubuh ibunya. Ayahnya menarik pakaian Davin.


"Pergilah, Nak!"


Davin berdiri, kemudian berbalik. Ia terkejut mendapati Rey yang berdiri dan menatap buas padanya.


"Aku akan menghabisimu juga!"


"Da-Davin, Lari!!!" Teriak ibunya yang masih bernapas.


Dor


Tembakan kedua mengenai sang ibu, membuat napasnya terhenti.


"Aku akan menghabisimu!"


Rey kembali mencoba menyerang Davin, namun Davin berhasil menghindar.


"Tidak! Ibu, Ayah!!!"


Napasnya terengah-engah, disertai keringat yang mengucur di kening dan tangannya.


Davin melihat kesana kemari, lalu ia mengusap wajahnya kasar.


"Mimpi, ini hanya mimpi buruk di masa lalu." Gumamnya masih dengan napas terengah-engah.


Davin lantas beranjak dari atas kursi, lalu membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah bingkai berisi foto kedua orang tuanya.


Maaf, ayah, ibu! *Aku belum bisa mengembalikan Rey pada sifat semulanya.


Tapi aku akan berusaha untuk membawanya kembali pada cahaya. Aku sedang berusaha*!


Tanpa ia rasa, air matanya mengalir. Bayangan kehangatan keluarganya sebelum kejadian tempo hari yang membuat kedua orang tuanya lenyap terlintas di benaknya.


Ia merindukan saat-saat itu, dimana keluarganya selalu bersatu. Tapi semua berubah, ketika Rey membawa seorang wanita dalam kehidupannya dan wanita itu menjadi pengaruh buruk dalam diri Rey.

__ADS_1


"Arrrggghhhh...!!!" Davin mengacak rambutnya kesal.


"Davin..." Jenni yang sejak tadi sudah berada di ambang pintu terlihat miria dengan keadaan Davin.


"Dia hanya ingin memanfaatkanmu, Jen!"


Jenni mengangguk, Jenni telah mengetahui segalanya. Rey hanya menginginkan kekuasaan besar dalam dunia mafia.


Tentang mengapa Rey membawa Jenni dalam hidupnya, itu karena hanya Jenni yang memiliki jalan besar menuju kekuasaan itu.


"Davin, peganglah tanganku!" Sambil mengulurkan tangannya, meminta Davin membalas uluran tangan itu.


"Kita akan berjuang bersama! Kita bawa kembali Rey yang dulu. Adikmu yang kau cintai sepenuh hati."


Davin membalas uluran tangan itu, kemudian memeluk Jenni dengan tangis harunya.


"Terima kasih kau berpartisipasi dan ikut berjuang dalam misi ini. Maafkan adikku yang telah menghabisi kedua orang tuamu."


Pelukan itu begitu hangat, menghangatkan hati Davin. Menyadari status Jenni sebagai istri Rey, ia melepaskannya.


"Maaf."


...****************...


"Tuan, Jenni pergi ke lingkungan ini. Ia menemui kakak dan kakak iparnya lagi yang berada di ruang apartemen di lantai 11." Pria bertubuh kekar itu menyerahkan sebuah foto Jenni sedang mengobrol dengan pakaian serba hitam.


Yang membuat Rey merasa curiga, ketiganya sama-sama berpakaian hitam. Membuat Rey merasa ada yang aneh.


"Untuk apa dia kesana?" Gumamnya. "Dengan berpakaian serba hitam begini?!"


Rey menatap foto itu beberapa lama, kemudian mengambilnya dan menyimpannya dalam saku.


"Jangan pernah mengikutinya lagi, biarkan saja kemanapun dia pergi, sekarang kalian hanya harus mengatur tempat dan waktu untuk mencari kunci kebesaran kita!" Perintahnya tegas, yang langsung diangguki para anak buahnya.


Kekuasaan, itu adalah misiku.


maafkan aku, Jen! Kau tidak lebih penting dari kekuasaan itu!


Rey mengeluarkan sebuah cincin dari jari manisnya, lalu menatapnya sekilas setelah beberapa menit ia kemudian memasukannya ke dalam laci.


"Hanya kekuasaan yang bisa mengikatku, bukan cinta." Gumamnya.


Sebelum menutup lacinya, ia kembali menatapnya sekilas. Memang benar, cinta itu ada. Akan tetapi kekuasaan bagi Rey adalah yang utama di banding cinta.


Laci tertutup sempurna, cincin itu akhirnya kalah dengan sebuah senjata yang Rey keluarkan saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


Doakan aku semoga lebih rajin lagi upnya, wkwk 😂


__ADS_2