
Kenan meraih dua tubuh yang sudah tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah itu.
Amarah yang bercampur kesedihan sudah memenuhi dan merasuki hatinya.
"Siapa yang melakukan ini pada kalian?!" Ucap Kenan dengan mata yang telah dipenuhi amarah.
...****************...
1 Jam yang lalu...
Jenni dan Davin terkejut, ketika melihat di ruang utama rumah mereka telah dipenuhi beberapa orang dengan topeng yang menyembunyikan wajahnya.
"Jangan pernah menghalangi Kenan untuk bergabung dengan kami!" Salah seorang menyahut, dengan pakaian paling mewah daripada yang lainnya, meski semua pakaian mereka berwarna hitam.
Davin menyembunyikan Jenni di belakang punggungnya, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya secara diam-diam.
"Bagaimana kalian bisa masuk ke dalam rumah seorang agen rahasia?!" Davin perlahan memberikan barang yang di ambilnya pada Jenni.
Jenni dengan sigap mengambilnya, kemudian mengarahkan barang yang diberikan Davin pada pria-pria yang berkumpul di rumahnya.
"Wow, kebetulan sekali!" Sahut pria itu lagi.
"Aku bukan tidak tahu, hanya saja... Berpura-pura! Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami! Putra kalian juga tidak akan pernah meninggalkan dunia hitam!"
Dor
Dor
Dor..
Tembakan saling bersahutan, namun Kenan yang tidur dengan berada dalam pengaruh alkohol tidak bergeming sedikitpun.
Di ruangan utama, Jenni dan Davin mulai kehabisan peluru. Keduanya tidak panik, namun Davin khawatir akan Jenni.
"Pergilah! Aku yang akan menghadapinya!"
Jenni menggeleng, ia tak mungkin meninggalkan Davin sendirian.
__ADS_1
"Telepon tuan Deva! Minta bantuan!" Barulah Jenni bergerak, namun ia dihadang oleh salah satu anggota Red Evil tersebut.
"Hai, kau mau minta bantuan? Sepertinya tidak bisa!"
Jenni tidak merasa ketakutan, terutama saat melihat orang yang menghadangnya kehabisan peluru dan tidak membawa senjata apapun lagi.
Blush
Tak disangka saat Jenni bergerak sebuah pisau sudah menancap di bagian punggungnya.
"Jenni!"
Lengah, kini Davin yang dihadang oleh mereka saat akan menghampiri Jenni.
Blush...
"Senyap! Keluar dengan senyap! Jangan lupa dengan apa yang aku perintahkan!"
Mereka keluar dengan meninggalkan Davin dan Jenni yang mulai tak sadarkan diri.
...****************...
"Ada apa, Bu?! Siapa yang melakukan ini?!"
Jenni tak kuasa untuk berbicara lagi, ia lebih memilih menunjukan sebuah pisau yang digunakan mereka untuk menyerangnya.
Kenan mengambilnya, memeriksa pisau yang sangat asing di matanya itu.
Saat ia beralih lagi pada Jenni, sudah tak ada napas lagi dari Jenni. Iapun beralih kembali pada Davin.
Davin ternyata sudah tak bernapas sedikitpun juga, nyatanya kedua orang tuanya tersebut telah meninggalkannya untuk selamanya.
"Ayah!!! Ibu!!!"
...****************...
Matanya menatap makam kedua orang tuanya sendu, sejak tadi air mata kesedihan tak mampu lagi di bendung olehnya. Seolah tanggul yang membendungnya sudah jebol karena terjangan air yang begitu deras.
__ADS_1
"Aku akan membantumu!" Suara seorang pria mengalihkan perhatian Kenan.
"Zay,"
"Kita akan mencari pelakunya bersama-sama! Kau harus membalaskan dendam ibu dan ayahmu!"
Kepercayaan diri dan tujuan sudah terbentuk dalam hati Kenan. Rasa ingin membalaskan kematian ayah dan ibunya itu mulai menguasai dirinya.
"Jika begitu, aku akan menyembunyikan wajahku. Mereka hanya akan mengenal namaku, tidak dengan sosok diriku."
Kenan mengikuti Zay yang mengajaknya pergi.
Mereka sampai di markas bertuliskan Red Evil, Zay memberikan sesuatu pada Kenan, sebuah topeng berwarna hitam.
Kenan mengambilnya, kemudian mencobanya mengerti bagaimana kedepannya ia harus bertindak.
"Berlatihlah, jika kau sudah siap maka semua akan dimulai!"
Kenan mengangguk, tak menyadari segalanya yang telah berhasil merenggut nyawa kedua orang tuanya.
Babak baru dalam hidupnya telah dimulai, dimana ia akan membalaskan dendam kematian ibu dan ayahnya, juga dimana ia akan dipertemukan dengan sosok yang akan membawanya pada musuh sebenarnya.
......**T---A---M---A---T......
Terima kasih buat yang selalu mengikuti novel ini dari awal sampai akhir, sampai bertemu lagi di dalam sekuelnya. Judulnya nanti Dendam dan Cinta sang Mafia.
Untuk tanggal 15 agustus nanti akan ada novel terbaru author judulnya terpaksa menikah lagi.
Sinopsis :
Siran, terpaksa menikah lagi dengan dokter muda yang melayani keluarganya dan mengasuh anaknya dari mendiang istri pertamanya yang sudah meninggal.
Pernikahan itu tentunya tak berjalan begitu saja, semua berawal saat Raima Nadira, Adira ditinggalkan calon suaminya di hari pernikahannya. Atas bujukan orang tuanya dan demi kebaikan Viren, putranya ia terpaksa menikahi Adira.
Pernikahan terjadi dengan dasar balas budi terhadap Adira yang telah mengasuh Viren sejak ia masih bayi.
Akankah pernikahan itu berjalan seterusnya dengan dasar balas budi? Atau akan ada cinta yang membuat keluarga impian Viren terkabulkan? Lalu apa yang membuat Adira ditinggalkan oleh kekasihnya di hari pernikahannya**?
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus author ya di setiap karyanya!!!